
"Aku berangkat kerja dulu ya. Jaga diri baik baik di rumah." ucap Flint dan mencium kening Julie.
"Iya hati hati."
Sepeninggal Flint, Julie membereskan alat makan yang mereka gunakan tadi tetapi saat hendak membersihkannya, ART datang dan menawarkan diri. Sehingga Julie pun kembali ke kamarnya. Hari itu merupakan hari dimana Julie tidak bekerja dan menganggur di rumah.
Sangat aneh. Dia belum terbiasa menganggur di rumah. Seandainya weekend pun tetap ada saja yang dia kerjakan. Berbeda dengan kali ini. Julie ingin melanjutkan tidurnya tapi tidak bisa. Akhirnya dia memutuskan untuk mandi. Cukup lama dia berada di kamar mandi, karena dia berendam dengan air panas. Setelah mandi dia mencoba membuka ponselnya. Siapa tahu bisa mengisi kekosongannya, pikirnya begitu. Melihat lihat berita terkini. Jempolnya tidak sengaja kegeser. Sehingga berita itu berubah menjadi fashion.
Dia melihat lihat artikel tersebut. Mulai dari seorang model yang berjalan di atas catwalk, sebuah tangan seniman yang menggambar baju, Julie juga melihat lihat berbagai jenis baju, modelnya seperti apa, perpaduan warnanya. Julie memang suka melihat lihat bagaimana seorang model berjalan di atas catwalk bahkan dia pernah bermimpi berjalan di atas catwalk dengan busana indah.
Hati kecil Julie tiba tiba berinisiatif untuk mengambil kertas hvs di ruang kerja Flint. Karena di sana ada banyak kertas hvs yang disimpan Flint untuk mengeprint dokumen. Diambil lah kertas hvs itu, awalnya Julie ingin mencomot 1 atau 2 kertas saja, namun dirinya tergoda untuk mengambil 10 kertas. Maafkan aku ya, Flint. Nanti aku beliin lagi kertasnya. ucap Julie dalam hati. Lalu tidak jauh dari tempat kertas itu, Julie juga melihat ada pensil batang tergeletak di atas meja Julie. Hmmm sepertinya kalau sudah mencomot tidak usah tanggung tanggung. Maaf ya Flint, aku ambil pensilmu juga. Eh tapi Flint tidak ada penghapus apa ya? ucap Julie dalam hati. Julie mencari cari di mana keberadaan penghapus, dia sampai mencari ke kolong meja pun juga tidak ada.
Julie kembali ke kamarnya dan mulai membuat sketsa busana. Yang terpikirkan oleh Julie adalah gaun. Jadi dia menggambar gaun. Tidak boleh salah nih karena tidak ada penghapus. gumam Julie. Dia pun mulai menggambar mengikuti alur imajinasinya. Menggambar dengan penuh kehati-hatian karena kalau ada satu goresan yang salah, beh mateng sekali hidupnya. Tidak ada penghapus yang bisa menghapus kesalahannya itu.
Merasa puas dengan percobaan pertamanya, Julie ingin mewarnainya. Kira kira Flint punya spidol warna tidak ya? Eh kamu kira Flint itu toko alat tulis apa? Mana mungkin dia punya segalanya yang kubutuhkan. Julie berbicara sendiri di dalam hati.
Baiklah, Julie. Mending kita menggambar saja kan sudah mengambil 10 lembar kertas hvs. Julie pun asyik menggambar sambil duduk di ranjang. Kadang posisinya berubah menjadi tengkurap, kadang lagi duduk dengan kertas yang beralaskan buku.
Mungkin sekarang Julie terlihat seperti anak kecil yang sedang belajar menggambar, jika kertas itu diambil mungkin Julie akan menjerit sekencang mungkin, menangis nangis karena terlihat sekali Julie menikmati kegiatan menggambarnya itu.
Saking asyiknya, Julie tidak menyadari bahwa Flint sudah sampai di rumah untuk makan siang. Akhirnya ART nyamperin Julie ke kamarnya dan memberi tahu bahwa Flint sudah di bawah untuk makan siang.
Julie segera meninggalkan kegiatan menggambarnya. Dia segera turun menemui suaminya. Julie melihat Flint sudah duduk di meja makan. "Eh sudah sampai?" tanya Julie.
"Iya, kemarilah."
"Padahal aku berniat untuk membawakan makan siang ke perusahanmu."
"Lalu kenapa tidak jadi?"
"Hehehe aku sibuk."
"Eleh. Sibuk ngapain kamu tuh..??"
"Eh Flint. Saat kamu mau pulang ke rumah nanti, mampir ke toko alat tulis ya."
"Mau nitip apa?"
"Sketchbook yang ukurannya A4 sama spidol warna."
Flint menaiki alisnya tanda heran. "Untuk apa?"
"Menggambar."
"Iya. Daripada aku bingung mau ngapain di rumah. Aku menggambar aja. Lumayan buat mengisi kekosonganku. Eh iya jangan lupa beli kertas hvs juga yang kayak di kamarmu, sama pensil batang trus sama penghapusnya. Tadi aku mengambil 10 lembar kertas hvs dan pensil di ruang kerjamu."
"Baiklah. Itu saja?"
"Iya nanti kalo ada lagi, aku kasih tau kamu."
"Ok.."
"Makan yang banyak." Julie memberikan lauk ke piring Flint.
"Hari ini pulang malam tidak?" tanya Julie.
"Mana mungkin aku lembur. Aku pasti makan malam bersama kalian. Kalau tidak Mama pasti ngoceh. Eh mama sama papa mana ya?"
"Mereka belum pulang tuh sejak pagi tadi."
"Mereka jarang keluar rumah tapi sekali keluar rumah sangat lama."
"Malam ini mau makan apa?"
"Apa saja yang kamu masak, aku pasti makan."
"Memangnya tidak ada yang sedang ingin kamu makan?"
"Ada."
"Apa?"
"Kamu."
"Flint!"
"Hahahaha santai. Santai santai. Tapi di rumah lagi sepi. Bagaimana kalau melakukannya sekali? Hanya sekali saja."
"Tidak. Cepat habiskan makananmu dan kembali bekerja."
"Sekali. Sekali saja kok."
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.