FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 49 • Selamanya Putri Ayah




...Belom bisa move on dari visual lama Bang Hega...


...Happy Reading.💜💜💜...


...☆☆☆...


Hega sampai dibuat speechless oleh ucapan sang ibu mertua. Sepertinya yang bisa menjadi lawan seimbang Hega kala berdebat hanya ibu istrinya deh, bahkan Hega dibuat kalah telak oleh wanita yang paling berjasa atas kehadiran sang istri ke dunia.


Ayu memang tidak pernah berubah, selalu bisa mencairkan suasana, Rasti yang cenderung pemalu, Nadira yang cantik menawan tapi kurang peka, sedangkan Ayu adalah tipe yang selalu bisa menghidupkan suasana, sosok yang peka dan bijaksana.


Membuat suasana ceria dimanapun ia berada, itulah sebabnya Ayu dulu menjadi siswi paling populer di sekolah saat mereka masih SMU.


Cantik, supel, ceria dan ramah pada siapa saja meskipun dirinya berasal dari keluarga yang cukup berada. Bahkan ia mau berteman dengan Nadira dan Rasti yang yatim piatu dan tinggal di panti asuhan.


Hega hanya bisa tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuknya canggung mendengar candaan ibu mertuanya.


Bunda tidak tahu aja kalo anak bunda itu sampai tidak bisa berkutik. Batinnya kemudian seraya tersenyum devil kala membayangkan betapa seksinya sang istri semalam ketika terus mendesah dibawah kuasanya.


" Sudah yuk, Mil, kita turun aja dulu. Siapa tahu mereka mau lanjutin buat adonan cucu-cucu kita. " Selorohnya lagi kemudian berlalu pergi meninggalkan Hega yang masih mematung di tempatnya dengan tatapan speechless mendengar setiap ucapan sang ibu mertua.


Sepertinya Hega baru menyadari darimana bakat alami pintar bicara dan cenderung menjengkelkan yang dimiliki oleh almarhum sahabatnya, Arka. Pemuda yang selalu bisa membuatnya jengkel setengah mati jika mulut usil sahabatnya itu sudah merajalela.


Untung saja bakat pintar bicaranya itu sepertinya tidak menurun pada istrinya. Buktinya gadis itu selalu bisa diperdaya olehnya, selalu kalah telak jika berdebat dengan dirinya.


Arrrgh, sial. Jadi kepikiran kan, hish. Hega mengeram frustrasi ketika menyadari ada sesuatu yang kembali terbangun. Dengan langkah cepat ia berbalik badan menuju arah kamar mandi, berharap siapa tahu istrinya mau diajak olahraga pagi.


▪ ▪ ▪


Semua orang sudah berada di landasan pesawat jet pribadi milik Suryatama.


Selain keluarga inti, Bara dan Derka tak ketinggalan juga ikut mengantar pasangan pengantin baru yang akan berangkat berbulan madu itu. Dan jangan lupakan si sahabat posesif, siapa lagi jika bukan Deana Mayangsari.


Dan entah sejak kapan, dimanapun ada Deana, maka disana hampir selalu ada sosok Julian Adiputra.


Sepertinya kisah cinta baru akan dimulai, yah we will see.


Seperti biasa, kisah cinta sepasang kekasih yang sudah halal ini selalu saja diselingi kejadian atau insiden yang tidak biasa. Seperti halnya adegan berpamitan sebelum berangkat Honeymoon


Edisi perpisahan yang terbilang cukup lebay di bandara.


Untunglah mereka berada di area privat milik keluarga Saint. Jika tidak, sudah pasti mereka akan jadi tontonan gratis yang cukup menghibur.


Moza bergantian berpamitan dengan keluarganya yang mengantar keberangkatan mereka untuk bulan madu.


" Kak, aku akan merindukanmu. " Rengek Ryu manja sembari memeluk erat kakak tercintanya.


" Jangan nakal, menurutlah pada ayah dan bunda. Jangan membuat mereka pusing dengan tingkahmu. " Bukannya menenangkan adiknya yang tengah merajuk, Moza malah membombardir adiknya dengan nasihat ala kakak pada adiknya.


" Mana pernah aku membuat ayah bunda pusing, aku kan anak yang baik dan penurut. " Protes remaja lelaki itu, yang membuat sang ayah berdecih di balik punggungnya.


" Iya iya. Kakak percaya. " Menepuk-nepuk punggung adiknya.


Ryu melepas pelukannya, menatap manik mata sang kakak, " Tapi kalau kakak tidak segera pulang aku akan membuat onar. " Ancam Ryu dengan wajah serius dan kembali merengkuh tubuh kakaknya dengan posesif.


Ayu menepuk bahu kedua anaknya, mengurai pelukan keduanya dan menghentikan drama saudara yang terbilang cukup menggelikan itu, " Sudah jangan didengarkan ocehan adikmu ini. "


" Bunda kenapa tidak membelaku si ?! " Ryu langsung cemberut karena sang ibu yang malah tidak membela dirinya, tapi sedetik kemudian wajahnya berubah cerah, "  Ahhh.... Bagaimana kalo aku ikut kakak bulan madu saja ? " Ujar Ryu dengan mata berbinar.


What ?


Moza membelalak saking terkejutnya dengan celetukan sang adik, bahkan Hega yang saat itu sedang berpamitan pada kakeknya juga tak kalah kagetnya. Hingga keduanya kompak berteriak, " TIDAK !!! "


Dan seketika wajah Moza bersemu karena malu.


" Cih.... Lihatlah, bahkan kakak dan kakak ipar sudah mulai kompak ingin menyingkirkanku. " Decih Ryuza dengan tersenyum kecut, membuat Moza sedikit kikuk.


Sedangkan Hega tetap berwajah datar, padahal dalam hati kesal sekaligus ketar-ketir juga kalau-kalau bocah itu nekat dengan ide gilanya.


Lagipula ide gila darimana pula itu ? Ikut bulan madu ? Yang ada bocah itu akan merecoki acara bikin cucu untuk sang kakek. Dasar adik posesif.


Gelak tawa membahana dari seluruh keluarga.


" Sudah sudah, jangan ribut lagi. Dan kamu Ryu, jangan buat onar lagi. Lihatlah kelakuanmu yang sangat memalukan ini. " Sela Ardi menengahi.


Arya yang melihat keceriaan keluarga besannya itu malah tergelak senang, " Hahaha..... Putramu sangat menyenangkan besan. "


Moza menghampiri sang ayah, berhambur ke pelukan sang ayah yang membalas memeluknya dengan penuh kasih.


" Sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab suamimu, jadilah istri yang baik dan selalu menuruti keinginan suamimu, nak. Jangan merengek manja lagi seperti anak kecil begini pada ayah. " Ardi mengusap punggung putrinya dengan lembut.


" Yah, aku kan juga masih putrimu. " Rengek Moza lirih.


" Tentu saja, kamu selamanya adalah putri ayah. " Ardi mendesah lirih, rasanya masih belum percaya jika putri kecilnya kini telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang istri, " Ayah sangat menyayangimu . . . Nikmati bulan madumu sayang, berbahagialah. " Keduanya sama-sama terisak, antara haru dan bahagia.


Entahlah, rasanya Ardi seperti belum sanggup melepas tanggung jawabnya sebagai seorang ayah yang ingin selalu menjaga putri semata wayangnya. Tapi ya mau bagaimana lagi, gadis kecilnya kini sudah memiliki suami. Dan suaminya lah yang akan menggantikan dirinya menjaga gadis itu.


Hega menyaksikan adegan drama keluarga itu dengan tatapan terharu.


" Duh kasian anak bunda yang ganteng ini dicuekin. " Ayu mendekati menantunya dan memeluk Hega dengan sayang, kemudian mengelus kepala Hega yang bersandar di bahunya.


" Bunda . . . " Suara bass Hega terdengar memelas.


" Hmmm, ada apa sih anak ganteng nya bunda ? "


" Apa semua pria di keluarga bunda itu buncinnya anak perempuan bunda ? " Tanya Hega yang masih menyandarkan dagunya di pundak sang ibu mertua.


Sontak saja pertanyaan pemuda itu disambut gelak tawa seluruh keluarga.


Tak terkecuali Ayu yang terlihat menahan senyum, Ayu melepas pelukannya, menangkup wajah Hega dengan tangannya, " Kenapa, Hega sayang ? Kamu cemburu ya, nak ? " Tanyanya dengan sangat lembut.


Tapi Hega malah menggeleng, karena bukan cemburu yang dirasakannya saat ini, tapi perasaan lain.


Membuat Ayu bingung harus bagaimana, tapi mendengar kalimat pemuda itu, sepertinya wanita cantik berhijab itu tidak sanggup lagi menahan tawanya.


"  Soalnya Hega juga udah jadi bucinnya anak bunda. "


Kembali tawa membahana memenuhi ruangan, mentertawakan si beruang kutub yang mengaku bucin pada sang istri.


...--------------------...


...KOMEN DONG ❗❗❗...


...J****angan pelit barang sekata dua kata. Efeknya tuh langsung ngegaassss semangat akuh. 😘****...