
...Bang Hega kalo ngantuk tuh bobok di kasur, kok malah merumput ?? Nanti digigit semut loh, kasian semutnya diabetes level dewa kalo gigit cowok cakep kayak abang....
...Apa mau di nina boboin sama aku 😘😘😘....
...Sini gih bobok di kasur aw aw aw 😁...
...Jangan lupa like dan komentar yah...
...Happy Reading 💜💜💜...
...☆☆☆...
Di pesawat jet pribadi Suryatama, Hega yang tadinya sempat ketar-ketir karena mood istrinya memburuk akhirnya bisa bernafas lega. Karena sepertinya ada sesuatu yang berhasil meredakan kekesalan gadis itu.
Keduanya kini menuju kamar tidur utama, kamar yang akan mereka tempati berada di hidung pesawat, di bawah kokpit.
Jet pribadi keluarga Saint memang tidak main-main kualitasnya, memiliki segala fasilitas, mulai dari lounge hingga ruang pertemuan dan ruang makan. Jadi sulit menganggap bahwa tempat ini ada di dalam badan pesawat,
Interior pesawat menggunakan lapisan kulit, kayu yang halus dan juga batu yang mewah. Seluruh kabin khusus dapat dikontrol menggunakan aplikasi smartphone.
Jet pribadi itu juga miliki memiliki interior mewah dengan fasilitas layaknya hotel bintang lima.
Tak tanggung-tanggung memang fasilitas dan pelayannya, sebanding lah dengan dana yang dikeluarkan Suryatama Saint untuk aset pribadinya itu. Setidaknya butuh minimal US$ 87 juta atau setara dengan Rp 1,12 triliun.
" Kamu udah nggak marah, hem ? " Tanya Hega saat keduanya sudah berada di kamar utama pesawat.
Hega memeluk sang istri dari belakang, mengendus pundak dan leher Moza dengan mata yang terpejam, menikmati aroma wangi istrinya yang sungguh membuat Hega kecanduan.
" Aku memang nggak marah kok, kak. " Jawab Moza santai, sontak membuat Hega membelalakkan matanya, menatap intens Moza dari samping.
" Hih, nggak marah apanya ? Siapa yang sedari tadi nyuekin suaminya, hem ? " Protesnya gemas diiringi sebuah kecupan di pipi putih Moza, dan kemudian semakin mengeratkan lengannya yang melingkar di perut gadis itu.
Moza tersenyum tipis, " Aku cuma sedang kesal saja tadi, kak. Tapi bukan kesal dengan kakak. Maaf kalau kakak jadi ngerasa aku cuekin. " Mengusap pipi suaminya dengan lembut, sedikit merasa bersalah juga karena sedari tadi memang kurang memperhatikan sang suami karena rasa kesalnya pada seseorang.
Hega memutar tubuh istrinya agar menghadap padanya, " Oh, terus sekarang ? Masih kesal ? " Kedua tangannya kini berada di kedua sisi pinggang gadisnya.
Moza menggeleng, " Makasih. " Ucapnya kemudian seraya berhambur ke pelukan suaminya.
Ehhh ????
Alis Hega malah mengerut, " Makasih ? " Moza mengangguk di dada suaminya, " Makasih untuk ? " Tanya Hega lagi.
" Makasih sudah membuat kekesalanku mereda. " Moza tersenyum dan kembali memeluk suaminya.
Menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, sesuatu hal sepele yang selalu sukses membuat dirinya merasa nyaman dan tenang.
Pria itu masih tak mendapat clue perihal apa yang telah dilakukannya yang berhasil membuat mood istrinya membaik, tampak masih bingung dan menggaruk belakang telinganya, " Memang apa yang udah aku lakukan ? " Tanyanya lagi mengintip wajah istrinya yang ada di dadanya.
Moza mendongakkan wajahnya, membalas menatap suaminya, " Pokoknya kakak sudah membuat kekesalanku menghilang. " Ucap Moza dengan tersenyum.
Hega manggut-manggut saja daripada ribet urusannya. Kemudian mengusap punggung istrinya penuh sayang.
Kemudian mengusap kepala Moza lembut, " Yank, tidur gih, perjalanannya bakalan lama. "
Gadis itu mendongak menatap sang suami, " Eum. Nanti saja, aku belum ngantuk dan mau nonton film saja. " Jawab Moza seraya melepaskan pelukannya. Kemudian duduk di sofa sembari menyalakan layar berukuran 41 inci yang ada di dalam kamarnya.
Memutar streaming drama korea terbaru True Beauty yang diperankan oleh Cha Eun Wo. Kalo Moza dan Dea bilang sih, nih aktor versi imutnya Lee Min Ho. Hehe. . .
Hadeh, kalo udah saingannya drakor, beuuh, udah nggak bisa diganggu gugat ini.
Hega mengikuti sang istri yang sudah duduk santai di sofa, menjatuhkan tubuhnya duduk di samping gadis itu, " Ya udah, tapi kalo capek langsung tidur ya, nonton nya kan bisa dilanjut nanti-nanti. " Bujuk Hega lembut.
Moza menoleh sekilas dan mengangguk, " Eum, kakak istirahat aja dulu kalo capek. " Ujarnya dengan pandangan kembali fokus ke layar televisi.
" Aku mau ke atas, ada beberapa hal yang mau aku bahas dengan Gara. Kalau butuh apa-apa, panggil saja aku, ada Sasa juga yang akan menyiapkan semua kebutuhan kamu. " Ujar Hega sembari mengusuk pucuk kepala istrinya dan mendaratkan satu kecupan manis di sana, kemudian bangkit dan hendak menuju pintu.
Jadi selain dirinya dan sang istri, Hega juga membawa serta Gara sang asisten pribadinya, merangkap sekretaris dan ajudan. Tak lupa Sasa yang merupakan pelayan pribadi sang istri.
Lagi-lagi Moza hanya mendongakkan kepalanya sekilas dan mengangguk.
Baru satu langkah, Hega kembali berbalik badan, duduk lagi di sofa dan menatap istrinya, menunda urusannya bersama Gara, " Oh iya, aku sampai lupa. "
" Eum ? "
" Soal gaun tidur kamu--- " Ucap Hega ragu.
Manik mata bulat Moza menyipit, " Iya ? Kenapa ? "
" Aku sungguh tidak tahu dan aku tidak ikut andil dalam hal itu. " Jujur Hega dengan ekspresi yang sulit diartikan.
Moza kembali tersenyum, " Iya, aku tahu kok kalau kakak tidak ada kaitannya dengan hal itu. Kan tadi aku sudah bilang kalau aku tidak marah ataupun kesal pada kakak. "
" Sungguh ? Kamu percaya ? "
Moza mengangguk mantap, " Hem, tentu saja aku percaya. Kalau tidak mempercayai suamiku, lantas aku harus mempercayai siapa ? " Menangkap wajah sang suami dengan kedua telapak tangannya.
" Huffft, untunglah. Aku kira kamu mencurigaiku kalo aku turut andil dalam hal itu. " Meskipun aku senang juga bocah gila itu melakukannya, kadang otak mesumnya bisa berguna juga. Lanjut Hega yang tentu saja hanya dalam hati.
" Lagipula kalau kakak terlibat, kakak tidak akan sekaget itu saat melihat aku memakai baju tidur yang sungguh--- " Moza memotong ucapannya sendiri, rasanya masih merinding saat mengingat gaun tidur macam apa yang dipakainya malam itu.
" Hish, sudahlah, kak. Aku tidak mau mengingatnya, aku jadi kesal lagi jika ingat hal itu. Badanku sampai merinding nih. " Ucap Moza dengan bibir mengerucut.
" Hehe, iya sayang. " Hega mengelus lembut kening Moza dan mencondongkan wajahnya ke arah istrinya, " Tapi kalo boleh jujur, aku menyukainya. " Bisiknya sensual di telinga gadisnya.
" Kamu terlihat sangat seksi dan menggoda. " Imbuhnya diikuti sebuah kecupan di bawah telinga Moza.
Glek. . .
Mendapat serangan sedemikian rupa, tentu saja membuat tubuh Moza menegang seketika. Dengan susah payah gadis itu menelan salivanya, " Ihhh, kakak mesum, geli tau. " Seru Moza sembari berusaha mendorong dada suaminya agar sedikit menjauh darinya.
Pria itu terkekeh mendengar gerutuan istrinya, kedua lengan kekarnya dengan cekatan melingkar di pinggang istrinya, " Tapi aku suka, kapan-kapan aku ingin melihat kamu memakai gaun tidur seperti itu lagi. " Pintanya dengan nada merayu.
" Enggak ihhh, nggak mau. " Menolak dengan tegas.
" Nyenening suami pahalanya gede loh sayang. " Rayuan maut kembali merajalela, ditambah puppies eyes Hega yang selalu bisa bikin hati Moza luluh dengan mudahnya.
Gadis itu reflek merapatkan kedua matanya, menggelengkan kepalanya beberapa kali, tidak mau terperdaya oleh bujuk rayu suaminya yang jelas-jelas sulit untuk dilawan olehnya. Pesona suaminya itu terlalu kuat untuk ditolak.
Tapi kali ini Moza tak mau sampai kalah. Cukup sekali saja memakai gaun seperti itu, dan ia tak mau sampai harus memakai benda seperti itu di tubuhnya untuk kedua kalinya. Satu kata, MALU.
Hega menyeringai tipis, gemas dengan reaksi istrinya yang terlihat sangat imut dengan pipi bersemu.
Cup. . .
" Istriku memang gemesin. " Ucap Hega lirih setelah berhasil mengecup singkat bibir manis istrinya.
...---------------------...
...SEBELUM LANJUT NEXT CHAPTER ...
...WAJIB LIKE DAN KOMENTAR...
...KALO ENGGAK, AKU SUMPAHIN JEMPOL KALEAN CANTENGAN ❗❗❗...