When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Penyakit



Jantung Julie tiba tiba berdetak kencang saat tiba di rumah sakit itu. Semoga tidak terjadi apa apa. ucap Julie dalam hati dan kemudian menemui dokter yang kemarin.


"Selamat siang Ibu Julie. Bagaimana rasanya? Apa sudah membaik?" sapa dokter.


"Siang, dok. Sudah membaik sih dok, sakitnya sudah hilang." jawab Julie.


"Oh ya? Wah syukurlah. Ini hasil pemeriksaan Ibu kemarin." ucap dokter sambil mengeluarkan map besar. "Maaf Bu, saya harus menyampaikan ini. Dari hasil pemeriksaan Ibu kemarin, Ibu mengidap kanker rahim stadium 2." Dokter menjelaskan hasil pemeriksaan.


"Kan.. kanker rahim?" Julie kaget. Seluruh tubuhnya seketika melemas.


"Iya Ibu. Ini hasilnya. Di rahim Ibu ditemukan sel kanker dan untungnya ini masih stadium awal. Besar kemungkinan Ibu untuk sembuh."


"Say.. saya.. kanker dok?" Julie meyakinkan apa yang baru saja dia dengar.


"Iya Bu. Ibu yang sabar ya, Bu. Ibu bisa segera melakukan pengobatan kanker yang ibu idap. Kapan pun Ibu siap untuk melakukan pengobatan, saya pasti akan membantu ibu semaksimal mungkin."


Julie masih melihat hasil pemeriksaan itu. Dia melihat identitasnya dan benar, itu identitas dirinya. Dia masih tidak percaya dengan hasil pemeriksaan itu.


"Tenang saja ibu, ibu harus optimis bahwa ibu pasti sembuh. Jangan berlarut dalam kesedihan." ucap dokter.


"Pengobatannya dengan cara apa ya dok?"


"Melihat sel kanker yang ditubuh Ibu masih kecil dan belum menyebar, saya menyarankan dengan kemoterapi."


"Dok, kemungkinan saya untuk hamil itu sangat kecil ya?"


"Untuk saat ini dan dengan kondisi ibu yang sekarang, saya mengatakan kemungkinan ibu untuk hamil memang sangat kecil. Tapi kembali lagi dengan kuasa sang pencipta."


"Kapan saya bisa melakukan kemoterapi dok?"


"Sesiapnya ibu saja. Saya sih menjadwalkannya lusa."


"Baik, dok. Lusa saya akan kembali lagi ke sini untuk kemoterapi."


"Iya, ibu. Ditunggu kedatangannya. Jangan lupa istirahat yang cukup ya ibu, hindari stress."


Julie keluar dari ruangan dokter. Kakinya melemas. Sangat sulit untuk berjalan. Dia masih memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. Perlahan dia coba untuk berjalan, mencoba untuk kuat, menghalau semua yang menghalanginya.


"Nyonya, nyonya tidak apa apa?" tanya Pak John.


"Iya, pak. Kita ke rumah sekarang ya." ucap Julie.


Di dalam mobil, Julie hanya bisa melamun. Memikirkan penyakit yang dideritanya. Bagaimana nasib dirinya ke depan nanti?


"Nyonya, kita sudah sampai."


"Terima kasih, pak. Oh ya, pak. Tolong rahasiakan saya ke rumah sakit ya."


"I..iya, Nya."


Julie pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Dia berjalan ke meja makan hendak menaruh kotak makan yang dia bawa tetapi dia melewati ruang keluarga yang terdapat Sara dan Key sedang menonton televisi di sana.


"Julie.. kamu sudah pulang? Loh, muka kamu kenapa? Flint tidak memakan makanannya? " tanya Sara.


"Enggak, ma. Flint makan kok. Habis." jawab Julie.


"Trus kamu kenapa kok sendu gitu?" tanya Sara.


"Enggak, ma. Ga apa apa kok. Kayaknya aku kurang istirahat, badan aku cape banget. Aku ke kamar dulu ya, ma." jawab Julie.


"Iya, Julie. Istirahat yang banyak ya."


"Iya, ma."


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.