FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 22 • [ Flashback ] Harus Tampan dan Kaya Dong !!!



...☆☆☆...


" Huaaa... Kak Hega bohong, kak Hega bilang tidak mau menikah dengan Momo, huwaaa. . . "


Mendengar tangisan putrinya yang semakin menjadi-jadi, bahkan Ayu sendiri merasa sangat kewalahan. Lantaran ini adalah kali pertama Moza kecil serewel ini.


" Haish. . . Hega, iyakan saja kenapa sih ? " Tegur wanita paruh baya itu sembari menatap putra sahabatnya yang terlihat merasa bersalah atau lebih tepatnya serba salah.


" Lagipula juga adik kamu Momo kan masih kecil, dia akan lupa nanti dengan apa yang dia ucapkan sekarang, dia juga belum mengerti benar maksud ucapannya. " Omelnya sambil terus menepuk-nepuk punggung Moza untuk menenangkan anak gadisnya itu.


" Ssshhh. . . Cup cup cup, diam ya sayang. " Ayu membujuk putrinya dengan sangat lembut, berbanding terbalik dengan nada bicara yang digunakannya pada kedua putranya.


" Bukan begitu Bun, Itu tadi Arka yang memulainya, Bun. " Hega masih berusaha berkilah, menggaruk kepalanya bingung harus berkata apa untuk membela dirinya.


" Masa Arka mengatakan pada Momo kalau Hega ini pria berbahaya hanya karena wajah tampan Hega. Padahal dia itu Bun yang lebih sering membuat anak perempuan di sekolahnya menangis. "  Hega terpaksa menuding sahabatnya untuk menyelamatkan dirinya dari amarah sang bunda, saat seperti ini kan Hega maunya aman saja. Enak saja dia disalahkan karena membuat si barbie chubby menangis.


Toh awalnya memang semua karena ulah Arka kan, Hega saja yang bodoh karena terpancing masuk dalam pembicaraan aneh dua bersaudara itu.


Tapi menyesal pun tiada guna, nasi sudah menjadi bubur. Hega sudah terlanjur masuk dalam kerumitan atau lebih pantas disebut dengan ke-absurd-an yang terjadi.


Pembelaan diri Hega membuat sang bunda berdecak lirih, ibu dari tiga anak itu menghela napas kasar kemudian tampak mengurut keningnya.


Hih, kayaknya aku aja yang memang sinting dengan meladeni kegilaan Arka. Ucap Hega yang tentu saja hanya dalam hati, mana mungkin dia berani mengatakan hal itu di depan bunda nya.


Sudahlah mending aku diam saja.


Hega memutuskan berhenti membela diri, jika tidak bisa-bisa malah berkali-kali lipat omelan yang akan diterimanya dari sang bunda.


Arka yang merasa dikambing hitamkan oleh Hega reflek memelototi sahabatnya itu yang dengan kurang ajarnya melarikan diri dari tanggung jawab dengan melempar semua kesalahan padanya.


Ayu Puspita begitu kesal, kenapa putra sulungnya yang biasanya selalu dewasa menjadi begitu kekanakan seperti ini. Membuat adiknya yang biasanya penurut menjadi serewel ini.


" HYUZA ARKANA DAMA . . . !!! " Menatap kesal pada putranya.


Mati aku !!


Ampun deh, tadinya ingin mengelak dan membela diri. Tapi kalau ibunya sudah mode memanggilnya dengan nama lengkap seperti ini, sudah bisa dipastikan sang bunda tidak akan menerima segala bentuk alasan apapun.


Ya, jika sudah begini jalan terbaik hanya menyerah dan mengaku salah saja lah. Daripada tambah panjang dan ribet urusannya.


Arka menundukkan kepalanya menyesal, " Maaf Bun, Hyu terbawa emosi tadi. Hyu hanya tidak mau saja Momo menikah dengan pria yang akan menjadi masalah untuk Momo di masa depan. " Elak pemuda itu lirih.


Kan bunda tahu gimana kelakuan bocah itu, kerjaannya cuma baca buku, pantas saja wajahnya kaku kayak cover buku-buku yang dia baca. Lanjutnya dalam hati seraya melirik sebal sahabatnya.


Ayu hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan putranya, tidak habis pikir bagaimana bisa putra sulungnya sudah berpikir sejauh itu tentang masa depan adik perempuannya.


" Sudahlah, bunda akan membawa Momo ke kamar Ryu saja. Kalian lanjutkan saja bertengkarnya. Lagipula kenapa kalian membahas hal seperti itu di depan anak kecil sih. Dasar kalian ini !!!  " Menggendong putrinya masuk ke kamar putra bungsunya.


Hening beberapa saat.


Hega yang tadinya berniat untuk berhenti ikut campur kembali terusik dengan ucapan Arka, dan tentu saja Hega dengan bodohnya kembali terpancing emosi.


" Tentu saja masalahmu itu ada pada latar belakang keluarga dan otakmu yang kelewat jenius itu, Ga. " Seloroh Hyu sinis.


" Meskipun masalah utama pada dirimu itu ya memang ada pada wajahmu. " Sambungnya dengan bergumam kecil yang nyatanya masih terdengar oleh pemuda di hadapannya itu.


BUGH. . .


" Shiit !!! " Arka terjengkit dan mengeram saat sebuah bantal jatuh tepat di wajah tampannya. Yang tentu saja pelakunya tak lain tak bukan adalah sahabatnya, Hega.


Dan Hega sama sekali tak terlihat merasa bersalah ketika Arka mengumpatinya, Hega malah puas karena telah berhasil menyalurkan sedikit amarahnya.


Hega mendengus, " Gila mu semakin parah Ar. "


" Aku hanya berharap adikku menikah dengan pria biasa yang bisa menjaganya. Tidak akan menyakitinya ataupun tidak akan menjadi alasan bagi orang lain untuk menyakitinya. Apa aku salah dengan harapan sederhanaku itu, hah ?! "


" Hei, kenapa aku jadi tersinggung ya dengan ucapan mu. Kau ini mau memujiku apa menghinaku sih ? " Protes Hega dengan kening mengerut heran dengan pemikiran absurd teman baiknya.


Arka hanya mendesah kecil sebagai respon.


" Sini aku getok kepalamu yang sudah membuatmu bicara ngelantur itu. " Hega memekik ketus, seraya mengangkat buku tebal ditangannya seolah akan memukul kepala sahabatnya dengan benda itu.


Arka kembali menghela nafas panjang, menyandarkan kepalanya di sofa, dan merentangkan kedua tangannya di kedua sisi kepalanya yang tengah menatap nanar langit-langit ruangan.


" Punya suami tampan saja pasti sudah jadi masalah untuknya, apalagi jika pria itu sukses dan kaya raya. " Arka masih menggerutu, seolah sedang mencurahkan isi hatinya pada sahabatnya.


" Hei, memang harus sukses dan kaya dong baru bisa buat adik mu bahagia. Kau kira berbekal biasa-biasa saja yang seperti yang kau bilang itu sudah pasti menjamin adik mu bahagia apa ? Dasar kau ini !!! " Umpat Hega kesal.


Hega sendiri juga pasti tidak akan rela si chubby menikah dengan pria biasa, apalago sampai hidup biasa-biasa saja.


Gadis kecil itu sudah terlahir sebagai seorang putri, maka kehidupannya kelak haruslah senyaman mungkin, kalau bisa gadis itu harus serba berkecukupan.


Harus Tampan dan Kaya Dong baru si chubby bisa bahagia !!!


Enak saja Arka menginginkan gadis itu menikahi pria biasa, jika memang begitu maka Hega lah yang justru tidak akan rela.


Pokoknya si barbie chubby harus punya suami yang tampan dan kaya. Tegas Hega dalam hati sembari melirik wajah Arka yang seringkali membuat Hega kesal.


Tapi dimana bisa ketemu pria tampan dan kaya yang mau dengan gadis yang punya kakak galak macam dia.


Hega menahan tawa saat tiba-tiba terbayang bagaimana lucunya raut wajah suami dari Momo kecil setiap kali mendapat ceramah dari si kakak bucin.


" Hei Ar, adik mu itu terlahir dengan limpahan kasih sayang dan materi berkecukupan. Apa kau lupa kau sendiri yang mengatakan jika Momo terbiasa mendapatkan apapun yang dia mau. Memangnya kalau dia menikah dengan pria biasa seperti harapanmu itu, adik kesayanganmu itu tetap terjamin akan mendapatkan semua yang dia mau apa ?! "


JLEB. . . Skakmat !!!


...------------------------------...


...Terima kasih yang masih stay baca dan like, buat yang enggak sabaran baca *flashback***nya, silahkan kembali lagi lusa nya lusa !!! 🙈**...