
"Semoga saja tidak benar."
Tok tok tok. "Sir, sebentar lagi pesawat akan landing." ucap pramugari.
"Iya baiklah." jawab Flint dari dalam kamarnya.
"Sebentar lagi kita sampai di Paris?" tanya Julie.
"Yess, babe."
"Oh myyy, sudah kangen sekali sama Paris. Apa kameramu sudah siap Flint? Banyak tempat yang bagus di sana."
"Tenang saja.."
Yang ditunggu tunggu, akhirnya tiba juga. Flint dan Julie sudah menginjakkan kakinya di Paris. Bagi Flint, dia baru beberapa kali ke Paris untuk urusan pekerjaan, tidak banyak tempat yang dia kunjungi, hanya tempat makan saja. Setibanya di Paris, dia menghirup napas yang berbeda. Segar, seperti ingin memulai kehidupan yang baru.
Rupanya, hotel yang di pesan Calvin bukan main bagusnya. Calvin hanya memesan 1 kamar tetapi di dalamnya terdapat ruang keluarga, dapur, ruang makan, ruang bekerja, sudah seperti rumah saja.
"Kita akan menginap di sini selama beberapa hari ke depan." ucap Flint.
"Terlalu sederhana untuk sebuah rumah tetapi terlalu bagus untuk sebuah kamar hotel."
"Calvin memang tidak pernah salah."
"Baiklah, sayang. Walaupun kamar ini bagus, kita tidak bisa berdiam diri saja di sini. We should go outside, ok?"
"Now?" (sekarang?)
"Yes. Bersiaplah."
Julie sedang menaruh baju baju yang ada di dalam kopernya ke dalam lemari. Dia sambil memilih baju apa yang akan dipakai saat jalan keluar nanti. "Sayang kamu tidak boleh pakai rok." ucap Flint.
"Bawel."
"Apa kamu bilang? Aku bawel?" Flint menggelitik tubuh Julie.
"Ah tidak tidak. Lepaskan. Aku tidak bilang apa apa."
Flint dan Julie pun sudah siap untuk turun ke jalanan sana. Di Paris mereka tidak menggunakan sopir karena mereka ingin berjalan kaki atau paling tidak menaiki kendaraan umum.
Museum Louvre
Ponts des Arts (Jembatan gembok cinta)
Sesampainya di Museum Louvre, mereka melihat koleksi kesenian, desain/tekstil bahkan peninggalan sejarah. Cukup asing untuk mereka yang biasanya hanya melihat angka angka, perhitungan, uang. Namun kali ini mereka mencuci matanya dengan melihat karya seni.
Bentuk luar Museum Louvre pun sangat bagus sehingga mereka banyak mengambil gambar dari luar bangunan. Cekrek cekrek cekrek.
Sambil berjalan, sudah kewajiban Flint untuk membeli makanan yang dia lihat. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk makan di tempat yang tidak jauh dari sana.
"Kenapa makanan di Paris enak sekali?" ucap Flint.
"Kamu kan pecinta makan. Semua makanan juga kamu bilang enak."
"Enak saja. Lidahku ini pemilih tau."
Selesai makan, mereka menuju ke tempat ke 2 yaitu Ponts des Arts (jembatan gembok cinta). Waktu di sana sudah menjelang petang, suasana yang pas sekali untuk berkunjung ke jembatan itu. Kenapa dinamakan jembatan gembok cinta? Banyak mitos yang beredar jika wisatawan mengikat gembok yang sudah diberi namanya dan pasangan di sana, maka cinta mereka akan abadi.
Itulah yang dilakukan Julie dan Flint di sana.
"Hmm bagaimana kalau kita bawa pulang saja gemboknya?" tanya Flint.
"Kenapa dibawa pulang?"
"Kalau ditaruh di sini, kita jarang melihatnya. Lebih baik kita bawa pulang lalu kita mengikatnya di rumah."
"Hmm? Kalau di rumah, kita akan mengikatnya di mana?."
"Hmm... Di.. di mana ya.. oh aku akan mengikatnya di tempat walk in closet."
"Oh aku akan mengikat di koper make up ku."
"Baiklah jadi kita bawa pulang ya."
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.