
" Hish, kenapa kakak ikut-ikutan sih ? " Moza sedang mengomeli suaminya yang akhir-akhir ini bukannya makin waras, justru sebaliknya, pria itu semakin posesif saja dan tingkahnya semakin aneh-aneh dalam menunjukkan keposesifannya itu.
" Siapa suruh kamu ikut dilelang. " Balas Hega enteng, tidak mau kalah.
Pria itu juga masih kesal Bagaimana bisa nama istrinya disebutkan dalam acara lelang amal kampusnya. Untung saja dirinya mewakili sang papa menghadiri acara tersebut. Jika tidak maka Hega harus melihat istrinya itu ditawar oleh orang lain, atau pria lain lebih tepatnya.
Moza menghela nafas, hatinya masih dongkol. " Sungguh aku juga tidak tahu kenapa nama aku bisa ada disana ? Pasti ada yang ngerjain aku ini, kak. "
" Uhuk. . . " Bukan Hega atau Moza yang terbatuk, melainkan pemuda yang kini tengah duduk bersama dengan mereka untuk makan siang bersama di salah satu restoran.
Padahal itu bacah nggak diajak, ehh malah mengekor saja dan mengganggu makan siang Hega dan istrinya. Jadi gagal kan 'makan siang istimewa' Yang ada di bayangan Hega.
" JULIAAANNN !!!! " Sontak sepasang suami istri itu menatap kompak ke arah yang sama.
" Maaaf, Mo. Gue gak ada maksud jelek, gue cuma mau bikin dana yang terkumpul biar banyak gitu. " Cowok itu malah nyengir watados.
" Dengan menjual nama sahabat kamu, begitu ? Jahat. " Moza memekik marah, keterlaluan sekali sahabatnya ini.
Pantas saja tadi Julian memaksa menahan Moza untuk tinggal hingga akhir acara, ternyata puncak lelangnya adalah namanya.
" B-bukan gitu juga maksudnya. " Julian menggaruk tengkuknya, sedikit merasa bersalah.
Catat ya hanya sedikit, karena nyatanya cowok tengil itu sangat puas dengan angka yang masuk ke akun rekening acara amal kali ini.
" JULIAN, KAMU HARUS BISA MEMBERI ALASAN YANG TEPAT JIKA KAMU MASIH INGIN HIDUP !!! "
Mendengar ancaman suami sahabatnya, cowok yang dari tadi memasang wajah tengil itu mendadak ngeri, kedua tangannya terangkat naik tanda menyerah.
Satu jam yang lalu,
Setelah menyaksikan pertunjukan musik dan drama, maka pelelangan menjadi acara puncak yang menjadi tujuan utama dalam penggalangan dana amal dimulai.
Kegiatan ini selalu dilaksanakan mengakhiri kegiatan KSM di kampus Dwitama University, sekaligus menjadi ajang untuk show off bagi para seniman kampus.
Lelang amal, seperti namanya, tentu saja semua yanh di lelang di acara tersebut adalah kumpulan terpilih dari donasi mahasiswa-mahasiswi yang dirasa bisa menghasilkan dana terbesar.
Aneka macam benda, mulai dari jam limited edition, tas branded merk dunia, beberapa buku ternama beserta tanda tangan sang penulisnya. Dan masih banyak lagi sebenarnya, namun panitia sudah memilih sepuluh 'benda' yang memiliki nilai lelang tertinggi.
Rena menjadi salah satu peserta lelang yang membawakan beberapa fashion koleksinya, dari gaun, topi, sepatu dan tas branded hingga aksesoris rambut dan gelang yang melekat di tubuhnya.
Hingga tersisa satu 'benda' lelang terakhir, dengan judul 'Romantic dinner'. Tulisan yang mengisi layar besar di belakang MC itu langsung menarik perhatian penonton.
" Nah, pasti banyak diantara para hadirin yang bertanya-tanya apakah sebenarnya maksud dari tulisan yang muncul lelang terakhir ini. " Miko sang pembawa acara kembali membuka suara.
" Memang apa itu, kak Miko ? Kalau dinner nya bareng Oppa Cha Eun Wo, aku juga mau ? " Sahut Stella yang menjadi pasangan Miko di atas panggung.
" Hahaha, sayangnya bukan, tapi meskipun iya, panitia dilarang ikut pelelangan. " Sahut Miko membuat gadis di sampingnya itu berekspresi cemberut.
" Tahu gitu aku nggak mau jadi MC, kak. " Stela berakting merajuk.
" Ya udah, kamu dinner sama aku aja nanti, Stel. Siapa tahu kan setelah jadi pasangan MC, turun panggung bisa jadi pasangan kekasih. " Miko menggoda.
Terdengar suara riuh dari tribun penonton menyoraki gombalan Miko.
Entah darimana juga gadis itu bisa tahu lagi itu, mungkin itu lagu kesukaan mamanya saat muda.
Lagi-lagi sorakan terdengar dari kursi penonton diikuti tawa.
" Wah, ini namanya layu sebelum berkembang. " Miko memelas dengan satu telapak tangan memegangi dadanya.
" Udah, back to event, kak Miko. Udah pada nungguin nih. "
" Oh, oke oke. Jadi di dinner romantis ini, panitia telah memilih satu nama yang dianggap paling famous, alias most wanted. Begitu sih yang tertulis disini. " Papar Miko sambil mengangkat lembar narasi di tangannya.
" Woww, kira-kira siapa ya, kak Miko ? "
" Gue juga belom tahu, Stel, ini juga amplop nya masih tertutup rapat. " Kali ini Miko melambaikan satu amplop berwarna pink.
" Bisa jadi nama kamu ini Stell, hahaha. " Imbuh Miko menggoda.
" Wiihh, nggak mungkin lah, kak. Aku mah apa atuh. Cepet buka udah penasaran ini, kak. " Desak Stela dengan wajah antusias.
" Oke, kita buka ya, gue juga penasaran isinya. " Miko membuka perlahan amplop di tanganya, dan Stella mendekat untuk mengintip.
Kedua mata mereka sama-sama membola saat mereka melihat deretan huruf berjajar di dalam kertas yang belum keluar sepenuhnya dari dalam amplop.
" Hahaha, kalau ini mah, kak Miko yang bakalan nyesel karena tidak bisa ikut lelang. " Gantian Stella menggoda seniornya.
" Hahaha, tau aja kamu, Stel. " Cowok itu meringis sambil menggaruki tengkuknya.
" Baiklah tidak berlama-lama, lelang amalnya adalah bagi siapa yang menawar dengan harga tertinggi, maka bisa dinner dengan most wanted Universitas Dwitama. Yang tentu saja namanya susah tertulis dalam kertas yang ada di tangan Stella. " Miko menunjuk kertas yang sudah berpindah tangan ke rekannya.
Namun tidak ada respon dari arah penonton. Hingga beberapa saat berlalu, dan layar besar di belakang panggung dipenuhi oleh beberapa foto hasil candid camera.
Dimulai dari sebuah foto tampak belakang tiga mahasiswi yang tengah berjalan di area taman kampus.
Dari sini belum bisa ditebak siapa yang dimaksud karena dari tiga mahasiswi tersebut meskipun mereka sudah bisa menebak siapa sosok dalam foto tersebut. Tapi mereka tidak bisa menebak siapa yang namanya tertulis di kertas, karena ketiganya memang sama-sama populer.
Dan saat sebuah foto memenuhi layar besar yang menjadi latar panggung itu, banyak mata membulat sempurna dengan mulut menganga.
Tentu banyak yang dibuat terkejut, terutama para pemuda yang langsung merasa antusias untuk bisa makan malam dengan the most wanted girl Universitas Dwitama itu.
Semua mahasiswa yang pernah menaruh rasa pada gadis itu pastinya tengah bersiap-siap untuk memberikan penawaran terbaik mereka.
Disini setiap peserta lelang amal diberi sebuah bidboard (papan tawaran) dan spidol untuk menuliskan angka tawaran mereka.
Beberapa mahasiswa bahkan sudah memberanikan diri menawar, mulai dari angka belasan juta, hingga puluhan juta.
Mereka nekat merogoh dompet mereka sedikit dalam, dan yang menganggap uang segitu hanya recehan untuk sekedar beli k*nderjoy.
***
Kalian pasti udah bisa nebak kan gimana kelanjutannya ? 🤣
Yang pasti ada yang kebakaran jenggot.