When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Pelupa



Langit berubah warna menjadi gelap. Cahaya rembulan terang benderang menyinari malam itu. Julie hanya mengikuti kemana perginya langkah kaki yang sebenarnya dia sendiri tidak tahu ingin ke mana. Handphone nya ketinggalan di ruangan Flint, dompet dan tasnya ketinggalan di ruangannya sendiri. Sejak meninggalkan perusahaan, dia hanya berjalan kaki saja mengikuti kakinya itu. Sampailah dia di suatu tempat yang tidak pernah dia kunjungi sebelumnya. Taman yang serba hijau, bangku taman yang diduduki para pasangan-pasangan, lampu taman yang menerangi sepanjang taman, dan ramainya suara pedagang yang sedang menawarkan barang dagangannya.


Julie hanya berdiri di pinggir taman, menikmati pemandangan yang cocok untuk dirinya, ditambah dengan udara yang sangat sejuk. "Tidak duduk?" ucap seorang laki laki yang baru sampai di sampingnya. Suaranya tidak familiar. Ya, laki laki itu adalah Flint.


"Flint? Kok kamu disini?" ucap Julie terheran-heran.


"Aku hanya mengikuti arah hatiku pergi. Ternyata kesini." kata Flint.


Jawaban Flint tidak mendapat respon dari Julie. Dia tahu bahwa pacarnya itu sedang tidak "mood" untuk berbicara. "Tidak membawa handphone, dan dompet, apa rencanamu saat pergi?" ulang Flint.


"Aku lupa." jawab Julie.


"Ya, aku tahu. Kamu memang pelupa."


"Tidak. Baru kali ini saja."


"Saat aku bilang, aku membeli perusahaan papamu. Kamu tidak ingat? Aku memaklumi karena kamu pelupa."


Julie mengerutkan dahinya, "Tidak. Kamu tidak pernah bilang padaku."


"Kamu saja yang lupa."


"Masa sih?"


"Iya."


"Aku benar benar tidak mengingatnya."


"Karena kamu pelupa."


"Baiklah."


"Tidak ingin duduk di bangku taman itu? Aku rasa kita tidak pernah melakukannya." ajak Flint.


"Tidak usah." tolak Julie karena dia sudah merasakan perih di tumitnya akibat seharian berjalan dengan sepatu hak.


"Hey!?. Kakimu luka???" tanya Flint. Flint segera berjongkok hendak menggendong Julie.


"Naiklah."


"Tidak. Apa apaan kamu ini. Di sini banyak orang."


"Naik."


Tanpa basa basi, Julie pun segera naik ke punggung Flint karena sudah mendengar suara Flint yang tidak bisa diajak bercanda lagi. Setelah menggendong Julie, Flint membawanya ke bangku taman dan mendudukkannya di sana. "Tunggu disini." Flint segera berlari ke mobilnya untuk mengambil kotak P3K dan kembali ke bangku taman di mana dia menaruh Julie disana.


"Pantas saja kamu tidak mau duduk. Sakit sekali bukan?" ucap Flint. Flint sangat telaten membersihkan luka Julie dan memberi penutup.


"Sudah biasa."


"Aku tidak akan membiarkannya lagi."


Suasana di antara mereka menjadi canggung sesaat Flint mengucapkan hal itu. Tidak ada satu pun dari mereka mengeluarkan suara.


"Tentang?"


"Aku belum memberitahumu tentang perusahaan papamu."


"Aku tahu, Flint. Saat perusahaan itu bangkrut, aku mengetahuinya terlambat. Sekarang, saat kamu membeli perusahaan itu, aku juga mengetahuinya terlambat. Apakah masih ada lagi sesuatu yang tidak kuketahui, Flint?"


"Tidak. Aku bersumpah. Hanya ini."


"Tapi kenapa kamu selalu menyembunyikannya dariku, Flint? Kalau aku tidak melihat nama perusahaan papa, tidak, kalau Calvin tidak masuk membawakan berkas arsip perusahaan itu, kamu tidak akan memberitahuku kan Flint?"


"Tidak mungkin, Julie. Aku pasti akan memberitahumu. Tapi aku lupa, aku benar benar lupa kalau aku sudah membeli beberapa perusahaan, termasuk perusahaan papamu."


"Jadi... Siapa yang pelupa?"


"Aku.. Maafkan aku. Aku benar benar lupa."


"Apakah ada sesuatu yang belum kuketahui lagi? Jujurlah, rasanya aku ingin tau semua yang kamu pendam."


"Tidak ada lagi. Aku hanya lupa memberitahumu."


"Lalu untuk apa kamu membeli perusahaan papa?"


"Untuk memberikannya padamu."


"Tidak. Aku tidak mau."


"Baiklah. Kalau begitu, aku akan membangun dan mengelolanya bersamamu."


"Aku merasa berhutang padamu."


"Iya. Kamu harus membalasku."


"Apa yang kamu inginkan dariku?"


"Tidak banyak. Cicil dulu saja."


"???"


"Cicil dengan ciuman."


"????!!!!" Mata Julie melotot, rahangnya mengeras.


"Tidak mau? Ba..."


Cupp. Julie mencium pipi Flint.


"Bisakah kamu lakukan lagi? Tadi aku belum siap..."


Julie menurut dan melakukannya sekali lagi. Sebelum bibir merahnya mendarat di pipi Flint, Flint tidak akan membuang kesempatan begitu saja. Dia memegang jawline Julie dan menempelkan bibirnya ke bibir merah Julie. "Aku mencintaimu." ucap Flint setelah mencium bibir kekasihnya itu.