When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Pertama



"Ya, kamu benar. Sangat amat seru. Kamu yakin ingin ku ceritakan?"


"Iya."


"Baiklah. Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu? Bukankah kamu bilang pekerjaanmu menumpuk?"


"Oh iyaa.. haduhh.. gimana ini? yaudah besok saja deh kamu ceritakannya."


"Kamu yakin bisa menunggu? Ini seru sekali loh."


"Haduh.. Flint.. gimana ya?? pekerjaanku banyak sekali ini.."


"Memangnya tidak ada pegawai lain?"


"Aku tidak tahu. Aku hanya disuruh mengerjakan ini."


Yang tadinya Flint dan Julie sedang duduk berbincang di sofa ruangan Flint, akhirnya Flint berdiri dan pergi dari sofa nya menuju ke meja kerjanya. Diangkatlah gagang telepon di meja kerja Flint tersebut dan berkatalah Flint. "Calvin, selidiki mengapa Julie diberi pekerjaan yang sangat banyak di hari pertamanya bekerja. Aku merasakan ada kejanggalan." perintah Flint untuk Calvin di telepon.


"Hei mengapa harus seperti itu?" sahut Julie saat mendengar kalimat yang keluar dari mulut Flint tadi.


"Aku merasa ada kejanggalan. Kenapa?"


"Baiklah baiklah, terserah kamu saja. Kalau begitu, aku kembali ke ruanganku dulu." Julie segera beranjak dari sofa dan hendak berjalan menuju pintu. Namun langkahnya terhenti saat Flint menarik tangannya dan berkata "Jangan."


Kini mereka sudah sama sama berdiri. Tatapan mereka saling beradu seperti pasangan yang baru jatuh cinta. Tangan Flint masih memegang erat tangan Julie. Flint sendiri tidak sadar jika dia masih memegang tangan Julie sampai Julie yang mengingatkannya.


"Sampai kapan?" kata Julie.


"Ahhh.. iya.. maaf.." jawab Flint gelagapan dan segera melepas tangan Julie.


"Mengapa jangan?"


"Biarlah cukup untuk hari ini kamu bekerja. Bisa dilanjutkan besok. Aku ingin menghabiskan waktu lebih lama denganmu."


Tingkah Flint diikuti Julie. Julie pun ikut terduduk di atas sofa. Namun, sejak insiden pegangan tangan tadi, suasana mereka menjadi canggung. Ini tidak cocok untuk mereka yang sudah 5 tahun menjalin hubungan.


"Mmm.. cerita.. orang tuaku.."


"Mengapa canggung sekali?"


"Ah, ya. Cerita mereka berawal dari kesalahpahaman."


"Kesalahpahaman?"


"Iya waktu itu papaku sedang stres dan dia pergi menyewa pelacur. Datanglah mamaku dan dia kira itulah pelacur yang dia sewa. Namun ternyata mamaku adalah korban, dia diculik karena parasnya yang cantik dan dijadikan pelacur. Sebelumnya papaku tidak tahu kalau mamaku ini bukanlah pelacur, namun semua sudah terlambat. Papaku berhasil menidurinya. Setelah itu, mereka pikir kisahnya akan berhenti di situ tetapi mereka dipertemukan kembali di perusahaan ini."


"Benarkah? Wah mereka sudah ditakdirkan berjodoh."


"Iya, namun karena berawal dari kejadian itu, papaku menjadi kecanduan dengan mamaku. Mungkin tidak dapat dihitung pakai jari berapa kali sudah mereka melakukannya di ruangan ini."


"Di ruangan ini." tegas Flint.


"Ya!" ucap Julie dan melempar bantal di sofa ke arah Flint.


"Nona, bukankah perbuatan kamu barusan sangat tidak sopan kepada bosmu ini?" ucap Flint sambil mencondongkan tubuhnya ke Julie.


"Yaa! Ya! Mau apa kamu!" ucap Julie yang semakin memundurkan tubuhnya.


"Tenang nona cantik. Kamu seperti sedang berhadapan dengan penjahat saja. Aku ini pacarmu."


Melihat reaksi Julie yang semakin mundur, Flint semakin memajukan tubuhnya.


"Tidak bisakah kamu melihat ketulusanku?" tanya Flint yang mendadak berubah menjadi serius.


Flint menangkup kedua pipi Julie. Diusap haluslah pipi Julie itu. Kemudian disatukanlah kedua bibir mereka oleh Flint. Dan akhirnya, bibir mereka bersentuhan, melumat habis satu sama lain. Kedua tangan Julie memegang erat tangan Flint yang sedang menciumnya itu. Ini merupakan ciuman pertama untuk mereka setelah 5 tahun berpacaran.