When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Tantangan



"Ayo makan, aku lapar."


———————————————————————


Seperti biasa, Flint dan Julie makan siang bersama begitu juga makan malam. Ditambah dengan sikap protektif Flint yang tidak ingin membiarkan Julie jauh dari dirinya sedetik pun.


Makan siang mereka pun berjalan dengan lancar seperti sedia kala. Namun, tidak dengan makan malam. Mereka berencana makan malam bersama setelah pulang kerja namun ada beberapa hal yang menjadi halangan untuk Flint agar bisa makan malam bersama kekasihnya itu.


"Apa tidak bisa ditunda?" nego Flint.


"Tidak bisa, kalau tidak kamu makan di kantor saja, pesan makanannya lalu bawa ke ruanganmu." kata Calvin.


"Aku berencana ingin mengantar Julie pulang."


"Bagaimana ini.."


"Lagipula aku sekarang sedang capek, rasanya ingin tidur saja. Tunda sampai besok saja ya?"


"Tidak bisa. Ayolah sekali sekali lembur bersamaku. Kerja lembur itu ada asyiknya juga tahu. Kamu akan menyesal kalau tidak merasakannya seumur hidupmu."


"Baik baik, aku akan lembur, tapi tidak hari ini, ok?"


"Come on, brother. Kita harus bekerja lembur hari ini, nanti aku akan beri kamu hadiah. Ok?" ucap Calvin dan langsung merangkul Flint.


Posisi Flint saat ini sudah persis di depan pintu, hendak keluar namun Calvin menahannya dan merangkul agar Flint kembali ke kursinya.


Flint.


Sudah selesai?


Julie.


Sebentar lagi.


Flint.


Makan malam di ruanganku saja ya ^^ setelah itu aku antar kamu pulang.


Julie.


Sedang banyak pekerjaan?


Flint.


Iya. Tapi aku akan tetap memastikan kamu sampai di rumah dengan selamat.


Kalau sudah selesai, ke ruanganku saja.


Mau makan apa?


Julie.


——————————————————————


Di ruangan Flint.


"Aku jadi tidak enak sama kamu. Ini kedua kalinya aku membatalkan makan malam." kata Flint.


"Tidak apa apa. Bersyukur saja masih bisa makan bersama di tengah pekerjaan yang segunung ini."


Calvin masuk ke ruangan Flint layaknya seorang tamu yang tidak diundang. Tanpa suara pula, sehingga Flint sering kali jantungan karenanya.


"Astaga. Kamu mengejutkanku." kata Flint.


"Tidak adakah kata sambutan yang lain? Setiap kali aku masuk ke ruanganmu, kamu selalu mengeluarkan kata itu." jawab Calvin.


"Itu karena kedatanganmu yang selalu membuat aku kaget. Ada apa? Jangan ganggu malam romantisku."


"Seperti yang kubilang tadi. Aku ingin memberimu hadiah."


"Hadiah? Apa itu?"


"Ini hanya dugaanku saja."


"Ya apa itu."


"Sepertinya Jeny selain menjadi sekretaris, dia memiliki maksud lain untuk masuk ke perusahaan ini."


"Iya kan. Dugaanku juga seperti itu. Bahkan aku menduga Arthur ikut terlibat."


"Tidak mungkin. Arthur tidak seperti itu." sahut Julie di tengah pembicaraan mereka.


"Kenapa tidak mungkin? Kamu harus lebih waspada Julie, dia bekerja di bagian keuangan." jawab Calvin.


"Tidak. Arthur tidak seperti itu." jawab Julie.


"Bisa saja mereka berdua ingin menghancurkan perusahaan ini dari dalam. Musuh Young Corporation itu dimana mana tahu!" jawab Calvin.


"Ini masih dugaan, Julie. Kita masih tidak tahu apa tujuan mereka masuk ke perusahaan ini. Yang jelas, setelah 3 bulan, aku tidak ingin memakainya lagi karena sudah terlihat gerak gerik yang mencurigakan." kata Flint.


"Pakai? Kamu pikir mereka barang? Dan kamu bilang, gerak gerik mencurigakan? Jeny lah yang seperti itu. Arthur tidak." kata Julie.


"Julie.. dia melamar dengan jabatan yang di inginkan di bagian keuangan di saat kita hanya butuh sekretaris saja sudah mencurigakan."


"Kalau sudah mencurigakan, mengapa harus kalian terima?" protes Julie.


Calvin dan Flint tertawa bersama sedangkan Julie bingung dengan tingkah mereka.


"Karena kami menyukai tantangan. Dengan adanya 2 orang yang mencurigakan disini, itu cukup membuat kami merasa tertantang."