
"Iya. Senang bisa memberimu saran kembali, Flint."
"Bagaimana denganmu? Kapan aku bisa memberimu saran?"
".... aku belum memikirkan itu."
"Kamu tidak bosan sendirian terus?"
"Hey kalau seandainya amit amit kamu putus dengan Julie, kamu juga akan sepertiku. Tidak berselera lagi dengan cinta."
"It's been a long time, Ed. Sudah seharusnya kamu mencari pengganti Kesha. Kamu masih tidak melupakannya? Masih memiliki perasaan untuknya?"
"Bukan seperti itu. Aku seperti sedang menunggu penjelasan darinya.."
"Penjelasan apalagi? Bukannya sudah jelas kalau dia ingin sekolah melukis di Paris?"
"1 hari dia pamit kepadaku, aku melihat dia..."
"????"
"Berciuman dengan laki laki lain.."
"****. Lulus SMA sudah berciuman? Kamu tahu? Aku berani mencium Julie saat dia baru menginjakkan kaki di perusahaanku."
"Itu juga yang kupikirkan."
"Untuk apa kamu menunggu penjelasan darinya. Buang buang waktu saja. Lebih baik kamu mencari wanita yang pantas untuk dirimu. Masih banyak kok wanita di luar sana. Ingin kucarikan?"
"Oh oh tidak perlu. Aku bisa mencarinya sendiri."
"Dalam 2 bulan."
"????"
"Kalau kamu belum menemukan pengganti Kesha dalam 2 bulan, aku akan mencarikannya untukmu. Deal?" ucap Flint sambil mengangkat kaleng minumannya.
"Deal." mereka bersulang.
"Rasanya akan indah sekali kalau kita double date."
"Bagaimana denganmu? Apa langkah selanjutnya yang akan lakukan dakam hubunganmu?"
"Aku belum kepikiran sesuatu selain menunggu."
"Perempuan harus mengetahui pahitnya menjadi laki laki. Aku bisa merasakan yang kamu rasakan, Flint."
Flint senyum menyengir, "Tentu, tapi laki laki tidak mengumbarnya."
"Sudah layak dan sepantasnya.."
Triririring. Ponsel Flint berdering. "Siapa?" tanya Edgar.
"Julie." jawab Flint.
"Halo sayang, ada apa sayang..
Iya aku masih di rumah Edgar.
Iya.
Iya sayang.
Iya tenang saja, sayang.
Iya nanti aku kabarin kamu.
Ok.
"Hubunganmu dengan Julie baik baik saja?" tanya Edgar.
"Ya, begitulah."
"Oh my God, apakah aku bisa sekuat dirimu, Flint..."
"Kenapa tidak? Kamu harus mengubur dalam dalam rasa sakitmu. Masa iya kamu menampilkan di depan nya."
"You're the one, Flint. Dia beruntung memilikimu."
"Benarkah? Ed, aku jadi ingin mencarikanmu wanita sekarang juga. Kamu jauh lebih baik dariku."
"Haruskah aku mencarinya sekarang?"
"Ya. Aku tidak ingin melihatmu sendirian terus."
"Aku juga tidak ingin lagi sendirian."
"Oh ya, Ed. Audy bilang namamu mempunyai arti yang bagus. Edgar itu artinya pembicara yang mahir sedangkan Spencer itu artinya laki laki yang baik hati dan sederhana."
"Benarkah?"
"Iya."
"Benarkah dia bilang seperti itu?"
"Iya."
"Such an attractive girl." (seorang gadis yang menarik)
"You deserve her. I allow you." (kamu pantas mendapatkannya. Akuu mengizinkanmu)
"Hahaha tidak. Aku hanya kagum dengannya."
"Baiklah, aku tidak memaksamu. Aku harus pulang."
"Ya, pulanglah. Thanks for this night, Flint. Berkatmu aku tidak menghabiskan malam sendirian."
"You're welcome, Ed. Besok ada kerjaan? Kalau tidak datanglah ke kantorku. Aku sedang tidak banyak pekerjaan."
"Ok. Mungkin sore aku akan datang."
"Bye, Ed."
"Bye Flint. Be careful."
——————————————————————
Flint memulai harinya seperti biasa. Mandi, siap-siap, sarapan bersama, menjemput Julie dan berangkat ke kantor. Setibanya di lantai 60, Flint sudah melihat Calvin duduk bekerja di mejanya.
"Hey rajin sekali.." ucap Flint.
"Kapan aku tidak rajin?"
"Ya ya ya.. ada jadwal apa hari ini.."
"Seperti biasa, nothing to do. Tapi ada yang harus kusampaikan padamu."
"Ok. Let's go to my room."
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.