FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 122 • Inspeksi Sekalian Ngapelin Istri



Sudah dua hari berlalu, wajah tampan itu masih dihiasi senyuman yang membuatnya semakin mempesona saja. 


Tapi tentunya tidak ke sembarang orang senyum itu ditampilkan, ketika berada di tempat umum, wajah pria itu akan kembali datar dengan aura tegas kepemimpinannya.


Seperti halnya dua hari sebelumnya, pagi ini pun Presdir muda yang sudah tiga tahun menduduki posisi tertinggi GIG itu tampak berkeliaran di beberapa beberapa divisi.


Kehadirannya yang sempat dirindukan para karyawan, terutama karyawan wanita itu kini mulai terasa meresahkan.


Selain mereka harus dipaksa menjaga jantung mereka agar tetap sehat karena efek samping pesona sang Presdir. Namun mereka juga dibuat kalang kabut lantaran kebingungan ada apa gerangan Presdir mereka itu melakukan inspeksi karyawan selama tiga hari berturut-turut.


Bukankah biasanya inspeksi hanya akan dilakukan setidaknya dua kali dalam kurun waktu satu bulan, atau dua minggu sekali.


Tapi kenapa wajah tampan dengan ekspresi Beruang Kutub itu selalu muncul selama tiga hari ini.


Apakah ada kondisi khusus yang terjadi ?


Jangan-jangan akan ada PHK besar-besaran sehingga Presdir yang katanya super sibuk itu sampai rela meluangkan waktu untuk melakukan pemantauan kinerja karyawan secara langsung.


Tapi anehnya, dari sekian banyak ruangan, kenapa Presdir sepertinya seolah memberi perhatian khusus pada divisi keuangan. Seolah divisi itulah yang paling terancam pemecatan.


Lihatlah sekarang, disaat Presdir hanya membutuhkan waktu hanya lima sampai sepuluh menit meninjau divisi lain. Tapi kenapa pria itu masih bertahan di divisi keuangan bahkan hampir setengah jam lamanya.


Bikin staff divisi keuangan ketar-ketir jadinya.


Saat Bara sedang sibuk berbincang dengan Geovano, Hega malah asyik dengan benda pipih yang baru ia keluarkan dari saku dalam jas kerjanya.


Membuka aplikasi chat berwarna hijau, mengetik sesuatu disana sambil melirik salah satu kubikel staff divisi keuangan.



...__________ Privat Chat __________...


💌 My Hubby ❤️


Assalamualaikum. Pagi cantik.


Moza mengernyit, ngapain suaminya mengirim pesan padahal belum juga satu jam berpisah.


^^^💌 My Queen ❤^^^


^^^Waalaikumasalam. Apa sih, Kak. Aku lagi kerja, kak.^^^


💌 My Hubby ❤️


Astaga, jutek banget sama suami.


Moza menghela nafas, mengumpulkan kesabaran.


^^^💌 My Queen ❤^^^


^^^😔. Kenapa kak ?^^^


💌 My Hubby ❤️


Kangen, Yank. 🤗


^^^💌 My Queen ❤️^^^


^^^Ish, nggak jelas banget. Baru juga tadi ketemu.^^^


💌 My Hubby ❤️


Jangankan tadi ketemu, sekarang aja aku masih ngerasa kangen meskipun lagi liatin kamu.


Moza langsung menengok ke kanan dan ke kiri.


Deg.


Ya Allah, punya suami kelewat perhatian gini banget sih.


^^^💌 My Queen ❤️^^^


^^^Ngapain kakak disitu ?^^^


💌 My Hubby ❤️


Lagi inspeksi sayang.


^^^💌 My Queen ❤^^^


^^^Inspeksi apaan tiga hari berturut-turut ? Alasan aja.^^^


💌 My Hubby ❤


Beneran inspeksi, yank, sekalian---


^^^💌 My Queen ❤^^^


^^^Sekalian apa ?^^^


💌 My Hubby ❤


Sekalian ngapelin istriku 😘


^^^💌 My Queen ❤️^^^


^^^Idih, balik sana deh, kak. Kakak nggak ada kerjaan apa ?^^^


💌 My Hubby ❤️


Kerjaanku banyak, tapi lebih enak liatin kamu. Nanti mau makan siang apa ?


Moza kembali menghela nafas, apa iya dirinya akan datang lagi ke ruangan suaminya. Dua hari kemarin saja sudah melelahkan.


^^^💌 My Queen ❤️^^^


^^^Hari ini aku makan siang dengan Ami di kantin kantor ya, kak.^^^


💌 My Hubby ❤️


Kalau gitu aku juga akan makan disana.


Bola mata Moza langsung melotot.


^^^💌 My Queen ❤️^^^


^^^Jangan aneh-aneh ya, Kak. 😡^^^


Hega menyeringai.


💌 My Hubby ❤️


Pilihan ada di tangan kamu, sayang 😚


^^^💌 My Queen ❤️^^^


^^^Kak, kemarin Rania minta bobok sama aku loh.^^^


💌 My Hubby ❤️


Terus ?


^^^💌 My Queen ❤️^^^


What ? Kini giliran Hega yang melotot tak percaya dengan isi chat istrinya, saking kagetnya benda pipih berwarna hitam di tangannya hanpir saja lepas dari genggamannya.


" Kenapa, Ga ? " Tanya Bara saat mendengar suara aneh di belakang punggungnya.


Hega hanya menggeleng dan mengibaskan tangannya sebagai jawaban, mengisyaratkan Bara untuk melanjutkan saja obrolannya dengan kadiv keuangan.


Hega kembali fokus pada benda di tangannya setelah melirik kubikel istrinya, walaupun hanya terlihat pucuk kepalanya saja.


💌 My Hubby ❤️


Ampun ancamannya kejam amat, Yank.


Moza tak membalas, tapi langsung mendongak dan melotot ke arah pria yang tengah tengah mencuri pandang padanya dengan tatapan mata mengiba.


Masa bodo. Jika bisa diterjemahkan, maka itulah arti tatapan Moza.


^^^💌 My Queen ❤️^^^


^^^Pilihan di tangan kakak.^^^


Balas Moza santai, mengembalikan kalimat yang sama dengan yang dituliskan suaminya tadi.


💌 My Hubby ❤


Baiklah istriku, ratuku.


...__________ End Chat __________...


Hega menghela bafas, kalah telak sudah dirinya, pria itu mau tak mau harus menuruti kemauan istrinya. Bisa step ntar malem kalau tidur nggak peluk istrinya.


Saat hendak melangkah, pas sekali dengan kedatangan Julian yang mengatakan jika virtual meeting dengan team Imperial Hotel Tokyo sudah disiapkan di ruang meeting.


Hega langsung beranjak dari posisinya. Melirik sebentar ke arah kubikel dimana istrinya berada, Moza juga melakukan hal yang sama, memberi senyum dan mengangguk sopan, bersikap selayaknya karyawan pada atasannya.


" Moz, tolong kamu revisi berkas ini, sudah saya beri tanda dimana yang salah. Dan deadlinenya besok pagi. "


" Baik, Pak. "


Hega masih sempat menangkap interaksi antara istrinya dengan kepala divisi, saat berjalan di koridor pria itu bisa melihat Geovano yang memberikan sebuah map pada istrinya.


Entah kenapa Hega merasa tidak suka dengan cara Geovano menatap istrinya, jelas terlihat tatapan kekaguman di mata pria itu.


Disisi lain, Moza akhirnya bisa bernafas lega saat terlihat punggung suaminya semakin menjauh.


" Mo, Bang Hega sweet banget ya ? " Ledek Amira setelah Geovano meninggalkan kubikel mereka.


" Sweet apaan, itu namanya posesif. " Elak Moza dengan bibir mengerucut.


" Elah, diposesifin suami sendiri ini. "


" Tapi aku jadi gak nyaman kerjanya, Ami. Berasa kayak diawasi tahu nggak. Belum lagi gimana kalau ada yang curiga. "


" Hahaha, ya udah ih, gass aja kalau sampai ada yang tahu, enak kan jadi nyonya boss. "


" Dan nggak punya teman gitu ? "


" Kok gitu ? "


" Ami, ada dua kemungkinan kalau sampai ketahuan aku ini istri kak Hega. "


" Apa ? "


" Pertama, aku bakal jadi target ghibahan. "


" Heh, nggak mungkin itu Mo, mana ada yang berani ghibahin Nyonya Boss. Lagian sejak kapan lo peduli begituan, biasanya cuek aja ? "


" Ami, kamu nggak lupa kan kita statusnya disini mahasiswa magang ? "


" Iya, emang kenapa ? "


Moza menepuk keningnya, tumbenan temannya yang paling cerdas ini lola alias loading lama.


" Salah satu aspek penilaian magangnya kan bagaimana kemampuan kita beradaptasi dan bekerja sama dengan rekan kerja lainnya. "


" Oh, oke oke, i see what you mean. Terus kemungkinan kedua apa ? Ahh gue tahu. "


" Apa ? "


" Kemungkinan kedua, situasi akan jadi canggung karena mereka tahu kalau lo istri boss. Merasa nggak enak negur kalau lo salah, nggak enak kalau ngasih kerjaan, canggung kalau mau ngajak makan siang atau ngobrol. Gitu nggak sih ? "


Moza mengangguk. " Nah itu tahu. Dah lanjut kerja. "


" Siap nyonya boss. "


" Ck. "


" Hahaha. " Amira malah tertawa melihat sahabatnya kesal.


Kalau nggak tiba-tiba ada yang datang, Amira pasti masih terus menggodanya.


" Hei, Moz. "


Moza mendongak kemudian berdiri dari kursinya. " Iya, Pak Dylan, ada yang bisa saya bantu ? " Tanya Moza sopan pada pria yang tengah bersandar di depan sekat kubikelnya.


" Panggil Mas aja lah, saya belum tua untuk dipanggil Bapak. "


Moza meringis, kemudian tersenyum karir. " Maaf, Pak. Tapi itu tidak sopan. "


" Oke, no problem. Btw Ntar makan siang bareng saya ya ? "


Gadis itu terkesiap, kemudian melirik Amira dan sahabatnya itu juga tak kalah kagetnya.


" Maaf, Pak. Saya sudah ada janji makan siang dengan teman. "


" Oh, baiklah. Lain kali luangkan waktu buat saya, oke. "


" Insya Allah, Pak. "


Bruk


Moza langsung merosot di kursinya dan menghela nafas panjang saat pria bernama Dylan Andrian-- Wakil Kepala Divisi Keuangan itu meninggalkan mejanya.


Sedangkan Amira malah terkikik di tempatnya, dan langsung dihadiahi pelototan dari Moza.


" Apa yang lucu, Ami ? "


" Ada satu kemungkinan tambahan kalau rahasia lo sebagai istri Presdir terbongkar. "


" Ya ? "


" Para cowok yang naksir lo bakal patah hati berjamaah, hahaha. . . " Goda Amira diikuti tawa.


" Hish, nggak lucu Amiii. "


Sejujurnya Moza lelah juga, ada saja yang mengajaknya makan bersama, Dylan ini entah yang ke berapa. Kalau nolak terus nggak enak juga, tapi kalau diterima entar dikira php, belum lagi kalau sampai suaminya tahu, bisa makin repot.


Untung saja sampai detik ini masih ada Amira sebagai alasan, punya sahabat memang gitu ya, sangat bermanfaat dalam kondisi darurat.


***