
"Hahahah lucu sekali. Kalau begitu, mari kita buat."
"Baiklah, malam ini aku tidak akan memberikan jatah. Kamu sudah berbicara."
"Kalau Audy dan Flint mau memiliki adik lagi bagaimana?"
"Aku yakin mereka sangat mengerti aku. Mereka tidak akan memaksakanku."
"Baiklah, kita tanya Flint saja nanti."
Lift sudah sampai di lantai 60. Key sudah kebiasaan kalau sampai di lantai 60, dia pasti menengok ke kiri dan ada Calvin. Sekarang dia menengok ke kiri tapi kursi kosong yang dilihatnya. Calvin tidak ada di tempat. Beberapa detik kemudian, Calvin muncul dari belakang dan membawa cangkir putih.
Sontak Calvin langsung menghentikan langkahnya. Bos lamanya datang tanpa memberi kabar disaat bos barunya sedang berada di alam mimpi. "Heyy Calvin. Sudah lama tidak melihatmu. Apa kabar?" sapa Key.
"Baa-baik. Kamu tumben datang ke sini tidak memberi kabar dulu?" ucap Calvin mendekatkan diri kepada Key.
"He ini kan tempatku. Masa aku harus memberi kabar terlebih dahulu. Flint mana? Di atas kan?" tanya Key.
"Ti-tidak. Dia sedang makan bersama Julie."
"Oh ya? Tadi ke tempat Julie tapi tidak melihat Flint di sana." sahut Sara.
Matik aku. Gimana ini? gumam Calvin.
"Flint ke mana? Dia tidak di atas?" tanya Key.
"Iya dia di atas. Tapi sebaiknya kalian jangan mengganggunya dulu."
"Kenapa?"
"Dia sedang tidur?"
"Tidur?????" ucap Key.
"Ya, kamu juga pernah kan melakukannya? Bersama Sara?"
Key dan Sara terdiam malu merenungkan tindakannya di masa lalu.
"Baiklah. Kita pulang." ucap Key.
Baru saja Key dan Sara membalikkan badan untuk masuk ke dalam lift, Flint keluar dari pintu otomatisnya dan menguap panjang lebar. "Hooooooaaaaammmm... nyenyak pake banget."
Key dan Sara sontak melongo melihat kelakuan anak sulung mereka itu. "Kamu kira ini kamarmu?" tanya sang ibu.
Flint melompat kaget melihat ada wujud orang tuanya di hadapannya. "Sepertinya aku masih belum bangun. Tapi sepertinya di mimpiki tidak orang tuaku tadi." jawab Flint.
"Memangnya kamu mimpi apa?" tanya Calvin.
"Hah, ada Calvin. Di mimpiku juga tidak ada kamu." jawab Flint.
"Heol. Ini bukan mimpi kah?" sambung Flint.
"Kemarilah." ucap Key.
Flint pun menurut dan menuruni tangga secara hati hati. Flint mendekati papanya itu. Setelah dekat, Key pun merangkul Flint, makin lama rangkulan itu sangat erat, tangan Key sampai ke leher Flint dan terasa sakit oleh Flint. "Apakah ini masih mimpi?" tanya Key.
"Astaga.. ini nyata. Kalian kenapa tiba tiba ke sini? Kenapa tidak bilang dulu padaku?" ucap Flint.
"Hey, ini perusahaanku. Kenapa aku harus bilang?" tanya Key.
"Dan tidak kusangka, anakku yang kuberi kepercayaan untuk memimpin perusahaan, malah tidur di siang bolong." sambung Key.
"Oh tidak seperti itu, Papa. Aku baru saja tidur 3 jam. Lagipula bukannya Papa sama Mama juga sering tidur di atas?" tanya Flint.
Key dan Sara kembali dipermalukan untuk yang kedua kalinya. Sara segera melangkahkan kakinya menuju ruangan Flint dengan kencang sampai terdengar suara kletak kletok dari alas kakinya.
Kepergian Sara diikuti Key dan Flint. "Kamu kangen dengan ruangan ini, Sara?" tanya Key setelah mereka bertiga masuk ke dalam ruangan itu.
"Oh my, ruangan ini tidak berubah." jawab Sara.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.