When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Curahan Hati



"Sebelum mempunyai keluarga baru, aku tidak diizinkan membeli rumah dan tinggal sendiri di rumah itu."


"..." Julie terdiam.


"Sudah sampai di rumahmu."


"Baiklah. Kabari aku jika sudah sampai di rumah Edgar."


"Iya."


"Sampaikan salamku kepadanya."


"Iya. Masuklah ke dalam rumahmu."


"Sampai jumpa."


Flint pun menancapkan gas menuju rumah Edgar. Tetapi sebelum itu, dia pergi ke minimarket untuk membeli beberapa kaleng minuman.


Ting tong. Flint sudah sampai di rumah Edgar dan menekan tombol bel yang berada di samping pintu. Kesan pertama Flint melihat rumah Edgar adalah rumah yang sederhana namun desainnya terlihat mewah. Tidak terlalu besar untuk Edgar yang tinggal sendiri di rumah itu. Rumahnya juga dikelilingi okeh rumput rumput kecil, hanya ada 1 jalur untuk masuk ke dalam rumah yang tidak ditanami rumput. Hal ini semakin membuat Flint ingin memiliki rumah sendiri.


"Masuklah." Edgar membukakan pintu dan menyuruh Flint masuk.


"Hey, Ed, sudah berapa lama kamu memiliki rumah ini. Bagus sekali."


"Baru 2 tahun."


"Kamu membuat cemilan apa untukku?"


"Kamu tahu Buldak makanan korea?"


"Omg, Ed. Aku suka sekali makan itu. Audy juga suka. Dia sering membawakan itu setelah pulang kuliah."


"Oh iya? Baguslah kalau kamu suka. Ngomong-ngomong, Audy mirip sekali denganmu."


"Cantik kan?"


"Iya."


"Cantik?"


"Iyaaa."


"Cantik. Tapi belum memiliki pacar."


"Oh ya? Kenapa bisa?"


"Mana kutahu. Sepertinya dia tidak memiliki selera terhadap pria."


"Mana mungkin."


"Entahlah. Dipikirannya hanya belajar."


"Baguslah. Dia memang harus fokus belajar."


"Eh tapi dia akan memegang salah satu cabang Young Company loh."


"Benarkah?"


"Iya, dia akan memegang Young Airlines."


"Bukannya dia masih kuliah?"


"Itulah hebatnya Audy. Eh Young Company rencananya ingin membuat Young Culinary. Kita ingin membuka restoran. Konsepnya masih belum tapi aku ingin kamu terlibat dalam hal ini."


"Katakan saja kapan waktunya, aku siap membantumu, Flint."


"Aku ingin mendapat bayaran 2x lipat dari pekerjaanku."


"Ed!!! Kamu memerasku."


"Young Culinary ide siapa? Tidak mungkin sekali kalau itu ide kamu."


"Ide Audy. Dia suka makan. Dia bilang dia juga ingin merintis Young Culinary."


"Jadi aku akan bekerja denganmu atau dengan Audy?"


"Kita berdua bekerja dengan Audy. Audy hanya pengendali keuangan, sisanya pekerjaan aku."


"Ohhh.."


"Tapi aku berencana menjadikan Young Airlines dan Young Culinary milik dia. Seluruh kepemilikan jatuh ke tangannya."


"Papamu yang menyuruh?"


"Papa bilang Young Airlines milikku tapi pengendali keuangannya dia."


"Menurutku Young Airlines baiknya menjadi milikmu. Dia kan mampu di pengendali keuangan, belum tentu mampu mengendali sebuah perusahaan."


"Benar juga."


Suasana hening setelah itu. Hanya terdengar suara air yang mengalir dari kaleng ke mulut mereka.


"Aku ingin melamar Julie beberapa hari lalu."


"SERIUS??? Oh my God, cepat sekali."


"Secepat itukah? Kami sudah 5 tahun bersama."


"Iya. Bukannya Julie baru lulus kuliah dan baru bekerja? Umurmu juga belum seperempat abad."


"Memangnya kenapa kalau seseorang menikah muda?"


"Kata orang, menikah di usia muda rentan perceraian karena usia muda adalah usia yang labil, sulit mengontrol emosinya. Yah, begitulah yang ku tahu."


"Bahkan sebelum aku menyatakan lamaran, Julie sudah menolak untuk menikah dini."


"Benarkah? Itu karena terlalu cepat."


"Iya. Dia masih ingin bersama orang tuanya. Kamu tahu? Aku bahkan sudah membeli cincin. Cincin itu sekarang menganggur di kamarku. Seharusnya cincin itu sudah melingkar di jari manisnya."


"Bersabarlah, Flint. Menikah itu melibatkan kesiapan 2 orang. Tidak bisa kalau yang siap hanya kamu saja."


"Edgar, kamu tahu? Tanpa orang orang suruh aku untuk bersabar, aku sudah bersabar. Hanya saja aku tidak tahu harus menunggu sampai kapan."


"Itu pertanyaan dari setiap orang yang sedang menunggu. Tidak ada waktu yang pasti sampai kapan kita harus menunggu, Flint. Itu resikomu untuk setia. Kamu bisa menikahi wanita lain kalau ingin cepat menikah."


"You know, dude, aku cuma menginginkan Julie."


"Menunggulah. Julie juga tidak akan membiarkanmu menunggu terlalu lama."


"Sudah lama tidak mendengar saran darimu. Ini curahan hati pertamaku sejak bertahun tahun kita tidak bertemu kan?"


"Iya. Senang bisa memberimu saran kembali, Flint."


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.