When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Marah 2



Julie menyeka air matanya. "Lupakan. Maafkan aku sudah marah kepadamu." ucap Julie lalu kembali ke ranjang. Dia kembali membaringkan tubuhnya di sana, membelakangi Flint, lalu dia menutup tubuhnya dengan selimut serapat mungkin.


"Julie.. aku minta maaf.. maafkan aku yang selama ini tidak memikirkanmu. Jangan marah kepadaku lagi ya? Aku janji aku tidak akan memaksamu lagi." ucap Flint.


Perkataan Flint tidak digubris sama sekali oleh Julie. Bukannya tidak ingin, hanya saja tidak bisa. "Aku akan mengambil makan untukmu." ucap Flint kemudian keluar dari kamarnya. Dia turun ke bawah, Sara, Key dan Audy melirik lirik Flint yang sedang menuruni tangga.


"Ada apa, Flint? Kalian bertengkar?" tanya Sara.


Bukannya menjawab, Flint duduk di sofa bersama mereka dan menyandarkan kepalanya di sofa. "Sudah papa bilang dia sedang sensitif. Bersabarlah." kata Key.


"Ini salahku." ucap Flint.


"Ada apa, Flint?" tanya Sara.


"Aku terlalu buru buru memikirkan seorang anak. Mungkin dia belum siap kalau sekarang. Wajar saja, kita belum genap 1 bulan menikah." ucap Flint.


"Iya, Flint. Kamu terlalu buru buru. Bersabarlah. Menjadi seorang ibu itu tidak gampang. Biarkan Julie menentukan kapan waktunya." kata Sara.


"Dia marah besar. Aku tidak pernah melihat dia semarah ini." ucap Flint.


"Bersabarlah. Pelan pelan bicara dengannya kalau suasana hatinya sudah membaik." kata Sara.


"Apa aku terlalu menekannya? Sampai sampai dia menjadi down seperti tadi?" ucap Flint.


"Sudah lebih baik kamu pikirkan cara membuatnya tenang." ucap Key.


"Baiklah. Kalian makan saja tanpa aku dan Julie. Maaf sudah membuat keributan." ucap Flint kemudian berjalan ke meja makan.


Bi Nola baru saja menyelesaikan masaknya. Flint mengambil nampan. Diambil nasi dan lauk untuk Julie dan segelas air putih. Dia membawa nampan ke kamar untuk Julie.


"Aku sudah membawakan makan malam untukmu." ucap Flint.


"Taruh saja di meja." ucap Julie.


"Masih hangat. Tidak ingin makan sekarang?" tanya Flint.


Julie pun menerima nampan besar yang dibawa Flint. "Kamu makanlah di bawah." ucap Julie.


"Aku makan bersama kalian." ucap Flint menghampiri keluarganya di meja makan.


Flint pun tidak banyak berbicara. Selesai makan dia langsung kembali ke kamarnya. Dia melihat Julie sedang menggambar di meja dan makanan yang dia bawakan sudah habis.


"Jul.. Julie.. aku minta maaf." ucap Flint.


Julie terdiam. Dia masih asyik dengan menggambarnya. "Maafkan aku yang sudah terlalu menekanmu." sambung Flint.


Julie pun masih tetap diam. Jangankan menjawab, menengok saja tidak.


"Aku tidak akan menekanmu lagi." sambung Flint.


Tangan Julie pun berhenti menggambar. Dia meletakkan segala alat gambarnya. "Bukannya aku sudah menyuruhmu untuk melupakannya? Aku minta maaf aku sudah memarahimu tadi." ucap Julie.


"Aku tidak ingin kita bertengkar terus seperti ini.." ucap Flint.


"Ya sudah lupakan. Aku sudah menyuruhmu tadi." ucap Julie.


"Kamu masih marah padaku." ucap Flint.


"Tidak." ucap Julie.


"Kamu masih marah." ucap Flint.


"Tidak." ucap Julie.


"Iya kamu masih." ucap Flint.


"Tidak, Flint. Aku tidak marah padamu. Aku marah dengan diriku sendiri!" ucap Julie.


"Ke.. kenapa?" tanya Flint.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.