FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 24 • Kami Akan Bahagia



...Aku sudah capek minta kalian buat hanya sekedar kasih like dan komentar, jadi terserah kalian aja....


...Biar HATI NURANI kalian yang bicara....


...Selamat Membaca ❤❤...


...☆☆☆...


Hega yang sudah terengah-engah setengah mati mengejar Arka hanya bisa terus memaki sahabat gilanya yang masih saja terus menyumpahi dirinya sambil berlari menghindari kejaran Hega dengan tawa mengejeknya.


Benar-benar sahabat siyalan, pikirnya.


Dan entah kenapa tubuhnya merinding mendengar setiap sumpah serapah Arka, seolah sumpah itu mulai menempel di sekujur tubuhnya.


 


Meskipun sebenarnya bukan ide buruk juga sih jika dirinya menikahi si cantik mungil itu suatu hari nanti.


Daripada dirinya berakhir menikahi pilihan orang tuanya, bukankah lebih baik menikah dengan gadis yang memang sudah dikenalnya.


Apalagi Moza kecil juga begitu manis, tidak akan sulit mencintai sosok si mungil yang cantik menawan itu. Karena memang benar kata Arka, adik chubby-nya itu pasti akan jadi gadis yang sangat cantik saat ia besar nanti.


Terlebih juga karena Hega menyayangi Moza seperti adiknya sendiri, jadi meskipun tanpa cinta, Hega tidak keberatan menjaga gadis itu seperti seorang kakak menjaga adiknya.


Dan tentu saja Hega bersedia memberikan apa saja untuk kebahagiaan tuan putri keluarga Dama itu.


Intinya Moza adalah sosok sempurna yang mungkin bisa menjadi istri masa depan Hega.


Kekurangan gadis itu hanya satu dimata Hega.


Yaitu dia punya kakak bucin yang sangat menyebalkan, Hega kadang berdoa bisa gak sih sahabatnya itu normal sedikit.


Coba saja Arka bisa bersikap cuek dan minim bicara seperti pembawaannya di luar sana. Mungkin Hega tidak akan sekesal itu pada Arka.


Jika bisa memilih, Hega akan lebih memilih Arka yang cool dan tidak banyak bicara ketimbang harus mendapati sosok Arka yang bawel dan menyebalkan.


Tapi apa daya, Arka seolah berubah 180 derajat setiap bersamanya. Tidak ada lagi sosok Arka yang pendiam dan tenang seperti yang diperlihatkannya di luar rumah. Sosok cuek yang anehnya justru membuat para gadis tergila-gila padanya.


Tapi jika di dalam rumah, yang ada justru sebaliknya, Arka lebih seperti iblis ketika berhadapan dengan sosok Hega. Iblis bermulut pedas yang sangat menyebalkan bagi Hega.


Dan pada akhirnya Hega memilih menyerah, terlalu lelah meladeni sahabatnya itu. Hega memilig menghempaskan tubuhnya di sofa, membiarkan saja Arka terus mengejeknya.


" Hei, Ga. Sini kau ! Masa segitu aja udah nyerah ? Dasar payah ! " Tuh kan, mulut itu bocah seperti gak ada limitnya untuk membuat Hega kesal.


Tapi apa daya Hega sudah tidak sanggup lagi, jika dilanjutkan aksi kejar-kejarannya, Hega yakin dirinya akan ambruk.


Hega tahu benar batas dirinya, dan ia tidak mau melewati batas yang akan menimbulkan resiko bagi dirinya. Terlebih hal itu akan membuat seluruh keluarganya geger jika sampai kondisi tubuhnya drop lagi seperti beberapa tahun lalu. Yang membuatnya terpaksa dilarikan ke rumah sakit di negara tetangga dan berakhir dengan perawatan intensif yang melelahkan jiwa dan raga.


Tidak hanya melelahkan bagi dirinya, tapi juga bagi seluruh keluarganya, terutama sang mama.


" Ck. . . " Hega hanya berdecak malas, tidak mau menggubris Arka dan berusaha untuk tidak lagi terpancing emosi.


Meskipun dalam hati dongkol setengah mati, tapi Hega sudah tidak punya lagi tenaga untuk mengejar sahabatnya itu. Dadanya sudah terasa berdenyut, tidak bisa mentolerir lagi aktivitas fisiknya yang tampaknya sudah berlebihan.


Seolah alarm tubuh Hega telah berbunyi pertanda jika kemampuan fisiknya sudah digunakan melebihi batas aman.


Awas saja kau Ar, aku akan jadi lebih kuat daripada kau. Hingga kemanapun kau lari aku pasti bisa menangkapmu dengan mudah, lalu akan kutendang kau dan aku hancurkan kesombonganmu itu.


Atau minimal bisa sama lah, karena memang sejak insiden menghebohkan beberapa tahun lalu, saat dirinya divonis menderita kelainan jantung, Hega menjadi tidak begitu giat olahraga, jadi fisiknya tidak bisa menandingi Arka.


Bukan malas olahraga sebenarnya, tapi karena kondisi tubuhnya memang tidak memungkinkan untuk Hega melakukan olahraga secara sembarangan.


Kelainan jantung yang dideritanya sejak kecil membuat aktivitas Hega sedikit dibatasi. Penderita jantung tidak boleh asal-asalan menjalankan olahraga, mereka harus ekstra mempertimbangkan kapan waktu yang tepat, berapa lama dan jenis olahraga yang sesuai.


Bahkan sebelum melakukan olahraga, Hega harus terlebih dulu berkonsultasi dengan dokter pribadinya. Dan itu terlalu melelahkan bagi anak seusianya, menjalani banyak tes dan pemeriksaan.


Jadi pada akhirnya Hega memilih jalur aman, tidak mau melakukan olahraga sesuai keinginannya jika harga yang harus ia bayar adalah bertemu dengan ahli medis yang membuatnya justru akan semakin tertekan.


Alhasil, Hega dipaksa mengubur dalam-dalam keinginannya untuk bermain olahraga yang begitu disukainya, seperti basket dan sepak bola ataupun olahraga yang sedang trend di kalangan remaja lelaki saat ini.


Dan dirinya hanya bisa tersenyum kecut setiap kali melihat teman-teman sebayanya begitu asyik dengan olahraga yang memang terlihat begitu menyenangkan itu.


Bukan berarti Hega tidak melakukan olahraga sama sekali, ia memilih untuk jogging ringan atau sekedar bersepeda di area kediaman Saint. Atau berenang setiap dua kali dalam seminggu.


Namun ada kalanya Hega sedikit membangkang, apalagi ketika liburan di rumah keluarga Dama. Dimana tidak ada pengawasan dari sang kakek ataupun kedua orangtuanya.


Hega seringkali mencuri-curi kesempatan untuk mencoba bermain basket di area belakang rumah sahabatnya itu.


Sebuah lapangan kecil yang dibangun oleh ayah Ardi untuk putra sulungnya yang memang hobi bermain basket.


Entah sudah berapa lama pria itu berdiri mematung disana, menatap nanar ke arah sahabatnya. Dadanya masih terasa sesak.


" Hei bocah gila, ah maaf, maksudku kakak iparku yang bawel. Apa kabar mu disana ? Aku yakin kalau kau sedang menertawaiku saat ini. " Hega mulai bersuara ketika dirinya telah kembali tersadar dari lamunan panjangnya tentang masa lalu yang ia habiskan dengan dua bersaudara Dama itu.


Kini Hega menyandarkan tubuhnya di bagian bawah ranjang besi milik Arka, memasukkan kedua tangannya di saku celana dan menyilangkan kedua kaki panjangnya, dengan mata masih mengarah pada foto Arka, " Hei, Ar. Apa kau tahu, jika semua yang kau katakan dulu benar-benar menjadi kenyataan saat ini. " Ujarnya kemudian.


" Kau seribu persen benar. Kau benar dengan mengatakan kalau adik mu akan menjadi gadis yang sangat cantik, yah dia bukan hanya sangat cantik, tapi dia begitu mempesona. Kau akan sangat bangga sekali jika melihatnya. " Hega tersenyum tipis menjeda ucapannya.


" Ah, tapi kau juga akan sangat kerepotan karenanya. " Lagi-lagi Hega tersenyum, " Kau tahu, banyak pria yang mengejar barbie chubby kita. Jika kau masih bersamanya saat ini, aku yakin kau akan sibuk memelototi dan memaki para pria yang berusaha mendekati adik mu. "


Kali ini Hega tidak hanya tersenyum, pemuda itu terkekeh membayangkan bagaimana posesifnya Arka dalam menjaga adik kesayangannya dari para pria yang menyukai gadis itu.


" Tapi tenang saja, sekarang ada aku bersamanya. Kau hanya perlu mengawasi kami dari sana, karena aku pastikan barbie chubby kesayangan kita akan benar-benar bahagia. " Hega menghela nafas sejenak, mencoba mengurai sesak yang sempat merasuki hatinya.


" Aku janji akan menjaga Momo kita dengan segenap kemampuanku. Karena sekali lagi kamu benar, jika aku akan jadi bucin juga pada adikmu. Sepertinya aku sedang terkena karma ucapanku sendiri, yang seringkali mengejekmu dengan tingkah bucin menggelikanmu itu. "


" Tapi tidak apa-apa, sekarang aku rela menjadi menggelikan juga. Aku juga rela jika kau mau mengejekku seperti aku dulu mengejekmu. " Hega kembali terkekeh pelan, kemudian tersenyum tipis dan kembali berekspresi serius.


" Kami akan bahagia, Ar. Aku pastikan itu. " Tegas Hega yakin, " Meskipun kebahagiaan kami akan sempurna jika kau masih ada disini, bersama kami. " Imbuhnya kemudian.


...▪▪▪...


...------------------------------...


Bonus penampakan kakak ipar bucin plus adik ipar yang extra bucin 😍😍


Dengan objek bucin yang sama yaitu Si Barbie Chubby



Bang Hega sama kakak iparnya pas jaman SMA, si Arka yang gantengnya juga gak ada obat. Ini mah duo hotboy namanya. 😍😍😍