
Julie pun naik ke lantai 2 dan ke kamar Flint sesuai petunjuk Sara. Dia membuka pintu kamar Flint perlahan. Gelap.. Julie menyalakan lampu yang berada tidak jauh dari pintu itu. Dan.. kamar itu terlihat rapi dari kamar manusia pada umumnya. Dokumen dokumen tertata rapi di mejanya, selimut dan bantal juga rapi di atas ranjang. Tidak terlihat 1 debu pun di kamar itu.
Selama 5 tahun menjalin hubungan asmara dengan Julie, ini merupakan hal pertama yang dia lakukan, mengunjungi kamar milik kekasih yang sudah terikat resmi dengan cincin lamaran. Julie membayangkan Flint yang sedang duduk di meja kerjanya atau sedang tiduran sambil menonton tv, atau yang sedang senyam senyum membalas pesannya.
Pandangan Julie pun terfokus pada 1 bingkai foto yang berada di atas meja kerjanya, foto dimana Flint bersama keluarganya tersenyum bahagia dengan pakaian toga. Ya, foto itu diambil di hari kelulusannya sebagai siswa SMA. Hati Julie menjadi sedikit lebih tenang saat melihat wajah Flint di bingkai itu. Kapan aku bisa melihat secara nyata senyum ini lagi? Aku sudah merindukannya. gumam Julie.
Julie pun menaruh kembali bingkai foto itu ke tempat asalnya. Dia melihat sekeliling dan memang kamar Flint ini sangat tertata rapi. Julie melihat ada kamar mandi di dalam kamarnya itu. Dia memasuki kamar mandi Flint yang mewah itu. Wangi Flint sekali. Aku merindukan aroma ini. gumam Julie.
Mencium aroma itu membuat Julie semakin ingin memeluk Flint, menggenggam dan tidak akan melepaskan Flint. Tangisnya pun pecah saat dia keluar dari kamar mandi dan melihat ada fotonya bersama Flint yang sudah di bingkai oleh Flint. Foto itu terletak rapi di atas laci dan tanpa sebutir debu.
Julie menangis tersedu sedu, hatinya sakit seperti teriris pisau runcing dan nembus ke lapisan yang terdalam. Foto mereka saat Flint datang membawakan bunga di hari kelulusan Julie sebagai siswa SMA. Julie membawa foto itu ke dalam dekapannya, dipeluk erat erat foto itu dengan air mata yang tidak kunjung berhenti.
Please, kembali hiks.. hiks.. Aku mohon... hiks.. hiks.. Aku tidak sanggup menghadapi kenyataan ini... hiks.. hiks.. Apa ini karma untukku yang selalu menyakitimu, Flint? Hiks.. hiks...
Julie pun melepaskan cincinnya dan melihat. Benar saja, ada tulisan "Flint's" di bagian dalam cincin. Semakin sakitlah hati Julie, hatinya kembali mengalami diiris oleh pisau runcing setelah mengetahui perbuatan romantis Flint namun Flint nya kini tidak tahu dimana keberadaannya.
Tangisannya berhenti ketika Julie mendengar kegaduhan dari lantai bawah. Ada apa? tanyanya dalam hati.
Julie akhirnya menaruh asal struk tersebut, mematikan kembali lampu yang dia nyalakan dan keluar dari kamar Flint. Dia segera menuju ke sumber asal suara kegaduhan itu..
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.