When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Keinginan Julie



"Yeah, aku rasa kecerdikanku yang mampu melindungi diriku sendiri." ucap Julie.


"Aku juga mampu melindungimu tahu?!" balas Flint.


"Iya iya. Bagaimana kalau kita saling melindungi saja? Hahahahah.." ucap Julie.


Julie mengatakan itu dengan bercanda tetapi terdengar seperti serius. Aku tahu Julie pasti saat ini sedang berusaha melindungiku. batin Flint.


"Tentu saja." balas Flint.


"Julie.." panggil Flint.


"Em?" sahut Julie.


"Teruslah percaya padaku. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Kesha nanti kedepannya, tapi teruslah percaya padaku." kata Flint.


"Itulah sebabnya aku menyuruhmu untuk berhati-hati. Kalau kamu saja tidak berhati-hati, bagaimana kamu ingin melindungiku." balas Julie.


"Baiklah. Aku mengerti sekarang. Aku akan berhati-hati untuk melindungi dirimu." kata Flint.


Kita masih tidak tahu apa yang Kesha incar sebenarnya. Aku? Atau Julie? Tapi bisakah kita bertahan untuk menghadapi Kesha bersama-sama? Bisakah aku melindungimu disaat aku sendiri juga dalam bahaya? batin Flint.


Saat sudah malam menjelang tidur, Flint masih berkutat di ruang kerjanya, dengan komputer yang masih menyala, meja penuh dengan kertas. Jarang sekali Flint menggunakan ruang kerjanya. Biasanya sebelum tidur, Flint memantengi wajah anaknya itu, tapi kali ini tidak.


Julie berkunjung ke ruang kerja Flint dengan membawakan buah yang sudah dipotong setelah anaknya itu tertidur pulas. "Masih belum selesai?" tanya Julie.


"Ya.. begitulah. Bagaimana dengan Young Scarlette?" tanya Flint.


"Saham turun pasti terjadi. Apalagi Kesha bekerja di Young Scarlette. Namun akan kupastikan penurunan saham sangat kecil jadi tidak berdampak pada penjualan." jawab Julie.


"Seandainya anak buahku gagal menemukan kameramennya dan artikel berhasil keluar, aku akan membuat konferensi pers. Kamu mau ikut menemaniku?" tanya Flint.


"Tentu saja. Kita juga harus menarik Kesha untuk ikut." jawab Julie.


Flint mengangguk dan membereskan kertas yang berserakan di atas meja. Lalu ponsel Flint berbunyi. "(dari) Anak buahku." ucap Flint.


"Halo. Bagaimana?" tanya Flint.


"Kami berhasil menemukan orang yang Anda suruh. Dia berhasil melarikan diri dan ketika kami mengejarnya, dia tewas dalam kecelakaan lalu lintas." kata anak buahnya.


"Hey! Aku tidak menyuruh kalian untuk membunuh dia! Yang aku butuhkan hanya isi kameranya!" bentak Flint.


"Bukan kami yang menyebabkan kecelakaan itu. Mobil yang dia kendarai menabrak truk besar. Kami berhasil mendapatkan isi kameranya dengan menyamar membantu mengeluarkan dia saat orang-orang mengeluarkan dia dari mobil." kata anak buahnya.


"Bagus. Pastikan kalian tidak meninggalkan jejak. Bawakan isi kamera itu ke rumahku sekarang." ucap Flint.


"Baik, bos."


Flint menutup teleponnya. "Kameramennya tewas." ucap Flint kepada Julie.


"Huh, Kesha pasti akan menyalahkanku." kata Julie.


"Tidak akan." ucap Flint.


Tok tok tok. "Tuan muda, ada tamu yang datang ingin menemui tuan." ucap Bi Nola.


"Baik, Bi."


Flint turun dan mendapati anak buahnya yang datang. "Ini chip memori yang kami temukan di dalam kameranya." kata anak buah sambil memberikan sebuah chip.


"Kalian tidak meninggalkan jejak kan?" tanya Flint.


"Tidak. Kami membuka kameranya menggunakan sarung tangan, dan kami sempat ingin menghapus kamera dashboard-nya tetapi kamera menghadap ke depan justru itu akan memperlihatkan detik-detik kecelakaannya. Kami juga sudah memasukkan chip memori lain agar tidak menimbulkan kecurigaan polisi." jawab anak buahnya.


"Bagus. Polisi akan menyelidiki isi mobilnya kan?" tanya Flint.


"Sepertinya begitu. Karena polisi tadi datang ke TKP." jawab anak buahnya.


"Baiklah. Nanti akan kutransfer." ucap Flint.


"Baik, kami permisi." Anak buahnya pergi dari rumah Flint.


Flint pun segera kembali ke ruang kerjanya. Tiba-tiba Sara membuka pintu kamarnya, "Siapa yang datang?" tanya Sara.


"Calvin. Memberikan ini." jawab Flint sambil menunjukkan chip kecil.


"Oohhh." ucap Sara.


Flint masuk ke dalam ruang kerjanya. Masih ada Julie yang menikmati buahnya. Kemudian Flint memasukkan chip nya itu ke dalam kamera miliknya dan melihat isinya.


Julie pun ikut melihat. "Wow ada diriku. Ternyata dia menjepret saat aku masuk ke dalam." ucap Julie.


"Lensa kameranya mantap sekali. Hasil gambarnya sangat jernih." kata Flint.


"Kamu dan Kesha seperti artis saja." ucap Julie.


"Fotonya terlihat jelas sekali kalau diambil siang hari. Bukankah seharusnya dia mengambil waktu di malam hari? Hahahah.." kata Flint.


"Hahahah.. kalian seperti artis yang terkena skandal saja." ucap Julie.


"Simpan ini baik-baik." sambung Julie.


"Untuk apa lagi? Orangnya saja sudah tidak bernyawa." kata Flint.


"Bagaimana kalau dia sudah mengirimnya ke Kesha? Bagaimana kalau Kesha mengedit foto ini, misalnya tangan kamu yang aslinya tidak menyentuh dia, dia edit seolah-olah kamu sedang berselingkuh. Lalu dia membeberkan pada media, sedangkan kita masih punya foto aslinya. Kita bisa mengeluarkan foto aslinya disaat Kesha memfitnah kamu." ucap Julie.


"Sepertinya selama hamil kamu makan ikan salmon, kamu semakin pintar ya. Benar kata mama." kata Flint.


"Hey aku memang pintar tau! Sebelum makan salmon aku juga sudah pintar!" ucap Julie.


"Iya iya. Kamu simpanlah. Aku percayakan padamu." kata Flint sambil memberikan chip nya.


"Belum. Kapan kira-kira waktu yang tepat?" jawab Flint.


"Besok? Suruh Edgar datang ke Young Scarlette saja." kata Julie.


"Baiklah." ucap Flint lalu mengetik pesannya kepada Edgar.


"Sekarang apalagi yang akan kamu lakukan?" tanya Julie.


"Buat adik untuk Luke." jawab Flint.


Julie langsung menjauh dari Flint.


"Mau ke mana? Jangan ke kamar. Di sini saja." ucap Flint.


Pasalnya di ruang kerja Flint juga terdapat sofa yang bisa menggantikan ranjang untuk mereka. Mereka terpaksa melakukan olahraga malam di ruang kerja Flint karena takut menganggu Luke kalau mereka melakukannya di kamar.


Keesokan harinya, seperti biasa, Julie dan Flint sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor. Kali ini Luke tidak ikut Julie ke kantor melainkan tetap di rumah dan Sara yang mengurusnya.


Keadaan Julie sangat tenang sekali, sedangkan Flint terlihat jelas dari raut wajahnya bahwa dia sedang ada masalah. "Ma, kita berangkat ke kantor sekarang ya. Titip Luke ya." ucap Flint.


"Iya hati-hati." kata Sara.


"Luke.. jangan rewel ya sama oma.. mama pergi kerja dulu ya.." ucap Julie lalu memberikan Luke ke Sara.


"Kita pergi dulu ya, ma." pamit Julie.


"Iya hati-hati ya." jawab Sara.


Flint dan Julie berangkat ke Young Scarlette dengan mobil yang dikendarai Flint. "Kenapa bisa kamu tenang sekali? Dari kemarin aku melihat kamu tenang sekali menghadapi Kenyuk itu." ucap Flint.


"Kenyuk?!"


"Kesha Kunyuk." kata Flint.


"Hahaahah... kamu harus memposisikan dirimu dalam keadaan tenang. Kalau kamu panik, musuhmu akan senang." ucap Julie.


"Kira-kira... hari ini akan terjadi apalagi ya?" tanya Flint.


"Yang pasti dia akan ke ruangan kita nanti. Berhati-hatilah." jawab Julie.


"Bulu kudukku merinding sekujur tubuh ketika kamu mengucapkan kata berhati-hatilah." ucap Flint.


"Hanya itu kata yang bisa kuucapkan kepadamu." ucap Julie.


Sesampainya di Young Scarlette, semua pegawai menunduk jika ada yang menyebut "Presdir datang!". Bahkan dari kejauhan pun mereka sudah menundukkan kepalanya.


Nanun hanya ada satu pegawai yang berani menghampiri mereka ketika sedang melintasi lobi.


"Sepertinya ada yang harus kita bicarakan, Miss Julie." ucap Kesha.


"Silahkan ke ruanganku dengan jalur yang berbeda." kata Julie lalu melanjutkan langkahnya.


"Eh lihat tuh. Dia kan baru saja diturunkan jabatan sebagai desainer utama."


"Iya aku juga sering melihat dia keluar masuk dari ruangan Presdir."


"Apakah dia sedang meminta dinaikkan kembali? Tidak tahu malu sekali."


"Gaji sebagai asisten desainer kan kecil. Pasti dia meminta dinaikkan kembali."


"Benar. Dia dulu saat menjadi desainer utama, sering sekali memerintah kami sebagai desainer biasa sedangkan dia tidak bekerja apa-apa."


"Aku ingin dia dikeluarkan saja dari sini." Para pegawai yang lainnya menggosipi Kesha.


Flint dan Julie lebih sampai terlebih dahulu di ruangan mereka. Setelah itu baru disusul Kesha.


"Kamu ingin artikel muncul tentang skandal suamimu atau.. artikel tentang kamu yang melakukan pembunuhan?" ucap Kesha setelah dirinya berada di ruangan mereka.


"Bagaimana kalau dua-duanya? Aku kan sudah menamparmu dua kali." balas Julie yang sedang duduk di tempatnya.


Bahkan Julie tidak menatap Kesha yang sedang berdiri di depan mejanya. Julie malah asyik memeriksa kertas-kertas. Sedangkan Flint? Dia tidak pernah menyaksikan keributan antara dua perempuan, dia berusaha sibuk dengan berkas-berkasnya namun matanya sering mencuri-curi pandang.


"Baguslah. Tunggu saja." ucap Kesha lalu melangkah pergi.


"Persiapkan dirimu. Kamu akan menyeret kita ke media, kita juga akan menyeret kamu ke media." kata Julie.


Langkah Kesha yang sempat terhenti, kembali berjalan. "Berikan informasi yang akurat kepada media." kata Julie. Langkah Kesha terhenti lagi.


Lalu saat Kesha ingin melangkah lagi, "Jangan main-main terhadap media." ucap Julie.


Kesha menghentakkan kakinya keras. "Kalau aku belum mengusirmu pergi, itu artinya kamu belum bisa pergi." ucap Julie kemudian.


"Maumu apa sih?" tanya Kesha. Dia membalikkan badannya menghadap Julie.


"Memangnya kalau aku beritahu, kamu akan mengabulkannya?" kata Julie.


Kesha tidak menghiraukan perkataan Julie. Dia segera berbalik dan membuka pintu. Ketika tangannya mencoba untuk membuka pintu, pintu tidak bisa terbuka seperti sedang terkunci padahal dia melihat dengan jelas kalau tidak ada yang mengunci pintu tersebut.


"Mauku kamu menjadi dirimu sendiri. Bersedia menerima kenyataan dalam hidupmu, berusaha hidup sebaik mungkin tanpa mengusik orang lain seandainya ingin mengusik orang lain, pikirkan betul apakah orang yang kamu usik itu orang yang tepat atau orang itu malah menghancurkan hidupmu yang sudah hancur itu." ucap Julie.


Pintu terbuka. "Keluarlah." usir Julie.


Kesha pun melangkah keluar. "Kalau aku belum mengusirmu pergi, itu artinya kamu belum bisa pergi." kata-kata Julie itu terus mengiang di kepala Kesha.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.