FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 139 • Chat Grup



...------------- GI ChatGroup -------------...


Nana : HOT NEWS❗❗❗ Istri Presdir akhirnya terekspos juga.


Tia : Yuhuu, Cantik banget sumpah, gue aja sesama cewek insecure. Gak salah bisa jadi istri Presdir kita.


Monic : 🤣🤣🤣, ngakak banget sama ekspresi lo @Tia.


Tia : @Monic siyalan 👊


Risa : What ? Maksudnya apa nih ?


Nana : Itu tadi habis rapat kerja Imperial Hotel, Presdir keluar aula sambil gendong cewek yang 'diduga' adalah istrinya.


Alexa : Heleeeh, masih diduga toh ? Rugi hati gue retak barusan. 🙄


Nana : Yee dengerin dulu, setan. Gue belom selese ngomong.


Gara-gara anak-anak Divisi Perencanaan bisik-bisik nyinyirin tuh cewek, Presdir ngamok woy, terus bilang sama Asisten Gara buat pecat semua yang ketahuan ngomongin istrinya.


Tia : Udah di cek tuh katanya di CCTV, banyak yang terjaring. Siap-siap buka lowongan besar-besaran ini.


Dita : Waoww.... Asik, gue ngabarin sodara gue, ma tetangga gue, sapa tau masuk.


Monic : @Tia doa lu mah gitu jelek amat


@Dita gue juga mau kasih tahu anaknya tetangga gue tuh kasian nyari kerja kagak dapet-dapet.


Tia : @Monic, setan lu, ngatain gue taunya lu juga ngarep.


Monic: mengakak saya, sampe sakit perut.


Nana : Hush, diem lu semua. Belom kelar cerita gue, belom sampai inti berita.


Dita : nyimak.


Nana : Dan lebih hot lagi woy, lu pada tahu kagak siapa cewek itu ?


Risa : Siapa ?


Dita : Siapa ?


Aris : Siapa woy ?


Niko : Jawab woy siapa ? Bikin penasaran.


Alexa : @Nana setan, jawab buruan, jantung gue dah kembang kempis njirrr.


Nana : Elaaahh sabar keles, ngegass lu pada.


Tia : Hahaha, kasih paham @Nana para netijen akun gosip lu. 🤣🤣


Nana : @Tiyak sial lu, lu aja sono yang kasih paham, kan lu admin gue. 😂


Aris : Bac*t lu pada, buruan ngomong, gue nungguin sambil nahan kencing nih sat !!! 😡


Monic : @Aris lagian lu udah kebelet juga masih sempet-sempetnya buka chat grup. Minggat sono, keburu bocor celana lu, bauk pesing entar satu kantor karena limbah lu. 🤧


Aris : Siyalan pada nih para ciwi, bikin gue penasaran, dahlah gue setor dulu, nitip jejak @Niko jangan kemana-mana lu !!!


@Monic awas lu, gue pelet juga lu.


Niko : @Aris Bac*t lu, @Nana setan buruan ngomong, atau gue bikin lu jadi setan beneran.


Monic : @Aris najis


Nana : Elah, selow man. 😁😁


Nah jadi yang gue maksud itu adalah....


Dita : Beneran setan ini anak, suka ghosting, @Niko buruan bikin si Nana jadi setan beneran, kesel gue sumpah. 😤😤


Risa : Yoi, kalo satu ruangan udah gue bejek-bejek lu Na.😤😤


Niko : Gue santet onlen lu Na, buru cepetan setan ❗❗❗


Nana : Hahahaaaa, oke oke, ngeri banget lu pada. Belom pada makan siang pasti hahaha.


Jadi itu loh, kalian tahu kan mahasiswi magang yang lagi rame diomongin seantero kantor ?


Mulan : What ? Maksudnya anak buah pak Geovano ? Anak Keuangan bukan sih ?


Nana : Yoi bener yang itu, yang jadi inceran buaya-buaya perusahaan, tuh cewek ternyata bininya bigboss.


Risa : Emejing 😲


Niko : Siyalan, gue tersinggung dikata buaya.


Aris : @Niko yang merasa buaya nih kesindir.


Risa : @Aris sendirinya gak ngerasa Pak ? Situ kan juga ngincer tuh cewek. Btw udah selesai lu boker ? Dah cebok belom ?


Niko : @Aris mirror mas bro.


Niko : @Aris sok iyes lu, palingan lu di wc lagi nangis bombai patah hati 🤣🤣


Aris : @Niko sesek banget dada gue sumpah, jantung kek mau merosot sat, emang lu kagak ?


Niko : Biasa ae tuh, patah hati sih dikit, but it's oke lah, cari yang laen, cuss. Gue mah orangnya gampang move on, bro.


Monic : @Aris lebay lu.


@Niko emang the real crocodile.


Adit : Anjriiit kalau ini hati gue yang langsung retak, patah hati gila, padahal mau pedekate ke doi.


Nana : @Adit Yeealah, satu lagi nih buaya keluar dari habitatnya, ngaca lu mah, kagak ada seujung nya sama Presdir.


Adit : Hahaha, iyalah, kalo lawannya Presdir mah gue mundur alon-alon.


Risa : Wkwkkwk, sadar diri ternyata. 😜😜


Dita : Ngakak guling-guling


Niko : Terus nasibnya anak Perencanaan gimana ?


Nana : Kagak tahu itu mah, mereka terima nasib ajalah. Ini aja mereka pada nggak berani nongol di grup, lagi berdoa kali. Lagi apes juga kek nya.


Risa, Dita, Niko, Aris, typing. . .


...------------ GI ChatGroup ------------...



Tangan Tira, Ana dan Nindi gemetar seolah tak mampu menahan beban benda pipih di tangan mereka. Dada mereka naik turun dengan nafas memburu, kedua bola mata mereka bahkan mulai berkaca-kaca seolah meratapi nasib buruk yang sudah di depan mata.


Dipecat dari perusahaan yang menjadi mimpi banyak orang. Gaji besar dan juga tunjangan serta bonus tahunan yang sangat menggiurkan, belum lagi reward untuk karyawan dengan kinerja terbaik setiap bulannya.


" So, intinya mereka yang nyakitin Moza secara verbal aja langsung out, apalagi kalian yang jelas-jelas nyakitin secara fisik. Kalian bisa bayangin sendiri kemarahan Presdir pas tahu istrinya ada yang mau nyelakain. " Jelas Lisa meringkas inti dari percakapan di roomchat karyawan.


Ketiga wanita itu langsung bringsut, Tira terhuyung hingga tubuhnya bersandar di dekat kaca. Sedangkan kedua temannya malah sudah luruh ke lantai.


" Lisa, bawa mereka keluar, dan bantu mereka membereskan meja mereka, saya akan bantu setidaknya pesangon mereka atau gaji terakhir mereka bisa keluar, karena itu saja yang bisa saya lakukan sebagai atasan kalian. Selebihnya, saya tidak punya kuasa. Kesalahan yang kalian buat sudah fatal. Karena kalian tahu kan, pembullyan sesama karyawan itu dilarang, walaupun statusnya hanya mahasiswa magang sekalipun. Kalian tidak punya hak untuk menindas sesama karyawan. "


" P-pak---. Kami kira anak itu sengaja mau menggoda Presdir dengan wajahnya, Kami--- "


Geovano berdecak dan menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir bagaimana bisa karyawati kelas atas seperti meteka bisa punya pikiran sesempit itu. Bukankah mereka bisa ada di posisi mereka saat ini itu karena kualitas kerja dan kemampuan mereka sebagai orang-orang terpilih.


Tapi nyatanya wanita tetap saja punya sifat dasar yang sama. Mudah terbutakan oleh iri dan dengki, cenderung menggunakan emosi daripada logika.


" Apa kalian lupa, lift vvip itu hanya bisa digunakan oleh orang yang punya access card. Dan apa kalian pikir Presdir akan memberikan access card itu pada sembarang orang ? Harusnya logika kalian bisa berpikir jauh sampai disana, bukan hanya menggunakan asumsi pribadi yang berlandaskan emosi semata. "


" Pak, kami mohon---. "


" Silahkan keluar. " Geovano mengabaikan ketiga wanita itu, karena memang tidak ada yang bisa dia lakukan.


Dengan langkah tertatih, ketiganya melangkah meninggalkan ruangan Geovano, disusul oleh Lisa.


" Kalian punya waktu dua hari untuk membereskan barang kalian, atau menyelesaikan hal-hal tertentu yang mungkin berkaitan dengan rekan kalian. " Ucap Lisa saat mereka sudah berada di deretan kubikel team 2.


" Lis, apa lo nggak bisa bantuin kita ? "


Lisa menggeleng, " Pak Vano aja nggak bisa berbuat apa-apa, apalagi gue. Semoga kalian segera menemukan tempat yang baru, karena setidaknya Pak Vano masih mau memberikan surat rekomendasi. "


Sebenarnya kasihan juga, bagaimanapun ketiga rekannya ini memulai karir di GIG bersama dengannya sejak tiga tahun lalu. Dan untuk pertama kalinya wajah Tira yang biasanya terlihat angkuh itu tampak sayu dan memprihatinkan.


" Lo semua jadikan aja ini pelajaran berharga, setidaknya jangan melakukan hal yang sama di tempat kerja kalian yang baru nantinya. Kita nggak tahu kan dengan siapa kita bersosialisasi, bisa jadi mereka yang kita anggap remeh, justru berada di tingkat yang tidak bisa kita bayangkan. " Lisa hanya bisa memberikan nasihat sebagai sesama rekan sejawat.


Secara kompetensi, Lisa sungguh mengakui kemampuan ketiga rekannya itu, terutama Tira sebagai leader di Team 2. Dan pastinya tidak akan mudah mencari pengganti Tira yang sudah berpengalaman.


Tapi bukankah ada yang tidak kalah penting daripada kemampuan otak ? Yaitu manner* dan attitude** kita sebagai manusia.


Satu hal yang sepertinya sedang berada pada titik mengkhawatirkan di lingkungan masyarakat kita.


***


FYI


*Manner : tata krama


**Attitide : sikap


Ini sekilas kuesioner menanggapi apa yang sedang marak belakangan ini perihal manner dan attitude.


Sebagai orang tua


Lebih bangga mana ?


Anak pintar akademis, tapi ansos, minim kesopanan pada orang tua, dan perangai buruk.


atau


Anak akademis biasa atau bahkan kurang, tapi peka lingkungan, sopan dan santun, berakhlak baik.