
"Jadi kamu mau makan aku sehari 3x juga gitu?"
"Enggak, maunya lebih." Flint mulai menciumi bibir Julie.
"Mmm.. lepas.. aku harus cuci semua ini." kata Julie sambil merapikan piring piring yang digunakan untuk makan tadi.
"Eh eh jangan. Aku aja yang cuci. Kamu duduk aja di kamar." kata Flint.
"Emangnya kamu bisa?"
"Bisa lah."
"Kukira kamu cuma bisa makan doang."
"Heehh. Mending kamu ke kamar atau aku makan aku sekarang juga."
Julie segera berlari kecil menuju kamar. Sembari menunggu Flint, dia menyalakan tv. Tidak sengaja Julie mengganti saluran tv menjadi ajang pemeragaan busana.
"Wah cantiknya.."
"Bagus sekali ya gaun rancangannya."
"Modelnya juga cantik ya. Badannya bagus."
"Waaahh.. gila keren bangettt." sambil nonton Julie berbicara sendiri saking kagumnya.
"Sedang nonton apa sayang?" Flint tiba tiba muncul.
"Ini, ajang pemeragaan busana. Liat deh, bagus bagus ya gaunnya."
"Iya.. eh tapi itu.. bukannya Kesha?"
"Yang mana?"
"Itu tuh. Itu." Flint sambil menunjuk layar televisi.
"Masa sih? Udah berubah banget ya dia.."
"Ini pemeragaan busana di mana yaa.."
"Di Paris itu ada tulisannya. Lagian Kesha kan di Paris."
"Ooohh. Berarti dia belum bergerak dari Paris.."
"Memangnya kenapa sih???"
"Hati kecil Edgar masih belum bisa melepaskannya." Setelah mengatakan hal itu, Flint pun mematikan televisi.
Flint mendekatkan tubuhnya ke tubuh Julie. Julie pun reflek mundur tetapi Flint terus merangkak maju. "Karena aku ingin memakanmu."
"Eehh.. eehh." Flint membungkam mulut Julie dengan bibirnya. Dia mencium, ******* bibir Julie dalam dalam. "Becanda sayang. Aku tidak memakanmu. Masih sakitkah?" tanya Flint.
"Sudah tidak begitu."
"Kalau sudah tidak begitu sakit, aku jadi memakanmu."
"Ehhh... aww... sakit sekali. Flint, apa kamu tidak ingat semalam kamu tidak memberiku jeda sedikit pun."
"Bisaan yaaa.." ucap Flint sambil memencet hidung Julie.
"Flint, udara di sini sangat segar ya. Kamu ngerasa tidak?"
"Iya. Kenapa? Ingin lebih lama lagi? Kita bisa ke sini lagi kapanpun kamu mau."
"Benarkah?"
"Iya."
"Asyikkk."
"Istirahatlah." ucap Flint sambil merebahkan Julie di ranjang dan menutupnya dengan selimut.
Flint pun ikut tertidur dengan tangannya yang tidak ingin lepas dari perut Julie. "Seharusnya honeymoon itu dipenuhi dengan percintaan." ucap Flint.
"Ssttt tidurlah. Aku mencintaimu." jawab Julie.
"Aku lebih mencintaimu." ucap Flint lalu mengecup kening Julie. Kakinya dengan posesif mengunci Julie. "Jangan salahkan aku kalau Mijul terbangun." bisik Flint.
"Kalau terbangun bilang saja. Mau tidak mau aku harus menidurkannya kembali."
"Dia sudah bangun."
Flint pun langsung melancarkan aksinya. Dia kini sudah berada di atas Julie. Dimulai dari bibir, kemudian turun ke leher dan berhenti di dada. Flint melepas semua kain yang menutupi tubuh Julie. Bekas tanda di dada Julie saja masih ada dan kini Flint membuat lagi yang baru. Sungguh nikmat ketika put*ng Julie dihisap dengan bibir Flint dan dimainkan dengan lidahnya.
Kenikmatan bahkan tidak berhenti di situ saja. Julie mengerang sejadi jadinya saat bibir Flint mulai menyentuh inti yang berada di bawah sana. Flint memasukkan jarinya dan bermain di dalam sana. Sungguh nikmat sekali bagi keduanya sampai mereka mengerang menyebutkan nama lawan mainnya.
Lalu dengan kejantanan Flint, dia memasukkan Mijul ke dalam inti Julie dan menggerakkan maju mundur seiring dengan suara desahan. Entah terbuat dari apa tubuh Flint, sampai melakukannya beronde ronde yang membuat Julie terkulai lemas.
Flint menghentikan permainannya setelah berbagai posisi dilakukannya dan Mijul sudah memuntahkan berjuta juta cairan ke dalam inti Julie. Tubuhnya jatuh di atas tubuh Julie. "Thank you, sayang." ucap Flint kemudian diiringi dengan kecupan di kening Julie. Malam itu, puas kembali dirasakannya.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.