
...☆☆☆...
Pagi itu selepas perhelatan pesta pernikahan mewah sang Presdir, dimana kedua tokoh utama tengah bersantai dj kamar pengantin hotel mewah.
Disisi lain, kesibukan masih tetap menghiasi suasana kantor pusat Golden Imperial Group. Ketidak hadiran sang pimpinan, tak lantas membuat kendor produktivitas karyawan. Bagaimanapun kinerja setiap orang harus tetap sesuai standar perusahaan.
Meskipun banyak raut wajah lesu menghiasi sudut-sudut ruangan, dan helaan nafas kecewa di setiap obrolan ringan yang terjadi diantara para karyawati.
Penyebabnya tentu saja adalah perubahan status pria impian mereka. Walaupun mereka sadar sosok nyaris sempurna idaman mereka itu hanya sanggup mereka miliki sebatas impian saja, namun tetap saja mereka tetap patah hati karena pernikahan pria tampan itu.
' Imam masa depan gue udah ditikung cewek lain, huuuuuu. . . ' Begitu kiranya salah satu keluhan yang bisa didengar dari beberapa mulut karyawati GI Group.
Tentu saja diiringi rasa penasaran yang tinggi tentang sosok beruntung tersebut. Nyatanya dari ribuan karyawan hanya orang terpilih saja yang bisa hadir disana. Salah satunya adalah sekretaris Presdir, Anita.
Dan sudah pasti tidak ada yang bisa dikorek dari perempuan yang satu itu. Bagi yang sudah kenal dengan Anita, mereka seratus persen tidak berani mendekat.
Satu kalimat untuknya, sekretaris dan boss nya sama-sama menakutkan. 🙄
Dan untuk berita pernikahan orang nomor satu GI Group itu, tentu saja cepat atau lambat tetap harus dipublikasikan ke media.
Namun semuanya sudah diatur sedemikian rupa hingga sosok istri Presdir Muda itu bahkan tidak akan bisa dikenal dan terekspose dengan mudah.
Sesuai pengaturan dari pihak internal perusahaan, divisi Humas yang sudah mempersiapkan berita khusus perihal pernikahan orang nomor satu di perusahaan kenamaan itu.
Foto mempelai wanita yang menjadi istri sang presdir saja sengaja diambil tampak samping saat tengah berdansa dengan pria tampan yang kini telah berubah berstatus dari lajang menjadi 'menikah'.
Jadi tentu tidak akan ada yang tahu sosok cantik yang menjadi Nona Muda keluarga besar Saint itu. Kecuali tamu undangan yang hadir disana. Dan mereka tahu pasti aturan main jika mereka tetap ini menjalin hubungan baik dengan keluarga paling berpengaruh itu.
Aturan tidak tertulis yang menekankan pentingnya menjaga kepercayaan dari keluarga tersebut.
Apapun yang mereka lihat ataupun yang mereka dengar disana, cukup berhenti pada diri mereka sendiri. Tanpa sedikitpun mengungkitnya ataupun membeberkannya sebagai konsumsi publik.
Toh yang hadir disana bukanlah orang-orang dari kalangan biasa, mereka adalah orang-orang penting yang pastinya cukup sibuk dan tidak punya waktu membicarakan ataupun menggosipkan urusan keluarga orang lain.
Cukup bagi mereka mengetahui status baru pengusaha muda itu, selebihnya biarlah menjadi rahasia hingga saatnya tiba.
Profil Presdir di website resmi perusahaan pun segera berubah dari single menjadi married.
Benar-benar hari patah hati nasional, bahkan para karyawati GI Group sedari pagi sudah lemah letih lesu setelah membuka situs perusahaan yang menampilkan perubahan status the most wanted man itu.
Bagaimanapun, Hega tetap ingin mempublikasikan status barunya. Hal ini juga diharapkan bisa meminimalisir para wanita yang selama ini mengejarnya seolah tidak ada habisnya.
Bukan tidak ingin mempublikasikan wajah sang istri, akh. . . Pria gila mana yang tidak ingin memamerkan wajah secantik Moza sebagai pasangannya.
Sejujurnya Hega sangat ingin berteriak lantang kepada dunia jika gadis cantik dan menawan ini adalah istrinya, kekasih hatinya.
Tapi apa daya, Moza menolak untuk terekspose, selain itu Hega juga memikirkan perihal keselamatan sang istri.
Masih banyak hal yang harus ia tangani dan persiapkan sebelum identitas sang istri go public.
Maka dari itu, Hega menyetujui permintaan istri cantiknya itu. Karena Hega sudah berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan menolak apapun permintaan sang istri.
Seluruh dirinya dan juga hidupnya, sepenuhnya adalah untuk Moza Artana. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan gadisnya.
▪▪▪
Ruang privat dimana sepasang pengantin baru itu menghabiskan waktu berdua saja. Tanpa ada pengganggu, hanya Hega dan Moza.
Ini adalah pagi ketiga bagi Hega, bangun di pagi hari disambut wajah cantik sang istri yang terlelap di sampingnya, di ruangan dan ranjang yang sama, mendekap sang istri dalam pelukannya.
Hega mengendurkan rengkuhannya, menatap wajah Moza yang cantik alami di pagi hari seolah menjadi sumber kebahagiaan baru bagi pria tampan itu.
Mulai sekarang tidur malamnya pasti akan selalu begitu lelap dan nyaman, kecuali jika ada ritual malam mesra, tentu saja keduanya akan terjaga bahkan hingga dini hari atau bahkan menjelang pagi. Seperti yang terjadi semalam misalnya.
Tidak ada lagi istilah insomnia bagi keduanya, karena dengan pelukan saja bisa membuat keduanya merasa nyaman dan begitu mudah terbuai mimpi. Apalagi jika ada kegiatan memabukkan di malam hari, makin lelap lah tidur mereka setelah olahraga malam yang meskipun melelahkan tetap bikin berat untuk berhenti.
Hega masih begitu menikmati wajah cantik yang masih terbuai mimpi, menyusuri garis wajah Moza dengan jemarinya. Wajah ayu rupawan yang bagaikan sebuah mahakarya sempurna,.
" Sepertinya Tuhan sedang begitu bahagia ketika menciptakan kamu, karena wajah ini begitu sempurna hingga selalu membuatku berdebar riang dan jatuh cinta semakin dalam setiap harinya. " Ucap Hega sembari merapikan anak rambut sang istri yang sedikit berantakan menutupi wajah putihnya.
" Euuumph. . . " Moza melenguh lirih dan menggeliat kecil, sepertinya gadis yang sudah tidak gadis lagi itu sedikit merasa terganggu tidurnya akibat sentuhan mesra sang suami.
Hega kembali mengurai senyum bahagia, " Bangun dong, sayang. Si Garfield kangen lagi nih mau ketemu lagi sama Kitty. " Gumam Hega dengan nada nakal menggoda, sambil memainkan jemarinya di cuping telinga sang istri, dan menduselkan ujung hidungnya di hidung sang istri, membuat Moza sekali lagi menggeliat kegelian.
Hega terkekeh saat melihat sang istri bukannya terbangun malah semakin meringkuk dengan mata masih terpejam. Sepertinya lelah membuat sang istri masih enggan untuk menyapa dunia dan lebih memilih menikmati alam mimpinya.
Cup. . .
" Ya ampun, istriku gemesin banget sih. " Ujarnya setelah mendaratkan kecupan singkat di bibir mungil Moza.
Hega memutuskan membiarkan sang istri melanjutkan istirahatnya, karena ritual semalam pasti menguras tenaga sang istri.
" Maaf, samalam aku nyaris tidak bisa berhenti. " Ucap Hega dengan sedikit sesal, kemudian mengecupi wajah sang istri.
Hega merasa agak kelewatan semalam, seolah melampiaskan semua hasratnya yang tidak bisa ia puaskan saat malam pertama. Maklum saja karena saat malam pengantin yang terjadi setelah pesta, Hega hanya bisa melakukannya sekali saja.
Bukan karena Hega tidak mampu, tapi itu adalah kali pertama bagi mereka. Dan Hega tahu malam pertama bagi seorang gadis pasti tidak mudah dan menyakitkan, seberapa besarpun usaha yang dilakukan oleh si pria agar selembut mungkin ketika melakukannya.
Dan semalam rasanya Hega seperti tidak sanggup mengontrol dirinya, rasanya begitu memabukkan dan enggan berhenti. Alhasil keduanya baru terlelap sekitar jam tiga pagi.
" Terima kasih telah membawa kembali hatiku, cintaku dan kebahagiaanku. Aku bersyukur karena Tuhan mentakdirkan kamu sebagai belahan jiwaku, tulang rusukku, makmumku. " Sambungnya dengan penuh syukur.
" You're my first love, and you are the one who will be my true and last love. " [ Kamu adalah cinta pertamaku, dan kamu jugalah yang akan menjadi cinta sejati dan terakhir bagiku. ] " Hega mendaratkan satu kecupan lagi, kali ini di kening istrinya, kemudian mendekap erat kembali tubuh ramping istrinya di dalam pelukannya.
...--------------------...
Iklan Iklan
Me : Capek juga ya sehari 2000+kata. Salut sama yang sanggup crazy up lebih dari 3 episode sehari.
Netizen : Lu kapan gitu thor ?
Me : Entar-entar bae kalo aku udah femes dan banyak fansnya yang ribut koment " Up thoor, crazy up "
Sekarang mah masih kang halu recehan, sekedar karena gabut doang, jadi ngehalunya sesuai waktu dan mood aja. Hehehe
Netizen: Ya gue doain lu cepet femes.
Me : Amiiiiiiiinnnnnn 🤲🤲🤲🤲