FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 166 • Berusaha Bertahan



Seorang pria mendorongnya masuk ke dalam ruangan kosong, Gadis itu terjerembab di atas lantai dan kepalanya membentur ujung meja, keningnya tergores mengeluarkan darah menetes di sudut dahinya.


" Hei hei hei, jangan kasar begitu dong ! Masa kalian memperlakukan wanita cantik dengan buruk seperti itu ? Sasar tidak sopan. " Suara arogan pria mencibir dengan decihan yang nyaring.


Moza seketika menoleh, menuju asal suara. Disana ada seorang pria yang duduk di sofa dengan angkuhnya.


" Siapa anda ? Kenapa anda memperlakukan saya seperti ini ? Saya bahkan tidak mengenal anda. "


" Hahaha. . . Kita memang tidak saling mengenal, nona manis. Tapi kau akan segera mengenalku. "


" Dan kenapa hal seperti ini bisa terjadi padamu ? Mungkin kau bisa menyalahkan saja nasibmu karena menikahi orang yang salah, Nona. "


" Apa maksudnya ? "


" Setelah sekian lama menunggu akhirnya tiba juga saatnya aku bisa membalas dendam pada suamimu itu. " Pria itu kembali tergelak riang, bagaikan anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru.


" Apa anda mengenal suami saya ? "


" Oh, tentu saja. Siapa yang tidak kenal Hega Saint ? Putra mahkota Saint Group, atau yang lebih dikenal dengan Golden Imperial Group. "


" Suamimu itu sangat terkenal, nona. Selain itu dia juga memiliki banyak saingan bisnis. "


" Sebenarnya apa yang anda inginkan dengan menculik saya ? " Moza tadinya berpikir ini adalah ulah kompetitor bisnis kakek Suryatama, tapi sepertinya sasaran pria ini adalah Hega, suaminya.


" Yang aku inginkan ? Emmmm... Tentu saja membalas dendam, hahaha. . . " Kali ini tawanya lebih menggelegar.


" Kenapa ? "


" Kenapa kamu tanya ? Tentu saja karena suami aroganmu itu sudah menghancurkan kehidupanku. Tidak hanya memasukkanku ke penjara. Tapi dia juga memisahkan aku dengan istri dan kedua anakku. "


Moza menggeleng. " Tidak. Tidak mungkin kak Hega melakukan hal seperti itu. "


" Hahaha. . . Kamu tidak tahu apa-apa Nona cantik. Yah, tentu saja dia hanya akan menunjukkan sisi manisnya saja pada istrinya yang cantik ini. " Dengan lancang jemari besar sedikit kasar itu menyentuh ujung rambut Moza yang terurai berantakan.


" Jangan sentuh !!! " Moza memekik sambil menghempas tangan lelaki di hadapannya.


" Hhahaha. . . Galak sekali, memang layak disebut sebagai wanitanya si monster es itu. Dan sungguh tidak kusangka si monster es itu akhirnya memiliki kelemahan juga. "


" Tapi sayang sekali, dia juga akan kehilangan istri yang sangat dicintainya ini. "


" Ah, bagaimana kalau kamu bersamaku saja, nona ? Aku akan menyenangkanmu. "


" Jauhkan tangan anda dari saya ! "


" Ckckck, untuk apa jual mahal lagi ? Toh suamimu pasti sudah tidak menginginkanmu. Pasti dia juga sedang bersenang-senang dengan istri dan anakku yang dia sembunyikan entah dimana. Dan kamu hanya sebagai cabang untuk menutupi kebusukannya. "


" Dia tidak sebaik yang kau kira, nona cantik. "


" Tidak, tidak mungkin Kak Hega seperti itu. "


" Terserah kamu mau percaya atau tidak. Nyatanya dia menyembunyikan istri dan anakku selama hampir setahun ini. Dan apakah dia pernah bercerita tentang hal itu padamu, nona cantik ? "Pertanyaan yang lebih terdengar seperti ledekan itu menggema di telinga Moza.


Beberapa kali Moza menggelengkan kepalanya, agar ia tidak terpengaruh oleh kata-kata buruk dari pria yang tak dikenalnya itu.



Disekap selama lebih dari tiga hari di tempat asing, oleh orang asing. Tidak hanya penampilan Moza yang kacau, tapi mentalnya mulai sedikit terusik.


Sekuat tenaga Moza bertahan, otaknya terus mengirim stimulasi ke hatinya agar tetap kuat. Ada banyak orang yang menunggunya di rumah, mereka pasti tengah sangat cemas atas menghilangnya dirinya. Terutama suaminya, Moza yakin jika pria itu saat ini juga tengah mencari dirinya.


Tinggal menunggu waktu hingga suaminya menemukan keberadaannya. Dan Moza percaya akan hal itu. Jadi yang perlu ia lakukan sekarang hanyalah bertahan.


Meskipun ruangan asing ini terasa menyesakkan, tapi Moza tidak ingin kalah oleh keadaan.


Dan pagi itu, entah hari beberapa Moza berada di sebuah kamar berukuran terlebih dari empat meter persegi itu.


Moza terbangun, tubuhnya bergerak perlahan dengan sedikit meringis menahah nyeri di keningnya akibat benturan kemarin.


Samar-samar ia mendengar suara ricuh dari luar kamar.


" Aku tidak mau tahu, singkirkan wanita itu secepatnya ! "


" Hei, kau bukan boss yang bisa seenaknya memerintah, nona. Disini status kita sama, kita bekerja sama, bukan antara majikan dan pelayannya. Jadi jaga ucapanmu, hah ! "


" Tapi itu kesepakatan kita dari awal. "


" Cih, aku setuju untuk menjauhkan wanita itu dari suaminya. Tapi aku tidak pernah mengatakan akan membunuhnya. "


" Apa maksudmu ? "


" Aku memang brengs*k, tapi aku bukan pembunuh. Kalau kau mau membunuhnya, lakukan sendiri dengan tanganmu ! "


" Kau pikir aku takut, hah ?! "


" Lakukan saja ! Dan setelah itu maka kesepakatan kita batal, dan jangan libatkan aku dalam rencanamu lagi ! "


" Brengs*k kau, Radit ! "


" Thanks, bastard is my middle name. [ Terima kasih, bajing*n adalah nama tengahku. ] " Radit terkekeh.


" Lalu apa rencanamu sekarang ? " Wanita itu tampaknya mulai kesal karena apa yang terjadi tak seperti yang ia mau.


" Kau tidak perlu tau, lakukan saja bagianmu ! Bukankah aku sudah memberi kau kesempatan mendekatinya dengan bebas, hah ?! "


Alis wanita itu menyatu menatap nyalang Raditnya.


" Gunakan keahlianmu menggoda. Masa dengan penampilan sempurnamu ini kau tidak mampu mendekatinya ? Ck Ck Ck... sayang sekali kalau begitu. "


" Berhenti omong kosong. Segera kau bawa wanita itu sejauh mungkin sebelum Hega Saint bisa melacak jejaknya. "


" Oh, itu sudah pasti. Aku akan membuat bajing*n itu menderita karena tidak bisa menemukan wanitanya, hahahaha... "


" Dan setelah itu giliranku masuk dalam hidupnya, menjadi ratu di Saint Grup. " Sahut si wanita dengan angkuh.


Radit lantas mendesis dengan tatapan mengejek. " Heh, tapi aku ragu kau bisa melakukannya. Si sialan itu bahkan tidak merespon godaanmu selama bertahun-tahun. Lalu apa yang membuatmu percaya diri kali ini bisa mendekatinya ? "


" Kau tidak perlu tahu. Lakukan saja bagianmu ! Singkirkan sejauh mungkin wanita itu sebelum Hega menemukannya atau aku yang lebih dulu menghabisinya. "


" Hah ! Aku mungkin tahu kenapa mantan boss dan juga temanku itu tidak pernah melirikmu. "


" Dia jelas-jelas sudah mencium bau busuk dari dalam organ hatimu. Hahaha...! " Radit mencibir tajam dan menyakitkan.


" Brengs*k !! Sudah tidak ada gunanya aku disini, lebih baik aku pergi daripada meladeni pria gila sepertimu. " Wanita itu langsung bangkit dari kursinya, menuju pintu keluar.


Namun sebelum membuka pintu. Raditya meneriakinya. " Hei, jangan lupa kau transfer uangnya, aku juga butuh makan. "


Wanita itu menoleh sekilas dan berdecih kemudian membuka pintu dan membanting keras benda yang terbuat dari kayu itu.


" Dasar wanita sialan. Mana mau Hega dengan wanita arogan sepertinya. " Radit tertawa mengejek, bagaimanapun Radit cukup mengenal Hega Saint. Mereka berteman semenjak sama-sama kuliah di LA, dekat dan kemudian berbisnis bersama.


Selama bertahun-tahun mengenal Hega, tidak sekalipun Radit melihat Hega masuk ke klub malam dan minum alkohol ataupun bermain wanita.


Sekali ia lihat pria itu disana adalah saat Hega menyeret Bara untuk keluar dari tempat yang lebih banyak maksiatnya itu.


Jadi mana mungkin pria lurus seperti Hega akan tertarik pada wanita yang menjadikan club malam sebagai rumah keduanya.


Radit duduk sembari memegang gelas anggur di tangan kirinya, melirik ke arah pintu kamar dimana ia menyekap tawanannya.


" Sayang sekali, seandainya kau tidak begitu arogan mencampuri urusanku dan diam saja di posisimu sebagai pimpinan GIG. Tentu saat ini kau masih bisa bersama dengan istrimu. "


" Toh bukankah HEART tidak ada apa-apanya dibandingkan kerajaan bisnis yang sekarang ada di bawah kendalimu. Jadi jangan salahkan aku jika sekarang aku membalasmu. " Pria itu menyeringai puas. Ia akan melihat sampai sejauh mana teman lamanya itu bertahan.


***


Ngetik ngebut ya !! besok kalo nggak repot aku cek lagi siapa tahu ada typo. Maafkan 🙏🏼🙏🏼🙏🏼