
H-Mo Boutique, Golden Mall
Di ruangan yang hampir sebulan ini tidak ia datangi, Moza membuka lembar demi lembar design sketch book yang juga sudah cukup lama tidak ia jamah karena kesibukan kuliahnya.
" Mo, kira-kira kapan lo mulai bisa terima custom design ? "
Moza langsung menoleh ke arah sumber suara. Atensinya teralihkan pada sahabatnya yang barusaja memasuki ruangan sambil membawa sebuah map yang Moza tak tahu apa isinya.
" Mungkin untuk sekarang ini belum bisa, Ami. Kamu tahu sendiri aku mau ambil skripsi semester depan. "
" Masih ada 3 bulan lagi, kan ? "
" Iya sih, tapi aku mau mencari referensi dulu. "
" Emmm, gimana ya ? " Tampak Ami menggaruk kepalanya yang tertutupi hijab, membuat Moza mengernyit heran.
" Memangnya kenapa ? "
" Oh, itu. Sebenernya ada beberapa pelanggan yang mau pesan rancangan khusus. Mereka bahkan sampai beberapa kali nelfon. Padahal gue udah bilang sih kalo desainer H-Mo lagi cuti dan nggak terima custom design untuk sementara waktu. Tapi mereka tetep minta dikabarin lagi buat kepastian kira-kira kapan kita bisa terima request design mereka. "
" Hhhh, kalau mendesak lebih baik jangan dulu, Ami. Aku belum bisa konsen, takutnya malah mengecewakan pelanggan, kan ? "
" Iya sih, ehh, kalo konsul aja gimana ? Mau nggak ? "
" Gimana ? "
" Gini, kan lo ada beberapa design gaun pesta tuh yang emang belum kita release. Kali aja dari permintaan mereka ada yang sesuai dengan salah satu design itu. "
" Iya juga sih. Tapi sepertinya itu juga nggak gampang, Ami. "
" Kenapa emangnya ? "
" Emmm, aku nggak bisa jelasin secara detail sih. Tapi intinya aku belum bisa luangin waktu buat sesi konsul itu. Ini aja aku ada waktu bisa dateng kesini udah sukur alhamdulillah. "
" Oh, oke deh. Skip dulu aja. Eh, by the way, soal Love series yang rencananya kita bakal luncurin musim depan itu udah fix design kan ? Soalnya ibu aku nanyain kapan mau ke pabrik buat proses pattern making, paling enggak bulan depan kita udah punya sample product nya buat promosi. "
" Hm, ini juga yang mau aku bahas sama kalian. Tapi nanti nunggu Rena dan Dea sekalian. "
" Ck, kalau Dea nggak usah di tungguin, itu anak kan lagi sibuk sama si Jul. " Sambar Rena yang barusaja muncul di pintu.
Kening Moza dan Amira mengerut heran. " Emang mereka sibuk apa ? " Rena hanya mengedikkan bahunya. " Nggak tahu juga sih gue pastinya, yang gue tahu akhir-akhir ini mereka sering barengan. "
" Tumben mereka akur ? Biasanya kalo ketemu kan udah kek anjing ma kucing, ribut mulu. " Tanya Amira heran, sedangkan Moza langsung menghubungkan cerita Rena dengan apa yang terjadi kemarin di pesta.
Rwna kembali mengedikkan bahu. " Nggak tahu. Eh, Mo. lo ada rencana ke GIG nggak ? "
" Iya, kenapa ? "
" Bareng dong, gue kesini naik taxi tadi nggak bawa mobil. "
" Tumben ? " Tanya Amira.
" Lagi males nyetir sendiri, apalagi hari ini gue ada jadwal pemotretan full di GIG. "
" Cieeehhh, yang jadi BA GIG nih. "
" BA Golden Mall nya doang, Umik. Kalo jadi BA GIG mah gue bisa langsung go international dan sujud syukur. "
" Ck, aminin aja kali, siapa tahu beneran entar jadi BA nya GIG. "
" Amiiin, semoga dia Umik dikabulkan. " Rena mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
" Oh iya, Mo. Lo udah liat situs berita online 'Daily Business' belom ? "
" Aku nggak pernah baca berita disana. Lagipula kamu tahu sendiri aku jarang online sosmed. "
Rena manggut-manggut.
Iya juga sih, si Momo kan ponselnya cuma dipake chating ma telfon doang. Paling banter main game peternakan itupun jarang login. Sayang ya hape puluhan juta cuma buat minim activitu gitu. Rena tertawa miris.
" Ck, kadang gue heran ya Mo sama lo. "
" Lo itu punya segala hal yang kebanyakan perempuan impikan. Cantik, body oke, biarpun jutek tiada tara sih. "
" Muji apa menghina sih ? " Jutek Moza.
" Hahaha, tuh kan jutek. Tapi beneran sayang banget kalo wajah lo nggak diekspose di sosmed, Mo. Keindahan alami itu layak dikagumi. "
" Hahaha, kalo Momo ikutan main sosmed, bisa kalah pamor lo, Ren. " Sahut Amira dengan tawa meledaknya.
" Hehe, iya juga ya. Gue jadi inget postingan kita di kafe setahun yang lalu. Langsung rame tuh pas kita foto berempat, banyak yang kepo soal Momo. "
" Dan terima kasih, karena itu pula akun sosmed aku banyak yang neror. " Moza mencibir dengan nada datar.
" Hahahaha. . . " Amira dan Renata sontak langsung tertawa. Kumat lagi besti frozen nya.
" Lagian ya, Mo. Sosmed lo garing amat gambarnya bunga tulip doang. Kalo gue jadi lo mah udah gue upload tuh segala macam pose cantik gue. Lo bangun tidur ileran aja gue yakin masih cakep. "
" Ck. Udah stop bahas itu, lanjutin soal omongan kamu tadi. "
" Yang mana ? "
Moza mendengus, pelupa sekali temannya ini. " Daily Business. "
" Oh, iya ya. Gue kasih liat aja langsung deh daripada ribet. Bentar. " Tampak Renata mengeluarkan benda pipih berwarna gold dari dalam minibagnya. Kemudian mengutak-atik benda itu beberapa saat.
" Nih baca sendiri. Lo jadi hot news tahu nggak sih ? "
Moza menerima benda yang diulurkan Rena padanya. Matanya langsung melotot melihat foto yang terpampang disana.
Dengan jantung berdebar, melanjutkan membaca tulisan yang ada di bawah foto. Netranya beralih pada judul headline berita.
...' PERDANA ! PUBLIC AFFECTION PEWARIS GIG TERTANGKAP KAMERA '...
Oleh : Rino17
Kehadiran Hega Saint di acara Business Party tahun ini cukup menghebohkan tamu undangan. Bukan karena sosoknya yang memang sulit ditemui, melainkan karena pria yang kehidupan pribadinya selalu misterius itu hadir bersama sosok wanita cantik yang tampak begitu anggun di sisinya.
Meskipun wajah wanita tersebut tidak bisa ditangkap oleh kamera wartawan, namun dari keterangan beberapa undangan, mereka menyatakan jika wanita cantik tersebut adalah benar-benar istri dari Hega Saint.
Melihat bagaimana lembut dan manisnya Hega Saint memperlakukan istrinya tersebut. Jelas mengikis berita miring yang sempat heboh di media yang mengatakan bahwa alasan dibalik tidak terekspose nya istri pengusaha muda itu adalah karena pernikahan mereka didasari oleh kontrak bisnis semata.
Namun dari keterangan dari beberapa tamu yang hadir di acara tersebut. Mereka dapat memastikan jika pasangan muda itu memang menikah karena cinta.
Bahkan dari keterangan seorang tamu yang mengaku mengenal sosok wanita misterius tersebut. Ia dapat menjamin jika berita miring yang sempat beredar itu tidak benar.
Dari foto yang sempat diambil oleh media, jelas terlihat Hega Saint begitu mencintai istrinya. Sepertinya wanita ini akan menjadi sosok yang paling membuat iri wanita di seluruh negeri.
Moza menaruh ponsel milik Renata di atas meja, dan mendorongnya tepat di depan pemiliknya.
" Jadi sudah siap go to public nih, Nyonya Hega ? " Goda Renata.
Moza hanya tersenyum menanggapi ledekan sahabatnya.
" Apapun itu, kita selalu dukung lo kok, Mo. " Ucap Amira menenangkan sembari menepuk punggung tangan Moza yang masih terdiam di atas meja.
Renata mengangguk mendukung ucapan Amira, dan Moza tersenyum tipis. " Makasih. "
" Eh, tapi tumben sih ada berita tentang privat life nya Abang Gans ? Langka loh ini. Kan setahu gue nih, keluarga suami lo itu kan salah satu keluarga yang nggak boleh dilanggar privasinya. " Gumam Rena heran.
" Dan ini kok bisa fotonya bocor ke media ? Meskipun wajah lo nggak seberapa keliatan sih karena tampak samping. Apes bener wartawannya salah posisi, ambil angle yang salah ini. Hahaha. . . " Lanjut Rena sembari memastikan jika wajah Moza sungguh tak akan bisa dikenali. Gadis itu sampai me-zoom layar ponselnya beberapa kali. Dari dekatpun nggak akan ada yang tahu jika itu Moza.
Moza ingat, itu adalah moment saat suaminya sedang mengusap bibirnya yang sedikit terbengong karena kedatangan seseorang di pesta tersebut.
Bagaimana bisa foto itu muncul di media ? Apa ini ada sangkut pautnya dengan apa yang dikatakan oleh suaminya saat itu di pesta ?
***