
"Aku tidak akan melepaskanmu kali ini." bisik Flint.
"Mmphh.. cup.. mmphh.. mmmhh..." begitu lenguhan yang terdengar saat bibir mereka menempel dan menghabisi bibir 1 sama lain. Kepala mereka juga tidak berhenti bergerak.
"Cupp.. mmmhhh..."
Drrtt.. drrtt.. Calvin is calling..
"Mmhh.. Flint.. ponselmu bunyi." Julie menghentikan ciuman mereka.
"My godness. Calvin selalu mengangguku."
"Ada apa?" Flint menjawab telepon.
"Nyalakan tv di ruanganmu. Bersiaplah, aku akan makan yang banyak nanti malam." jawab Calvin.
Tut. Telepon terputus.
"Berani sekali dia mematikan telepon duluan!"
"Ada apa?"
"Calvin menyuruhku nyalakan tv."
Mereka berdua duduk di sofa untuk menonton tayangan yang disuruh oleh Calvin.
"Breaking News. Seorang pengusaha start up yang dikenal dengan inisial J melakukan pencurian atas aset penting milik Young Building dan telah menyalahgunakannya dengan melelang aset tersebut. Selain itu, perusahaan yang dinamai Blacknown ini merupakan hasil penggelapan dan penipuan yang dilakukan oleh tersangka J. Dia juga telah melakukan 9x transaksi jual beli narkoba secara ilegal. Kasus ini telah dilaporkan oleh Young Building yang telah merasa dirugikan. Tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara dengan denda sebesar 3 triliun."
"Cepat sekali Calvin bekerja.. Hadiah apa kira kira yang tepat kuberikan untuknya?"
"Gaji yang berlipat ganda? Atau seorang perempuan? Hahahaha.."
Tiiit. Flint mematikan tv nya kembali. "Tertawamu keras sekali.. Kamu lupa bahwa aku bilang aku tidak akan melepaskanmu kali ini?"
Flint mencium kembali bibir merah muda sang kekasihnya itu. Nafsunya selalu menggebu gebu jika dihadapkan dengan Julie. Cup. Flint mencium leher sebelah kanan milik Julie. "Ahhh..." desah Julie.
"Stempel kepemilikan dariku." ucap Flint.
"Kamu tidak perlu memberikan stempel, aku sudah menjadi milikmu." Julie berdiri dan naik ke atas pangkuan paha Flint. Dia mencium kembali bibir kekasihnya itu dan mengalungkan tangannya di leher Flint.
"Aku tidak menginginkan lebih." ucap Julie menghentikan ciuman mereka.
"Kalau begitu, aku tidak akan memberikan lebih." jawab Flint.
Mereka berdua tertawa dan Calvin memasuki ruangan Flint. Dia melihat bahwa Julie sedang berada di pangkuan Flint. Calvin tahu apa yang sudah terjadi.
Menyadari kedatangan Calvin, Julie pun dengan sigap kembali berdiri dan merapikan roknya yang sempat keangkat karena menaiki paha Flint.
"****. Hukum aku tuan. Aku tidak sengaja melihat kalian. Aku mengganggu kalian. Hukum aku." ucap Calvin.
"Benarkah? Apa saja yang sudah kamu lihat?" jawab Flint.
"Aku tidak sengaja melihat kalian. Sedang apa ya? Bercinta?"
"Hahaha.. tidak secepat itu, kamu tahu itu."
"Iyakah Julie?"
Julie hanya terdiam dengan pipinya yang nge-blush.
"Hmm aku lihat ada brankas yang sudah kembali.."
"Yash, man. Jordan sudah sempat membobolnya. Namun tidak ada yang hilang, aset perusahaan masih ada dan masih asli. Uang 50juta ku juga masih utuh. Dann.. tadi aku bertemu dia di kantor polisi. Dia bilang kepadaku 'aku nyerah akan Julie. You are amazing, man.' "
"Benarkah? Ya, memang sudah seharusnya begitu. Memperjuangkan apa yang menjadi milikku adalah tindakan membuang buang waktu."
"Good job, Flint. Pekerjaan baru sudah selesai."
"Ya, ya. Baiklah. Pesan makanan sebanyak yang kamu mau."
"Hmm.. aku akan kembali ke ruanganku. Sampai jumpa." sahut Julie.
"Ohh iya, aku sudah mengganggu waktu bercinta kalian. Aku akan makan di tempat lain. Kalian lanjutkanlah yang tadi.. sampai jumpa." kata Calvin.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.