When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Paris 5



Hari hari yang mereka lalui di Paris merupakan momen momen romantis. Dan kota Paris sangat mendukung untuk mereka melakukan berbagai kegiatan kegiatan yang romantis. "Jadi seperti inikah yang dinamakan honeymoon?" tanya Julie.


"Are you happy?" tanya Flint.


"I'm happy as long as i'm with you." (aku senang selama aku bersamamu.) jawab Julie.


"Kamu sudah selesai menstruasi kan?" ucap Flint sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Julie.


Pipi Julie memerah, mereka sedang berdansa romantis dan Flint dengan bodohnya menanyakan hal itu kepada Julie.


"Sudah." jawab Julie.


"Siap siap malam ini." Flint kembali berbisik.


"Sebentar lagi akan sampai, kita akan check out dari hotel dan kembali ke jet." tambah Flint.


"Mmm baiklah. Semua sudah terorganisir olehmu."


"Tidak terasa waktu honeymoon kita sudah berakhir."


"Kamu ingin menambahnya? Tidak lihat berapa besar biaya yang sudah kamu keluarkan, membeli barang barang mewah kemarin?"


"Sssttt.. i'm Flintstern Young, honey. Kamu tahu itu."


"Ya seorang Flintstern Young dengan kerja kerasnya selama ini, baru saja menghabiskan ratusan juta bahkan sudah menyentuh miliar untuk honeymoon nya. Oh, babe. Kamu harus kembali bekerja untuk menggantikan pengeluaran bombastismu itu."


"Tenang saja. Uangku masih cukup untuk kita mengelilingi dunia."


"Begitukah? Sangat beruntungnya aku memiliki laki laki yang kaya sepertimu."


"Ya aku sudah memanjakanmu dengan kekayaanku. Tinggal kamu yang memanjakanku dengan tubuhmu."


"Ok aku kalah. Baiklah baiklah."


Kapal pesiar berhenti menandakan telah sampai di tempat awal. Flint dan Julie pulang ke hotel untuk membereskan barang barang mereka. Setelah itu mereka check out dari hotel dan bergegas ke jet pribadi Flint.


Honeymoon mereka sudah benar benar berakhir. Julie melempar tubuhnya ke ranjang saat sudah sampai di jet. Benar benar lelah, tetapi juga benar benar bahagia. "Huhhh.. akhirnya tubuhku bisa berbaring di ranjang empuk." kata Julie.


"Awas ketiduran.. kamu belum mandi." kata Flint.


"Kamu mandi dulu deh Flint.. Aku masih capek."


"Baiklah."


"Julie?" panggil Flint yang baru keluar dari kamar mandi.


Julie terkejut ketika namanya dipanggil. "Ya?"


"Kamu sedang apa berdiri di situ?"


"Menunggumu mandi... heheheh.. aku mandi dulu ya.." Julie memasuki kamar mandi dengan buru buru.


Di dalam kamar mandi, dia kembali memikirkan alasan apa yang harus di gunakan untuk menghindar dari "malam" ini. Setelah selesai mandi, dia baru menyadari bahwa dia lupa membawa baju tidurnya ke dalam kamar mandi.


"Flint.. tolong ambilkan baju tidurku. Aku lupa membawanya." ucap Julie.


Julie pun membuka kecil pintu kamar mandi dan Flint membawakan baju tidurnya. Namun apa daya, sekecil apapun celahnya, Flint dapat meraup kesempatan besar. Flint mendorong pelan pintu tersebut, dan pintu terbuka lebih lebar sedangkan Julie bergerak mundur ke belakang.


Dengan kesempatan yang sudah ada, Flint masuk ke kamar mandi, dan melihat tubuh istrinya yang hanya tertutup oleh selembar handuk.


"Ini baju tidurmu." Flint memberikan baju tidurnya. Julie mengambilnya dan Flint menarik baju tidur tersebut sehingga tubuh Julie ikut maju karenanya.


Flint segera menjilat leher Julie yang masih ada airnya, lalu turun ke pundak. Tangannya menarik handuk yang menutupi tubuh istrinya dan membuangnya asal. Kemudian dia bergerak maju sampai Julie bersandar di tembok. Dia membuka kaos yang menutupi dada bidangnya.


Bibirnya sedang sibuk menghapus air yang ada di tubuh istrinya sedangkan tangannya menangkup dan memainkan kedua gundulan besar di bagian dada istrinya. Permainan Flint menimbulkan suara desahan merdu dari mulut Julie. Dia tidak bisa menahannya dan untuk apa juga ditahan.


Ketika bagian bawah Julie sudah basah, Flint menurunkan celananya dan memasukkan Mijul ke dalam inti Julie. "Aaahhh.."


Flint berhasil memuaskan Mijul dengan beberapa gaya di kamar mandi. Dengan posisi berdiri saling berhadapan, posisi menungging dengan tangan Julie yang bertumpu pada wastafel, posisi berdiri dengan Flint mengangkat tubuh Julie.


Setelah memuntahkan beberapa cairan ke dalam tubuh Julie, Flint pun berhenti, membenarkan napasnya yang tidak teratur. "Ini baju tidurmu, sayang. Lain kali keringkan dulu tubuhmu, tadi itu sangat menggodaku." ucap Flint.


Julie malu mendengarnya. Tentu dia akan menjadikan itu sebagai pelajaran. "Kamu mau ngapain di sini? Pergi aku mau pakai baju."


"Tidak usah sungkan. Aku suamimu."


Melihat baju yang dipilih Flint, tentu membuat Julie melototkan matanya. "Kamu salah mengambil ini, ini akan menggodamu lagi."


Pasalnya, baju yang diambil Flint merupakan gaun baju tidur berwarna putih selutut, berbahan tipis sehingga dapat menerawang tubuh molek Julie.


"Kita bisa melakukannya lagi di ranjang."


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.