When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Aktivitas Panas



Tiba tiba Julie pun masuk ke dalam kamar. Melihat para orang tua ada di dalam kamarnya, dengan sigap dia berdiri dari kursi roda.


"Ma, pa." sapa Julie.


"Eh sudah terapinya?" tanya Liza.


Terapi? Mereka semua sudah tahu aku terapi CTS? Flint memberitahu mereka? Flint kan sudah janji untuk tutup mulut! batin Julie.


Julie pun langsung melirik ke arah Flint yang sedang menyusui Luke.


"Terapi? Ah iya sudah." jawab Julie.


"Oh ya, Julie. Ini sup yang kamu minta tadi." kata Sara.


"Oh iya terima kasih, ma. Aku makan sekarang ya." ucap Julie.


"Oh ya ma! Mama bilang mau susuin Luke kan? Nih." ucap Flint.


"Bukannya tadi kamu tidak mengizinkan?" tanya Sara.


"Aku sekarang mendadak jadi lapar. Nih." ucap Flint sambil memberikan Luke.


Flint pun membuka bekal yang dibawakan orang tuanya. Sebenarnya dia hanya beralasan lapar dan memberikan Luke kepada mamanya. Itu semua karena takut ada barang yang jatuh ketika Julie pegang dan itu akan menimbulkan kecurigaan oleh seisi ruangan.


"Kamu kasih tahu mereka kalau aku terapi CTS?" bisik Julie ketika Flint membuka bekal makanan.


"Bukan terapi CTS. Aku bilang terapi perut." balas Flint dengan bisikan.


"HAHAHAHAH." Julie tertawa dengan kencang sehingga mengguncangkan seisi ruangan. Semua mata tertuju padanya.


"Ada apa, Julie?" tanya Liza.


"Hmm tidak, ma. Sepertinya.. Luke pipis deh.. Makanya Flint memberikan Luke kepada mama." ucap Julie kepada Sara.


"Hah?" Sara memegang, meraba-raba bok*ng Luke. Apakah benar perkataan Julie barusan. Dan ternyata benar, basah. "FLINT!!!!!!!" kata Sara dengan jengkel.


"Tolong ya ma. Aku sama Julie mau makan." ucap Flint.


"Pintar beralasan ya kamu!!" tambah Sara.


"Kamu ketawa karena alasan berbohong aku kan? Kamu kok tahu Luke pipis?" bisik Flint.


"Bedong Luke yang basah kelihatan dari sini." balas Julie dengan berbisik.


"Nih." ucap Flint sambil memberikan makanan untuk Julie.


"Terima kasih. Aku tahu kamu mau makan juga karena takut tanganku ini akan menjatuhkan barang." bisik Julie.


"Pintar sekali kan aku?" bisik Flint.


"Tidak."


Flint memasangkan muka datar kepada istrinya itu. "Kamu sangat peka." bisik Julie.


"Malam ini boleh dong?" tanya Flint tanpa berbisik. Tentunya 1 ruangan bisa mendengar pertanyaan Flint barusan.


"Kenapa tidak berbisik?" tanya Julie dengan berbisik.


"Gimana? Malam ini boleh tidak?" ulang Flint. Seisi ruangan kembali dikejutkan dengan pertanyaan Flint.


"Sssstttt..." Julie menyuruh Flint untuk diam.


"Sudah setengah tahun loh aku tidak dapat jatah." ucap Flint. Belum selesai terkejut dengan ucapan Flint tadi, seisi ruangan kembali terkejut dengan ucapan Flint barusan.


Setelah memasang popok, Sara pun mengajak Key, Liza dan Gio untuk keluar dari kamar. Mereka berempat keluar tanpa pamit terlebih dahulu kepada tuan kamar.


"Flint memang pandai mengusir orang." ucap Key kepada Sara.


"Sepertinya tadi malam Flint gagal membuat adik untuk Luke." balas Sara.


"Benarkah? Mereka akan membuat adik untuk Luke secepat ini?" tanya Liza.


"Kenapa tidak. Selagi mereka masih muda." kata Gio.


"Cucu kita akan banyak nantinya karena mereka akan memiliki anak yang banyak." ucap Sara.


"Ide bagus. Baiklah." ucap Liza.


Para orang tua yang sudah menjadi kakek-nenek itu memutuskan untuk makan di tempat yang terpisah dari anak mereka.


Sementara itu,


"Kamu lihat tuh? Semua pada keluar karena pertanyaanmu." ucap Julie.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku." jawab Flint.


"Tunggu aku menstruasi ya? Janji." ucap Julie sambil menunjukkan kelingkingnya.


"Bulan depan? Hadoh.. Mijul harus menunggu lagi." ucap Flint.


"Sabar ya.." kata Julie.


"Bagaimana tanganmu? Sudah mendingan?" tanya Flint.


"Sudah. Aku sudah bisa merasakan sendok ini." jawab Julie.


"Benarkah?" tanya Flint.


"Iya tapi kalau aku tanganku kelelahan, dia akan kambuh lagi." jawab Julie.


"Kalau begitu jangan kelelahan." kata Flint.


"Iya. Lusa ada terapi lagi." ucap Julie.


"Oh ya, Jul. Aku pernah baca di internet kalau melakukan hubungan intim bisa meningkatkan kualitas tidur. Sangat cocok sekali untukmu yang akan sering kebangun tengah malam karena Luke." kata Flint.


"Tiba tiba membahas hubungan intim?!?!" ucap Julie.


"Ya mau bagaimana.. Mijul sudah kangen sekali. Kamu tahu kan kalau rindu itu berat?" kata Flint.


"Oh ya, aku juga pernah baca di internet kalau melakukan hubungan intim setelah melahirkan itu berbahaya. Harus tunggu sampai masa nifas berakhir, kira-kira 6 minggu." kata Julie.


"6 MINGGU????" jerit Flint.


Julie langsung menutup mulut Flint karena takut Luke bangun dari tidurnya.


"6 minggu lagi?" ucap Flint dengan suara yang agak kecil.


"Iya. Kamu kan tahu aku melahirkan dengan normal." jawab Julie.


Tubuh Flint melemas. Dia menyandarkan tubuhnya di sofa. Menarik napas panjang karena pupus sudah keinginannya untuk memuaskan Mijul.


"Kamu kan sendiri yang bilang kemarin kalau mengejan untuk mengeluarkan bayi sepanjang 48 centi itu rasanya dahsyat? Asal kamu tahu sebenarnya ini masih nyeri loh." kata Julie.


Flint hanya bisa bersandar di sofa. Mijul kesayangannya harus menunggu 2 bulan lagi. Seluruh tubuhnya loyo seperti orang yang tidak ingin hidup lagi tetapi matipun enggan.


"Tidak mau makan lagi?" tanya Julie.


Flint masih terdiam. "Ya sudah aku habisin semuanya." sambung Julie.


Flint masih setia dengan kebisuannya. Melihat ada yang aneh, Julie pun segera membalikkan kepala Flint yang membelakanginya. Dia menekan kedua pipi Flint dengan 1 tangannya. "Ada apa sih?" tanya Julie.


Alhasil itu membuat bibir Flint menjadi manyun. "Dasar. Dikira masih cocok kali manyun gitu? Serasa masih jadi anak muda kali. Liat tuh anak udah keluar 1." oceh Julie.


"Mau lagi." Flint berusaha memasangkan muka imut agar Julie luluh. Namun nyatanya tidak. Dia dengam sengaja membanting sendok yang dia pegang. Klingg..!!


"Hah tanganmu? Kambuh lagi?" Flint panik ketika mendengar suara sendok jatuh dari tangan Julie.


"Aku selesai makan. Tiba tiba jadi mual melihat wajahmu." jawab Julie. Julie langsung berdiri dari sofa dan hendak berjalan menuju Luke. Tapi baru saja dia berdiri, Flint menarik tangannya dan Julie jatuh dalam pangkuan Flint.


Melihat kesempatan di depan matanya, Flint tanpa pikir panjang langsung menciumi bibir manis Julie. Kedua tangan Julie pun melingkar di leher Flint. Sesekali diremaslah rambut Flint ketika Flint memberikan gigitan kecil di bibir Julie.


Flint pun memutarbalik posisi. Kini Flint yang berada di atas. Flint ******* habis bibir Julie, bertempur dengan lidah Julie lalu turun ke leher Julie. Membuat cap baru di sana. Untuk saat ini tidak banyak yang bisa dia lakukan karena Julie baru saja mengeluarkan bayi dari intinya.


Dengan napas keduanya yang membara, saling balas-membalas ciuman di bibir mereka, rupanya membuat mereka tidak sadar bahwa orang tua mereka sempat kembali lalu pergi lagi ketika melihat ciuman panas mereka.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.