FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 134 • Petir Di Siang Bolong



Ada dua kemungkinan jika identitas Moza sebagai istri Hega terbongkar.


Pertama, Moza harus siap menerima tatapan sinis dan lebih buruknya pembullyan yang lebih parah dari yang sebelumnya ia dapatkan. Karena mungkin dirinya akan dianggap tidak layak bersanding dengan pria sesempurna Hega.


Dan kemungkinan kedua adalah sebaliknya, ia harus rela mendapat perlakuan istimewa dari semua karyawan yang akan segera mengetahui status yang disembunyikan olehnya dengan sangat hati-hati beberapa minggu ini.


Meskipun kemungkinan pertama sangat tidak mungkin terjadi lantaran siapa sih yang berani nekat merundung istri Presdir ? Apa mereka mau cari mati ?


Jika sudah demikian, maka kemungkinan kedua adalah hal yang paling mungkin terjadi. Tapi hal itu tetap saja membuat Moza tidak akan merasa nyaman.


Moza terbiasa hidup dalam ketenangan dan hal-hal yang normal, bukan diperlakukan istimewa. Dan dia paling tidak suka diistimewakan karena latar belakangnya.


Tapi yang namanya mulut netizen tetap nyinyir bukan ? Mereka suka berasumsi seenaknya sendiri hanya karena melihat sesuatu dari sudut pandang mereka sendiri, tanpa mau mencari tahu dari sudut pandang lainnya. Atau mencari fakta dibalik kejadian yang tengah terjadi.


Lihat saja itu, belum apa-apa juga sudah terdengar suara-suara komentar para netizen.


" Ya ampun itu kan anak magang yang lagi jadi perbincangan beberapa karyawan bukan sih ? Kok bisa sama Presdir ? "


" Bisa aja kali, orang cantik dan bening gitu, rugilah kalo modalnya gak dipake buat ngerayu boss. "


" Heh, tapi kan Presdir kita udah nikah. "


" Emang kenapa ? Kali aja jadi simpenan, sugar baby kan lagi marak akhir-akhir ini, ye kan ?! "


" Ehh masa iya cantik-cantik mau jadi sugar baby ? "


" Yeee, justru karena cantik itu jadi modal dia buat gaet mangsa selevel Presdir kita  Lagian lu juga paling kagak nolak kalo Presdir mau sama lu. "


" Ya juga sih, tapi pikir-pikir dulu kali, kan keluarga Presdir bukan keluarga sembarangan, apa gak habis tuh kalo ketahuan istrinya Presdir ? "


" Elaaah, emang lu kagak liat berita yang sempat rame di internet apa ? "


" Apa ?


" Katanya sih ya, ini katanya loh, kalo pernikahan Presdir tuh cuma pernikahan kontrak, semacam pernikahan bisnis gitu, makanya wajah istrinya nggak di ekspose kan. "


" Jadi kemungkinan anak magang itu bukan simpenan dong, kali aja dia malah kekasih sebenarnya dari Presdir, cuma nggak direstui gitu. "


" Ya maybe, tapi tetep aja ya statusnya simpenan kalo jadi pacar pria beristri. "


" Iya juga sih, sayang banget wajah cantiknya, tega jadi orang ketiga, ternyata hatinya nggak secantik wajahnya. "


" Ya mah gimana lagi, kadang kalo cinta mah mana bisa mikir kesana, apalagi cowoknya selevel Presdir. Iya nggak sih ? "


Tuh kan, belum apa-apa sudah banyak yang nyinyir, Moza menghela napas di bidang sang suami, satu tangannya yang melingkar di leher sang suami reflek meremas bahu pria yang menggendongnya.


Ternyata seperti ini salah satu efek tak mau terekspos sebagai istri seorang Hega Saint.


Beberapa karyawan dan karyawati saling sahut menyahut membicarakan apa yang mereka lihat di depan mereka.


Sepertinya mereka punya nyawa lebih dari satu karena berani bergunjing tentang Presdir mereka. Atau mungkin mereka yang lupa jika yang tengah mereka bicarakan adalah atasan mereka yang selama ini terkenal dingin dan paling anti disentuh ranah pribadinya.


Sedangkan Hega, pria itu sebenarnya ingin menahan diri terlebih dulu, mau lihat sampai sejauh mana suara-suara itu berkomentar. Berani sekali mereka buka suara tentang hal yang terlarang untuk dibicarakan.


Apa akhir-akhir ini dirinya kelewat lunak pada karyawannya, hingga mereka jadi ngelunjak dan berani membahas hal paling tabu di perusahaan, yaitu tentang kehidupan pribadinya.


Meskipun tak sedikit yang berdecak iri, tapi tak sedikit juga yang mencemooh gadis yang tengah ada dalam gendongannya ini.


Sudah cukup menyembunyikan identitas istrinya. Hega akan mengakhiri ini meskipun mungkin istrinya akan marah padanya.



Hega melirik sekilas gerombolan karyawan yang tadi dilewatinya, mata elangnya seolah sedang memindai siapa saja yang telah berani berkomentar buruk tentang istrinya.


" Presdir. " Ragil Anggara seolah tahu jika sedang terjadi hal buruk hanya dengan melihat ekspresi sang Tuan Muda.


" GARA, PERIKSA CCTV DAN CEK SIAPA SAJA YANG SUDAH BERANI BICARA BURUK TENTANG ISTRIKU. DAN SEGERA PERINTAHKAN BAGIAN HRD UNTUK MENGELUARKAN SURAT PEMBERHENTIAN MEREKA. "


JEDERRRR !!!


Suara bass menggema pria itu bagaikan petir di siang bolong.


Semua mata membelalak sempurna dengan mulut menganga mendengar suara lantang pria itu. Bahkan beberapa diantaranya mereka terlihat mulai gemetaran.


I S T R I ??!


Mendadak mereka merutuki mulut mereka yang seperti kehilangan kendali. Beberapa dari mereka ada yang membekap bahkan menepuk mulut mereka sendiri.


Sejenak tadi mereka seolah lupa pada aturan perusahaan yang melarang mereka membahas apalagi mengomentari kehidupan Presdir Muda mereka. Satu hal yang menjadi bahan yang paling tabu untuk dibicarakan.


Apalagi mereka barusaja berkomentar yang tidak baik, terlebih ternyata yang mereka komentari adalah istri Presdir sendiri.


Tamat sudah riwayat mereka sepertinya.


" Tuan Muda--. " Jelas sekali Ragil hendak membujuk atasannya itu.


" SEPERTINYA AKU TERLALU LUNAK AKHIR-AKHIR INI SEHINGGA MEREKA MELUPAKAN ATURAN DASAR. ATAU MEREKA TERLALU SENGGANG, MEMBAHAS HAL DILUAR PEKERJAAN DI JAM KERJA. KAU TAHU APA MAKSUDKU TANPA HARUS AKU JELASKAN BUKAN ? "


Ragil Anggara menghela nafasnya, tahu benar jika apa yang diputuskan oleh sang Presdir tidak akan bisa diganggu gugat, " Baik, Presdir, akan segera saya bereskan sesuai perintah anda. "


Hega merasakan sang istri yang gelisah di dalam pelukannya, tubuh gadis itu sedikit gemetar, bahkan dia bisa merasakan istrinya sedikit meremas jasnya.


Merasa kemarahannya yang sempat tak terkontrol itu mengejutkan sang istri, Hega memutuskan melanjutkan langkahnya, mengabaikan kehebohan yang terjadi disana.


Untuk pertama kalinya pria itu menunjukkan sisi lain dirinya pada sang istri, sisi lain sebagai seorang pimpinan yang sesungguhnya tak ingin dia perlihatkan pada istrinya.


Sedangkan tatapan mata Ragil Anggara kini menyusuri beberapa orang disana, tatapannya seolah mengatakan, ' tak ada yang bisa menolong kalian kecuali ada keajaiban '.


" Sekretaris An, tolong kami. " Salah seorang karyawan wanita menghampiri Anita yang barusaja keluar dari aula rapat utama. Diikuti rekannya yang hendak meminta tolong pada Ragil Anggara.


Wanita itu menatap Ragil Anggara seolah bertanya apa yang barusaja terjadi.


" Asisten Anggara, tolong bantu kami membujuk Presdir untuk membatalkan pemberhentian kami, kami mengaku salah. Tidak seharusnya kami berbicara sembarangan. "


Pria itu menatap datar mereka. Dan Anita sepertinya bisa sedikit menebak apa yang barusaja terjadi, pasti ada kaitannya dengan Presdir yang keluar dari aula rapat utama dengan membopong mesra istrinya.


" Sudah beberapa kali aku ingatkan pada kalian, bekerja saja dengan benar, kalau mau menggosip setidaknya tahan mulut kalian. Beraninya kalian menggosip tentang Presdir. Kalian tahu sendiri Presdir paling tidak suka ada yang membicarakan tentang kehidupan pribadinya. Jadi kalian tanggung sendiri akibatnya. " Tegas Anita.


" Kami memang salah, Sekretaris Anita. Tapi tolong beri kami kesempatan sekali lagi. Bantu kami. Kami tidak menyangka jika gadis itu ternyata adalah istri Presdir. "


" Ck, itulah mengapa manusia diberi otak untuk berpikir. Kalian disini itu untuk bekerja, kalau mulut kalian saja yang besar omongnya, mending kalian jadi admin sana di akun gosip. " Celetuk Mega-- salah satu asisten dari Anita.


JLEB sekali bukan celetukan Mega, langsung bikin kena mental.


***


...PUAS nggak liat Babang Hega ngamuk belain istrinya ?...


...Siapa suruh bangunkan Beruang Kutub yang sedang berkamuflase menjadi Kucing Anggora....