FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 30 • Drama Pagi Pengantin Baru



...Thanks yang masih setia nunggu update 😘😘...


...HAPPY READING ❤❤❤...


.......


.......


.......


...' Aku tidak akan lagi membiarkan kamu terluka. Karena jika kamu luka maka duniaku yang akan porak-poranda. '...


...~ Hega Airsyana ~...


...☆☆☆...


Hega bisa melihat kesedihan di mata istrinya, padahal Moza sudah berusaha sebaik mungkin untuk menahan perasaan dan ekspresinya. Namun sepertinya usahanya sia-sia, tetap saja gadis itu tidak bisa menyembunyikan luka hatinya dari sang suami.


Hega menahan diri untuk tidak bertanya apa yang barusaja dipikirkan pleh istrinya. Dia memilih untuk segera membawa istrinya turun dan bergabung dengan keluarga yang sudah menunggu mereka agar kepala istrinya itu tidak dipenuhi pikiran buruk, dan berhenti memikirkan hal yang tidak-tidak.


" Udah ah, yank, yuk kita turun aja ya ! " Bujuk Hega lembut, sambil memainkan jemarinya kembali di rambut dan telinga sang istri membuat gadis itu menggeliat kegelian.


Tapi Moza tidak bisa menghindar karena tubuhnya yang masih terhimpit diantara dinding dan kuasa suaminya yang masih terlihat enggan melepaskan kungkungannya.


" Kaaak, geli ihhh. " Moza menggerakkan bahunya ketika bibir suaminya sudah berhasil mendarat lembut di bagian leher bawah telinganya, mengecup lembut di sana.


" Makanya ayo turun aja ya, kalau kita di kamar terus, imanku mendadak lemah nih. " Godanya jahil dan menggigit kecil ujung telinga istrinya.


Moza berdecih malas, mulai lagi deh mulut manis suaminya kambuh. Dan kenapa harus gigit segala sih ?


Hega kembali menegakkan kepalanya, menatap manik mata istrinya, " Lagipula, pasti semua udah pada nungguin kita di bawah. Nanti aku dikira lagi iya iyain kamu lagi di kamar nggak turun turun, kan gak enak aku sama ayah bunda jadinya. Padahal malam pertama cuma dapat cium doang. " Imbuh Hega sebelum istrinya kembali buka suara menyela ucapanannya.


Ditambah lagi Hega sengaja memasang ekspresi puppies eyes, dengan bibir sedikit manyun, membuat Moza tersenyum gemas dengan tingkah suaminya yang terlihat begitu memelas.


Tingkah imut suaminya itu benar-benar membuat Moza hanya bisa mengelus dada dan beristigfar banyak-banyak. Bukan karena kesal, tapi biar dirinya tidak tergoda oleh pesona suaminya itu maksudnya.


Kan bahaya kalau Moza ikut tergoda dan berlanjut meladeni tingkah mesum suaminya. Bisa-bisa mereka beneran akan terlambat ke bandara.


Dan sebenarnya ada sedikit rasa bersalah karena semalam dirinya tidak memberikan apa yang suaminya mau karena memang terlalu lelah. Dan untung saja suaminya itu mau mengerti.


" Kalau bukan karena aku takut kamu kelelahan karena masih akan ada acara resepsi nanti malam, pasti udah aku lahap habis kamu semalam, hem. " Sambung pria itu dengan nada nakal, kali ini ia setengah berbisik di telinga Moza, membuat gadis itu merona dan langsung menatap galak sang suami. Hega malah mengerlingkan satu matanya, sangat menggoda.


" Kakak iih. . . Emang aku lalapan apa dilahap. " Protes Moza.


Hega kembali tercengir melihat ekspresi menggemaskan istrinya yang sedang menggerutu dengan wajah cemberut.


Syukurlah, setidaknya untuk saat ini istrinya bisa teralihkan dari pikiran-pikiran atau memori yang bisa saja membuat suasana hatinya memburuk.


Secara kan saat ini mereka sedang butuh menjaga stamina dan mood agar tetap baik untuk menjalani prosesi resepsi yang akan digelar malam nanti.


Huft, sebenarnya Moza tidak ingin mengadakan pesta mewah. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena ini adalah permintaan sang kakek. Secara memang sudah sangat lama sekali sejak terakhir kali Suryatama mengadakan pesta mewah.


Dan moment pernikahan cucu lelaki satu-satunya adalah sebuah keharusan baginya untuk dirayakan. Dan itu juga salah satu wasiat dari almarhumah menantunya, ibu kandung Hega. Nadira berpesan pada ayah mertuanya, jika kelak pernikahan putranya dan gadis mungil kesayangannya itu haruslah digelar secara mewah.


Jadi Moza tidak ingin membuat kecewa sesepuh keluarga besar Saint itu, bagaimanapun kakek Suryatama selalu memperlakukan dirinya dengan baik dan penuh perhatian serta kasih sayang. Dan Moza juga menyayangi sang kakek, jika pesta ini bisa menyenangkan hati kakek Suryatama, maka sekali saja Moza akan menyingkirkan sejenak ego dan idealisme nya.


Pernikahan megah yang diimpikan banyak wanita, meskipun ia tahu gadisnya tidak seperti kebanyakan wanita di luar sana.


Moza sangat istimewa, pribadi maupun karakternya. Dan karena ia adalah gadis yang luar biasa, maka moment pernikahan sekali seumur hidupnya haruslah juga istimewa dan luar biasa.


" Awas aja nanti setelah pesta, siap-siap lembur semalaman, istriku sayang. " Bisik Hega lagi di telinga sang istri yang tentu saja membuat kedua manik mata Moza membolak seketika dan bulu kuduk gadis itu meremang saat mendengarnya.


Ingin kembali mengomel, tapi terlambat, bibirnya sudah berhasil dibungkam oleh bibir suaminya.


C U P . . .


" Kakaaak. . . " Secepat kilat Hega berlari keluar kamar setelah mengecup singkat bibir ranum sang istri.


Dan sebelum capitan jari lentik istri cantiknya mendarat lagi di salah satu bagian tubuhnya, lebih baik kabur saja.


Pipi Moza langsung merona, dan gadis itu hanya bisa menghela nafas sambil memegangi dadanya yang terasa dag dig dug.


Kemudian menepuk kedua pipinya pelan, " Ya ampun, jantung aku sehat gak sih ? Kayaknya aku beneran harus buat scedule untuk periksa jantung di rumah sakit. Huft. . . Huft. . . " Gumamnya sambil mengipasi wajahnya yang terasa panas dan meniup-hidup kecil berharap bisa meredakan rasa gerah yang mendadak menghampirinya.


Kemudian kembali tersenyum kala mengingat tingkah menyebalkan suaminya yang selalu bisa membuat suasana hatinya bagaikan naik roller coaster.


Hega memang selalu punya cara untuk membuat gadisnya itu tersenyum dengan segala ide jahil dan tingkah nakalnya. Merubah istrinya yang bad mood menjadi good mood dengan mudah.


Satu hal yang akan membuat siapa saja geleng-geleng kepala melihatnya. Bukan karena kejahilannya, tapi karena tidak akan ada yang menyangka jika si monster beruang kutub itu punya sisi manis sekaligus nakal seperti itu.


Setelah dirasa cukup mengatur ritme nafasnya, Moza langsung menyusul, mengikuti langkah suaminya yang sudah terlebih dulu menuruni tangga. Tapi ternyata pria itu bukannya langsung menuju meja makan.


Tampak Hega berdiri bersandar di ujung pegangan tangga, jika ditanya sedang apa ?


Jawabannya, tentu saja sedang menunggu istrinya.


" Ayo ! "


Moza tersenyum kala melihat suaminya mengulurkan tangan padanya, dan tentu saja ia membalas uluran tangan sang suami. Kemudian keduanya melangkah bersama menuju meja makan dimana semua anggota keluarga Dama sudah ada disana, ayah, bunda dan si bungsu Ryuza.


" Hish, ini nih pengantin barunya yang dari tadi di tungguin. " Gerutu Ryuza, yang langsung mendapat tepukan di punggungnya dari sang kakak.


Setelah sarapan semua langsung bersiap menuju bandara, nyatanya disana semua orang sudah menunggu kedatangan Hega dan Moza beserta keluarga Dama.


Untung saja pesawat yang akan mereka naiki adalah jet pribadi Suryatama, yang memang sudah dipersiapkan khusus untuk akomodasi acara penting sang cucu.


Jadi jadwal keberangkatan masih bisa diatur ulang sesuai keinginan, tentu saja mengunggu kehadiran kedua tokoh utama.


Coba saja kalau mereka harus naik penerbangan reguler, beuhhh. . . Mana mungkin para kru pesawat masih bisa terlihat santuy dan senang hati dengan masih bisa tersenyum ramah saat harus menunggu penumpang yang datang seenak jidatnya saja.


Yeah, tentu saja jika bukan karena drama pagi si pengantin baru, tidak mungkin jadwal penerbangan mereka akan tertunda hingga satu jam lamanya.


" Ck. . . Pengantin baru sih pengantin baru, tapi enggak satu jam juga kali telatnya, boss. "


...---------------------...


✏ Hayo siapa yang pagi-pagi bikin gara-gara sama beruang kutub ?