FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 54 • [ Honeymoon ] Hadiah Pernikahan



...⚠️ Comment nya jangan pelit...


...☆☆☆...


Kedua mata Moza tak berkedip menatap area pantai yang begitu indah itu, air laut yang jernih, pasir putih yang membentang, betapa bahagianya jika ia nanti berlarian di pinggir pantai dan bermain air laut.


Merasakan lembutnya pasir putih dan sejuknya air laut menyentuh kakinya, membayangkannya saja sudah membuat senang bukan kepalang.


Moza kembali menatap suaminya dengan tatapan antusias, " Beneran ini punya kakak ? " Tanyanya kemudian masih tak percaya.


" Hmm. Hadiah pernikahan untuk kamu . . . " Hega kembali memutar tubuh istrinya, mendekapnya dari belakang, kemudian mengecup pipi kanan istrinya, dan kembali menyandarkan dagunya di bahu kanan istrinya.


Lagi-lagi Moza dibuat ternganga dengan mata terbelalak, " HAAAAA. . . "


Cegluk. . . Begitu syoknya sampai Moza kesulitan menelan ludahnya sendiri.


Sebenarnya segila apa sih pria yang dinikahinya ini ??? Sepertinya hal itulah yang sekilas terlintas di benak gadis itu.


Banyak hal berlebihan yang dilakukan pria itu untuknya, dari kado ulang tahun berupa kalung berlian yang akhir-akhir ini baru dia tahu dari Renata jika harga kalung itu bisa mencapai seratus milyar. Belum lagi cincin lamaran yang diberikan Hega saat melamarnya di rooftop garden beberapa waktu yang lalu.


Dan jangan lupakan mas kawin pernikahan mereka yang sepertinya harganya juga sangat fantastis.


Hega kembali mengintip wajah istrinya dari samping, " Kenapa ? Kamu tidak suka ? "


What ? Hadiah pernikahan ? S-sebuah pantai ? Ehhh ?


Moza tampak mencoba memahami maksud ucapan suaminya, dan gadis itu kembali dibuat menghela nafas dengan kelakuan suaminya yang sungguh tak terduga.


Bugh . . .


Dan lagi-lagi satu pukulan mendarat di lengan pria tampan itu, saat Moza menyadari sepenuhnya arti ucapan suaminya, " Dasar boros, apa kakek tahu kalau kakak menghabiskan uang untuk hal seperti ini, huh ?! "


Bukannya merasa bersalah, pria itu malah mengernyit heran, " Kenapa kakek harus tahu ? Aku kan menggunakan uangku sendiri untuk membahagiakan istriku. " Jawabnya santai, membuat Moza kembali dibuat terkejut, tuh kan segila apa suaminya ini si ???


Belum juga sempat berkomentar, suaminya kembali bersuara, " Lagipula kalaupun aku memakai uang kakek untuk semua ini, aku yakin pasti kakekpun tidak akan keberatan. Kan aku menggunakannya untuk membahagiakan cucu menantu kesayangannya. "


Heh ???? Pinter banget kan ngelesnya ??? Bang Hega gitu loh. 😉


Moza melirik wajah suaminya dengan sedikit sebal, " Ihhh.. pinter aja ngelesnya. " Balas Moza sambil mencubit lengan suaminya dengan gemas.


Sudahlah, tak akan pernah ada habisnya mendebat suaminya


" Hahaha... Itu kan juga salah satu pesonaku, hem. " Hega malah kembali terkekeh.


" Idih narsis . . . " Cibir Moza seraya merotasikan kedua matanya jengah dengan kanarsisan sang suami.


" Akui saja sayang, jika aku tidak pandai bicara seperti ini mana mungkin aku bisa menarik perhatian kamu dan kemudian mendapatkan hatimu. " Balas Hega sambil mengeratkan pelukannya di perut sang istri.


Hahaha. . . Iya juga sih, waktu pdkt dulu aku hampir selalu tak bisa menang melawan mulut manisnya itu. Tapi kenapa harus berlebihan seperti ini si ????


Moza mengangguk-angguk setuju kemudian memutar badannya, melingkarkan kedua lengannya di leher sang suami. Kemudian menatap suaminya dengan tatapan merayu plus senyum manisnya.


Hega menaikkan satu alisnya, " Kenapa ? "


" Kak, ayo kita jalan-jalan di pantai. " Pinta Moza mesra.


Hega mengeratkan pelukannya, merapikan anak rambut istrinya yang tertiup angin dengan jemari tangan kanannya, menyelipkannya di belakang telinga sang istri, " Nanti saja ya, sayang. Kita istirahat dulu, sekalian bebersih badan. "


Moza terlihat menunduk kecewa, dan dengan lembut Hega mencapai dagu istrinya, membuat gadisnya agar kembali menatapnya.


" Hei, kok cemberut ? "


" Bentar aja, kak. Sekalian liat sunset, yah please. " Rengeknya manja.


" Nanti ya sayang, masih banyak waktu buat lihat sunset dan jalan-jalan. Memangnya kamu nggak lapar ? Nggak lengket badannya ? Nggak ngerasa jetlag dan mau istirahat dulu gitu ? " Tanya Hega beruntun.


Moza tersenyum tipis dan mengangguk, karena sepertinya suaminya benar, mereka butuh istirahat untuk saat ini. Efek jet lag masih terasa, jadi Moza menahan diri untuk merealisasikan keinginannya berlarian di pantai. Setidaknya ia harus mengumpulkan tenaganya dulu agar bisa puas bermain.


" Ayo kita masuk dulu. " Belum sempat sang istri merespon, tubuh rampingnya sudah melayang di udara.


" Kyaaa. . . Kakak, aku bisa jalan sendiri. "


" Tidak boleh, nanti kaki kamu luka kalau jalan tanpa alas kaki. "


Ehhh ???


Moza melirik kakinya, baru sadar jika kakinya memang telanjang tanpa alas kaki, gadis itu kemudian tersenyum, " Nanti kakak kelelahan kalo terus menggendongku seperti ini. "


" Tidak akan, aku senang melakukannya. Lagipula istriku ini seringan bulu angsa, tidak berat sama sekali. " Tukasnya disela langkah kakinya menuju bangunan mewah yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama satu minggu kedepan. Atau bisa saja lebih, siapa tahu si presdir Saint itu akan memperpanjang masa bulan madunya.


" Hish, terus aja ngegombalnya. "


Tak perlu waktu lama untuk sampai di villa mewah yang sudah Hega bangun dan renovasi setahun lalu.


" Kak, ini-- "


" Hem, bagian dari mas kawin pernikahan. "


" Heh ???? " Manik mata kecoklatan Moza kembali mengerjap beberapa kali.


Ya ampun, harus berapa kali aku terkejut hari ini ? Jantungku masih kuat kah menerima kejutan lagi ?


" Kenapa kak Ragil dan Rasa berdiri disini ? Kenapa tidak masuk ? " Tanyanya pada pria yang selama ini menjadi pelindungnya secara diam-diam itu.


" Kami menunggu anda, Nona. "


Moza mengernyit heran, " Kenapa ? Kalian kan bisa masuk terlebih dulu dan beristirahat tanpa menunggu kami. "


" I-itu. . . " Terlihat jelas raut kebingungan dari wajah tampan dan tegas Ragil Anggara.


Hega menurunkan istrinya di kursi berbahan kayu yang ada di teras villa, memberi isyarat pada Gara hanya dengan tatapan mata, pria itu lantas mengangguk dan membisikkan sesuatu kepada Sasa.


Gadis belia yang menjadi pelayan pribadi istri tuan mudanya itu seketika dengan sigap membuka salah satu tas, mengeluarkan sebuah handuk dan mendekat ke arah kursi dimana nona nya duduk.


Hega mengambil alih handuk kecil itu dari tangan Sasa, kemudian duduk berjongkok di hadapan istrinya, mengangkat telapak kaki istrinya dan membersihkan sisa tanah yang menempel dengan handuk pemberian Sasa.


" Itu karena mereka tidak bisa membuka pintu, sayang. " Sahutnya disela kegiatannya membersihkan kaki istrinya.


" Kak, biar aku saja. " Hendak meraih handuk dari tangan suaminya, sungguh tak enak hati jika suaminya itu melakukan hal seperti ini padanya, apalagi di hadapan orang lain.


" Ssshhh, diam saja dan duduk dengan tenang. "


" Eh iya, kenapa pintunya tidak bisa dibuka ? Kuncinya hilang ? Pintunya rusak ? Atau--- " Yang benar saja, ini villa mewah loh, bukan rumah kontrakan, masa pintunya rusak ???


" Tentu saja karena kuncinya ada pada pemiliknya. " Sela Hega lagi, menyelesaikan tugasnya dan bangkit berdiri, memberikan handuk kotor di tangannya pada Sasa.


" Ooooh, . . " Moza mengangguk-angguk, " Ya sudah kak, berikan kuncinya pada Sasa, mereka pasti juga lelah dan ingin segera istirahat. "


" Tidak bisa. " Jawab suaminya lagi, kali ini pria itu tengah membungkuk, menenteng sepasang sandal rumah yang sudah disiapkan oleh Sasa, dan meletakkannya tepat di depan kaki istrinya.


...------------------...


...NOTE :...


...Gaya cerita aku emang gini ya, ada kalanya detail banget kejadian selama seharian bisa dibahas beberapa chapter....


...Ada kalanya juga langsung lompat ke beberapa hari, beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian....


...So yang udah mampir disini semoga masih bisa menikmati gaya cerita aku yang memang selow motion....


...And thanks for your support....


...Kali aja ada yang mau bantu share cerita ini di sosmed kalian, siapa tahu ada yang butuh " suami halu " ....



Follow IGEH @sherinanta 😘