FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 130 • Titik Zona Merah



Di tempat lain,


• Lantai 15 Gedung Pusat GI Group •


" Anita, kumpulkan semua kepala divisi dan team pengelola Imperial Hotel satu jam lagi ! Dan bawakan laporan perkembangan situasi Imperial Hotel yang ada di Tokyo ! " Titah Hega yang barusaja hendak memasuki ruangannya.


" Baik, Presdir. " Jawab Anita seraya membungkukkan sedikit tubuhnya.


" Apa semua manager cabang Imperial Hotel sudah tiba ? "


" Mereka sudah tiba sejak tadi satu jam yang lalu, Presdir. Tinggal menunggu instruksi selanjutnya dari anda. "


" Oke, minta mereka bersiap di ruang rapat utama ! Dan mulai rapatnya 30 menit lagi. " Membuka berkas laporan yang ada di atas mejanya, sejenak menghentikan aktivitasnya dan kembali melihat ke arah sekretarisnya.


" Baik Presdir. "


" Dan jangan lupa minta divisi keuangan mengirim laporan keuangan setiap cabang Imperial Hotel yang seharusnya sudah dikirim minggu lalu oleh tiap cabang ! " Sambungnya.


" Baik, Presdir. Segera saya laksanakan. Saya permisi. "


" Dan satu lagi, Anita. "


" Ada lagi yang anda butuhkan Presdir ? "


" Pastikan mereka semua sudah siap dengan laporan dan program kerja mereka. Jangan buat saya membuang waktu dengan basa-basi yang tidak jelas. "


" Baik, Presdir. Saya permisi. "


" Hm. "


Anita segera menuju ruang khusus staffnya.


" Bella, Gita dan Tomi. Kalian segera hubungi para kepala divisi sesuai perintah Presdir. Mega dan Adam, siapkan ruang rapat secepatnya ! " Dengan cekatan Anita segera mengerahkan semua staff sekretaris dan membagi tugas untuk semua bawahannya.


Sedangkan Anita sendiri mempersiapkan laporan yang diminta atasannya, laporan situasi dan kondisi Imperial Hotel Tokyo yang sempat hampir bangkrut karena korupsi beberapa jajaran direktur pengelola beberapa waktu yang lalu.


Kecurangan yang sempat membuat geger Golden Imperial Grup.


Sehingga Hega harus mengirim ulang orang-orang baru yang berkompeten serta bertanggung jawab dan bisa dipercaya untuk menggantikan posisi-posisi penting di Hotel yang ada di negeri Sakura tersebut.



Rapat Performa Tahunan.


Tepat satu jam kemudian, semua staff yang berkepentingan sudah berkumpul di ruang rapat. Hega ditemani Anita di sisi kanannya dan Bella di sisi kirinya membawa tumpukan kertas.


Julian sang Asisten Pribadi sedang mewakilinya dinas di Seoul, Korea Selatan. Sedangkan Bara sedang rapat dengan perusahaan ATRA Construction milik keluarga Julian yang masih dipimpin oleh Adiputra--ayah Julian, untuk pembangunan Empire Resort di pulau Bali.


Keduanya bekerjasama untuk proyek baru GI Group di bawah kepemimpinan Hega.  Setelah hotel, mall dan restoran, kini Golden Imperial Group mulai merintis pembangunan resort.


Satu per satu jajaran orang-orang penting Imperial Hotel mulai melaporkan hasil kerja mereka. Mulai dari general manager hotel, kepala Public Relation [ Humas ], Accounting dan para manager lainnya.


Hega menyimak setiap laporan dengan ekspresi wajah yang kurang puas, jari kanannya memainkan pena sesekali mengetukkan benda kecil itu pada meja, dan menatap tajam setiap perwakilan yang sedang menjelaskan laporan kerjanya.


Setiap pasang mata yang hadir disana menatap gelisah ke satu arah. Dari gerak-gerik Presdir saja, sudah dapat mereka tebak jika ada hal yang tidak beres yang ditangkap oleh pria yang selalu memasang eskpresi tegas dan seriusnya itu.


Dan dapat dipastikan hal itu adalah sesuatu yang tidak bagus, yang akan memancing kemarahan pria yang sudah beberapa tahun ini duduk di posisi tertinggi GI Grup.


B R A K . . .


Hega melempar sebuah map berwarna hitam ke atas meja.


" Anita, bagikan salinan laporan kinerja staff Imperial Hotel yang ada di Tokyo pada semua manager dan perwakilan setiap hotel cabang yang hadir disini ! Dan jelaskan pada mereka dengan singkat, padat dan jelas ! Karena sepertinya mereka kurang paham alasan rapat ini diadakan. " Titah Hega dingin, jelas sekali terdengar jika sang Presdir sedang menahan amarah.


Semua yang hadir disana sontak saling pandang dan semakin gemetar melihat tatapan Presdir mereka yang jelas terlihat tidak puas dengan laporan mereka.


Anita memmberi isyarat pada asistennya-Bella, untuk membagikan copy berkas yang sudah dia siapkan tadi. Sedangkan Anita menjelaskan isi berkas tersebut di depan layar.


Dari awal mula terpuruknya kondisi Imperial Hotel yang ada di Tokyo, terbongkarnya kasus korupsi jajaran direktur dan manager pengelola, hingga di saat kondisi hotel yang hampir bangkrut.


Dilanjutkan pengiriman staff pilihan untuk mengisi kekosongan jabatan di hotel tersebut, kinerja para orang pilihan yang tidak hanya berhasil mempertahankan kelangsungan eksistensi Imperial Hotel di Tokyo itu.


Namun juga berhasil membawa pencapaian maksimal yang diraih oleh Imperial Hotel Tokyo sebagai Hotel Terbaik di Jepang.


Suatu pencapaian luar biasa yang didapatkan dengan dedikasi dan kerja keras para staff terpilih.


" Dalam kurun waktu enam bulan, dari hampir bangkrut menjadi hotel terbaik di negeri sakura itu. Anda semua tentu bisa menangkap maksud tujuan saya memanggil anda semua untuk rapat hari kan ?! " Cibir Hega datar namun penuh penekanan.


Rapat yang berlangsung belum satu jam, namun situasi dalam ruangan terasa sudah memanas. Apalagi ketika pembahasan mengenai kinerja para utusan yang dikirim ke Tokyo.


Dalam waktu kurang dari enam bulan, staff yang hanya berjumlah 5 orang itu bahkan sudah berhasil mengatasi krisis yang dialami Imperial Hotel Cabang Tokyo tersebut.


Berbanding terbalik dengan kondisi cabang di dalam negeri sendiri justru mengalami penurunan pendapatan dan bahkan terancam tergeser posisinya sebagai The Best Hotel in Nusantara.


" Dari puluhan hotel kita yang ada di hampir seluruh dunia, kenapa hanya cabang Hotel Imperial di Indonesia saja yang performanya selalu menurun. Bukankah terakhir kali kita mendapat proyek untuk menjadi vendor acara negara yang berskala Internasional ?! Seharusnya event tersebut menjadi kesempatan bagi kalian untuk meningkatkan performa hotel. Tapi apa ini hah ? "


" Apa saja yang anda semua lakukan hingga untuk mempertahankan omset dari tahun lalu saja kalian tidak bisa. Sebenarnya apa yang anda semua kerjakan dibalik jabatan anda itu ?! " Amarah pria itu semakin naik levelnya.


Bahkan atmosfer ruangan terasa mencekam, mood Presdir benar-benar buruk hingga mencapai titik zona merah, yang artinya bahaya.


" Jangankan target kenaikan omset 5 persen yang anda gadang-gadangkan pada rapat kerja satu tahun yang lalu. Bahkan untuk bertahan di angka yang sama dengan tahun itupun anda semua tidak becus melakukannya. Apa anda semua sudah bosan mendududuki jabatan anda ? "


" Apa anda semua mau menunggu sampai cabang yang Anda pegang bangkrut terlebih dulu ? "


" Kami akan memperbaikinya, Presdir. Mohon beri kami kesempatan. " Ucap general manager salah satu cabang dengan tubuhnya yang gemetar dan berkeringat dingin.


" Enam bulan. " Sela Hega tegas.


" Itu waktu yang terlalu sing... "


" Enam bulan, jika tidak ada perkembangan yang signifikan dalam kurun waktu tersebut, maka silahkan anda semua melepaskan jabatan anda ! "


" Presdir, kami...."


" Atau jika ada dari anda semua yang ada disini, ada yang sudah merasa tidak mampu bekerja dan memenuhi target tersebut, silahkan mengajukan surat pengunduran diri anda sekarang juga ! " Hega benar-benar murka, memijat celah diantara kedua alisnya.


" Anita, dimana laporan keuangan yang saya minta ! "


Jeng jeng. . .


***


FYI : [ Kalau ada yang kurang maafkan ya, thor tidak sanggup menyebutkan semuanya. Thor kasih gambaran via diagram saja ya struktur karyawan Hotel Bintang 5 berskala Internasional 👇 ]



Itu jajaran eksekutif untuk hotel saja ya, karena bidang usaha GIG tidak hanya meliputi hotel, silahkan bayangkan sendiri dimana posisi seorang Hega Airsyana Saint. Pokoknya intinya Bang Hega ada di puncak hierarki.