FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 47 • HeZa Satu Untuk Selamanya



...☆☆☆...


" Kakaaak. . . " Moza terpekik kecil masih terkejut dengan kehadiran sang suami yang ada di ranjang yang sama dengannya, sontak membuat tubuhnya sedikit terjengkit.


Sepertinya gadis itu belum terbiasa dengan situasi ini, bangun pagi di ranjang yang sama dengan seorang pria tampan yang dicintainya. Dan terlebih lagi dalam kondisi polos tanpa busana, bagaimana bisa terbiasa jika dia punya suami yang semeresahkan ini.


Tidak hanya wajah tampan, tapi postur tubuh proporsional yang juga seksi menggoda. Belum lagi senyum menawannya yang dihiasi dua lesunp pipi yang membuat sang suami semakin tampan saja. Dan jangan lupakan rambut berantakan ditambah suara serak bass nya yang membuat hati Moza berdesir setiap berhadapan dengan sang suami.


Moza begitu gugupnya ketika merasakan tubuh polosnya bersentuhan dengan tubuh sang suami. Hingga tanpa pikir panjang, gadis itu reflek menarik diri dari dekapan suami tampannya.


Tapi tentu saja untuk lolos dari sang suami tidak akan semudah itu.


Karena tentu saja lengan kokoh Hega selalu sigap menangkap pergerakan istri cantiknya itu. Kedua lengan Hega sudah melingkar di pinggul ramping Moza saat terasa gerakan mundur dari tubuh gadis itu.


DEG . . .


" Ka-kak, le-pas ! " Gugupnya saat dirasakan tangan Hega menyentuh kulit pinggul dan punggungnya, belum lagi tubuhnya yang kembali menempel erat di tubuh suaminya.


Pria tampan itu menyeringai kecil, " Tidak mau. Memangnya kamu mau kemana ? Ini masih pagi loh. " Enak saja mau kabur, aku belum puas sayang-sayangan di pagi hari.


" Aku mau cuci muka, kak. Auwh. . . " Kembali terpekik saat berusaha melepas diri dari dekapan suaminya. kali ini disertai ringisan kesakitan di beberapa anggota tubuhnya, terutama di bagian bawah tubuhnya.


" Kenapa ? Masih sakit, kah ? " Hega terlihat cemas melihat ekspresi istrinya yang menahan sakit.


" Sedikit. " Lirih gadis cantik itu dengan ekspresi menahan nyeri.


" Maaf. " Sesalnya kemudian karena sempat berniat mengerjai istrinya di pagi hari, Moza menggeleng dan tersenyum, mengisyaratkan jika dirinya baik-baik saja dan suaminya tidak perlu meminta maaf.


" Ayo, aku bantu ke kamar mandi. " Moza menggeleng pelan, jantungnya terasa berdegup kencang.


Astaga, benar apa kata Rena. Wajah ini sangat berbahaya, bukan hanya bisa kena diabetes, malahan aku harus bersiap-siap kena serangan jantung jika setiap pagi melihat wajah tampan ini.


Manik mata Moza tak berkedip sedikitpun memandang wajah tampan suaminya, apalagi jarak keduanya yang begitu dekat dan intim. Jantung Moza rasanya mau meledak saking berdebarnya.


Bahkan sekilas kembali tergambar di ingatannya tentang olahraga panas yang semalam mereka lakukan. Wajah Moza seketika memanas, debaran jantungnya kembali terpompa cepat.


Ampun, kenapa otakku bisa semesum ini sih ?!!!


Gadis itu reflek menggelengkan kepalanya seolah ingin mengusir sesuatu dalam kepalanya. Hega tersenyum gemas melihat ekspresi wajah istrinya yang jelas-jelas sedang memikirkan sesuatu yang nakal, terlihat dari rona merah yang menghiasi pipi putih gadis itu.


" Aku tau aku tampan, tapi kalo kamu ngeliatnya sampai segitunya aku juga bisa malu loh, sayang. " Goda Hega diikuti kedipan mata nakal.


" Ish, dasar narsis. " Moza memalingkan wajahnya kesal, tak bisa mendebatnya. Karena memang kenyataannya suaminya itu sangat amat tampan.


" Kyaaaa. . . Kakaaaak. . . Turunkan aku kak !" Moza memekik tatkala tubuhnya yang terbungkus selimut sudah melayang di udara. Ah, dan sejak kapan suaminya itu sudah memakai bawahan piyama tidurnya ?


Sepertinya aku jadi sering linglung. Moza menggelengkan kepalanya.


" Ssstttt . . . Jangan sekarang teriaknya, kita lanjut di bathub aja yuk ! " Ucap Hega diiringi seringai mesumnya.


" Aaaaaa. . . kakak mesuuuum. " Memukul pundak suaminya gemas, dan tentu saja itu tidak menghentikan niat jahat Hega untuk melancarkan aksi nakalnya di kamar mandi.


Dan begitulah pagi mesra setelah perhelatan ritual malam pertama pengantin baru, dan si suami bucin telah meningkat level posesifnya. Pria itu tidak membiarkan sang istri melangkah barang sejengkalpun dari kamar. Bahkan untuk acara sarapan, makan siang hingga makan malam pun mereka lakukan di kamar.


Hega benar-benar memanjakan istrinya, membuat Moza diperlakukan layaknya ratu.


Alasannya hanya satu, Hega tak ingin istrinya kelelahan. Karena masih ada misi lanjutan yang akan dia laksanakan nanti malam. Apalagi jika bukan membawa istrinya terbang ke nirwana yang sebenarnya. Dan kali ini Hega bertekad benar-benar akan menghabisi istrinya hingga keduanya sama-sama menyerah dalam peluh dan lelah.


▪ ▪ ▪


Moza masih nyaman dengan lamunannya, bahkan berlanjut pada malam kedua mereka semalam. Saat suaminya kembali mengerjainya semalaman suntuk. Setelah memperlakukannya layaknya ratu seharian penuh.


Sepertinya suaminya itu sedang balas dendam karena tidak bisa memangsa dirinya saat malam pertama mereka.


Tapi tetap saja Moza merasa bersyukur, karena suaminya cukup pengertian dengan memberikan jeda setelah pengalaman pertama dirinya yang pasti menyisakan rasa sakit di bagian intinya.


Dan mengingat kejadian setelah pesta saja sudah membuatnya malu bukan main, apalagi ketika pagi hari ia mendapati tubuh suaminya yang putih dihiasi goresan-goresan kemerahan akibat kuku-kuku cantiknya.


Belum lagi ingatan malam kedua yang baru saja berakhir hampir subuh tadi, tubuhnya hampir dibuat remuk oleh sang suami.


Hingga tanpa sadar gadis itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya seraya menggelengkan kepalanya acak. Saat mengingat tidak hanya tanda bekas cakaran saja yang ada di tubuh sang suami, melainkan tanda lain yang membuatnya malu setengah mati.


Ctak. . .


" Auwh, kakaaaak. " Sentilan lembut di keningnya sepertinya mulai membawa kesadaran Moza. Bukan karena sakit, melainkan karena kaget.


Dan sebenarnya Hega pun sama sekali tidak berniat mengganggu lamunan sang istri, justru dia sedang sangat menikmati wajah imut dan polos istrinya yang tersipu malu-malu dengan lamunannya sendiri.


Tapi tidak berlaku bagi manusia yang sedang ribut di luar sana. Yang sedari tadi sepertinya sudah sibuk entah melakukan apa di ruang tamu Presidential Suite itu.


" Hega, Momo.  .  . Sampai kapan kalian akan terus di dalam sih ?! " Ditambah teriakan melengking sang bunda yang semakin membuat gadis itu sadar sepenuhnya.


Dan saat tersadar, makhluk sempurna ciptaan Tuhan yang kini menjadi sudah menjadi suaminya itu masih ada di hadapannya.


Menatapnya dengan mesra, tidak lupa senyum tampan dan lesung pipi mempesona. Membuat Moza kembali menelan salivanya dengan susah payah.


B L U S H.  . . Pipinya merah padam.


Aduh, berapa lama aku melamun tadi ? Kak Hega tidak mungkin tahu kan apa yang tadi aku lamunkan ?!


" Hei, apa yang baru saja istriku ini lamunkan sampai-sampai wajahnya merona semerah ini, hem ? " Goda Hega tak lupa senyum nakalnya sembari mencapit hidung mancung sang istri dengan jemarinya.


" Eh ? " Memegangi pipinya sendiri.


" Pasti istriku tadi sedang teringat olahraga panas kita semalam, hem.  Tidak usah dibayangkan, kita masih punya banyak waktu mengulanginya lagi. " Semakin mendekat ke arah Moza.


" Kakak, ihhh. . . sana jauhan, aku mau bangun. " Mendorong tubuh suaminya yang sedang dalam mode usil, Hega malah terkekeh kegirangan melihat tinggal imut istrinya yang nampak kesal namun menggemaskan.


Sepertinya ini yang dinamakan, The Real Sweet Morning. And I love it. [ Pagi yang benar-benar manis. Dan aku menyukainya ]. Batin Hega dengan senyum mengembang di wajah tampannya.


Inilah kebahagiaan nyata dalam hidupnya, bertemu dengan cinta pertamanya dan menikahinya. Dan ia pastikan hanya Tuhan yang bisa memisahkan dirinya dengan sang pujaan hatinya.


~ HeZa ~ Hega dan Moza, satu untuk selamanya. ❤


.......


.......


.......


...--------------- The End ----------------...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...✏ Thanks for reading this story....


...[ Terima kasih sudah membaca karya ini ]...


...〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️...


...Ending nya gini cukup kan ya sayang ?...


...Makasih loh buat yang udah selalu like semua chapter nya. Kalian adalah penyemangatku. 😘...