When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Atasan vs Bawahan



"....Tugasmu sekarang cari tahu apa yang mereka gosipkan dan siapa saja orangnya. Lalu berikan kepadaku secepatnya." perintah Flint.


———————————————————


"Baiklah. Aku akan segera ke ruanganmu." jawab Calvin.


Beberapa menit kemudian, datanglah Calvin ke ruangan Flint. "Aku bawakan yang kamu pinta."


"Ini file yang berisi rekaman CCTV kejadian tadi siang. Aku tidak mengerti mengapa mereka tetap membicarakan Julie disaat ada Julie di dalam lift itu, sepertinya ini hal yang disengaja berhubung Julie masih karyawan baru. Lalu hasil pencarianku menunjukkan 90% karyawan di perusahaan ini menggosipkan Julie." sambung Calvin.


"Berikan mereka surat peringatan 1 dan tidak ada gaji bulan ini untuk mereka yang sudah bergosip. Jika ada yang keberatan, keluarkan mereka dari tempatku." perintah Flint.


"Baik."


—————————————————————


Calvin pun menjalankan perintah dari bosnya itu, Flint. Dia mengirimkan surat peringatan 1 dan informasi tidak ada gaji untuk orang orang yang sudah menggosip. Calvin tadinya ingin minta bantuan dari Tim HRD, namun dari Tim HRD sendiri termasuk orang yang melakukan pelanggaran, jadi mau tidak mau Calvin bekerja sendiri.


Sesuai ekspetasi, tidak ada respon baik dari para karyawan yang terkena sanksi. Namun mau tidak mau, mereka semua harus menerimanya karena kalau tidak mereka akan dikeluarkan dari perusahaan. Perusahaan Young Corporation sendiri merupakan perusahaan hebat, jika mereka dikeluarkan maka akan sulit mencari pekerjaan baru.


"Sehebat itukah wanita penggoda itu? Sampai mampu membuat kita mendapatkan hukuman seperti ini?"


"Sepertinya mereka memang benar benar ada hubungan spesial."


"Diam diam menghanyutkan..."


Begitulah kira kira respon dari karyawan karyawan yang terkena sanksi. Hal itu pun sampai ke telinga Julie, bagaimana tidak, 90% dari keseluruhan pekerja terkena hukuman itu. Julie pun langsung bergegas ke ruangan Flint tanpa peduli dengan apa yang mereka akan bicarakan terhadap dirinya.


"Flint! Kamu gila? Untuk apa kamu berbuat seperti itu? Kamu tidak tahu bahwa ini semakin memperburuk keadaan? Mereka semakin benci padaku, namaku semakin jelek, Flint." ucap Julie dengan lantang saat sampai di ruangan Flint.


"Kamu memang bisa masuk ke ruangan ini tanpa harus mengetuk pintu, tapi bisakah kamu bersikap sopan kepadaku? Kamu masuk dan langsung meneriakiku. Ingat aku ini bosmu disini."


"Bu.. bukan seperti itu maksudku, Julie."


"Jadi seperti apa maksudmu?"


"Maksudku kamu tidak harus berteriak seperti itu."


"Karena aku seorang karyawan dan kamu seorang bos, kan?"


"Julie.. maafkan aku. Aku hanya tidak suka ada orang yang meneriakiku. Meskipun kamu pacarku."


"Sekarang aku sadar aku salah. Memang tidak seharusnya aku meneriaki bosku sendiri meskipun bosku adalah pacarku. Aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya."


"Jul.."


"Mari kita bersikap profesional antara bos dan karyawan meskipun kita memang ada hubungan. Mari kita berbicara formal seperti karyawan dan atasannya."


"Julie.. bukan itu yang aku inginkan."


"Sir Flint, saya rasa..."


"Cukup! Berhenti! Aku tidak ingin mendengarnya."


"Benarkah?" ucap Julie gemetaran dan matanya sudah penuh dengan air.


"Julie.. cukup.. aku tidak ingin kita seperti ini. Yang aku lakukan itu hanyalah peraturan yang sudah ditetapkan papaku. Bukan karena kamu pacarku dan kamu mendapat perlakuan spesial dariku, Julie."


"Tapi peraturanmu itu menempatkanku di posisi yang serba salah Flint. Aku semakin dibenci."


"Haruskah aku mengklarifikasi?"