
"Oh itu, Julie. Kekasih Flint sejak 5 tahun yang lalu. Kamu bisa memanggilnya Miss Julie." jawab Calvin.
Sudah 5 tahun rupanya. Masih adakah kesempatan bagiku? Pasti ada lah.. selama belum adanya pernikahan. Bahkan yang sudah menikah pun, pasti masih ada celah. gumam Jeny.
"Hey, apa yang kamu pikirkan? Kembali bekerja." kata Calvin yang menyadarkan Jeny dari lamunannya.
"Ahh iya Sir."
—————————————————————
"Makanannya enak sekali." ucap Julie.
"Iya.. sudah lama kita tidak makan di luar."
"Tambahlah lauknya masih banyak."
"Mm.. tapi tidak bisa banyak."
"Kenapa?"
"Aku harus menjaga tubuhku. Sudah ada wanita yang bekerja di dekatmu."
"Omong kosong. Entah kenapa aku selalu benci mendengar omong kosongmu itu, Julie."
"Itu bukan omong kosong, kamu tidak perlu membencinya."
"Omong omong, bagaimana dengan cara kerjanya? Apa dia suka ke ruanganmu tiba tiba? Suka dekat dekat denganmu? Atau dia suka cari perhatian kamu?"
"Kamu bicara apa sih Julie. Dia bekerja untuk Calvin bukan untukku. Tidak akan ada dia ke ruanganku, dekat dekat denganku apalagi mencari perhatianku."
"Syukurlah.. sekarang banyak kasus bos jatuh hati kepada sekretarisnya. Bahkan ada yang sudah menikah, tetap saja menjadikan sekretaris sebagai simpanannya. Aku juga pernah nonton drama tentang itu."
"Itu hanya ada di drama. Bagaimana mungkin seorang Flintstern Young yang berhasil membawa kejayaan perusahaan Young Corporation meninggalkan pacarnya yang sudah berpacaran 5 tahun dan berdalih pada seorang sekretaris yang baru masuk kerja dan masih berada dalam tahap masa percobaan?"
"Itu baru namanya omong kosong. Hati tidak tahu akan jatuh kepada siapa, kapan dan dimana."
"Tapi hati tahu kalau sudah memiliki seseorang, dia tidak akan jatuh kepada orang lain."
"Bagaimana dengan pegawai baru di bagianmu? Siapa namanya? Aku lupa."
"Namanya Arthur. Arthur Michael. Sebenarnya nama dia Michael Arthur namun dia ubah menjadi Arthur Michael karena pada saat ujian di sekolah, dia selalu mendapat tempat di belakang dan dia tidak suka."
"Sepertinya kamu sudah akrab dengannya. Sampai sampai dia bisa menceritakan dibalik namanya."
"Bukankah seorang atasan dan bawahan harus akrab? Dan lagi, dia tipe orang yang bisa diandalkan. Kemampuannya sudah tidak diragukan lagi, dia bisa bekerja dengan waktu se efisien mungkin dan itu sangat membantuku."
"Aku cemburu."
"???"
"Jika ada laki laki lain yang akrab denganmu, aku cemburu."
"Jangan konyol. Kami hanya bekerja sama untuk perusahaanmu."
"Baiklah kita seri. Aku sudah menutup akses Jeny kepadaku. Tapi kalian, aku tidak bisa menutup akses kalian."
"Come on, Flint. Dia juga sudah tahu aku pacarmu. Kita berpacaran."
"Aku tidak tahu Jeny tahu atau tidak. Tapi aku tidak peduli. Aku akan lebih sering memanggilmu ke ruanganku."
"Mengapa kita menganggap Arthur dan Jeny menjadi ancaman dalam hubungan kita? Padahal tidak ada yang terjadi dan tidak akan terjadi apa apa."
"Aku tidak merasa terancam dengan keberadaan Arthur. Mungkin kamu yang merasa terancam dengan keberadaan Jeny."
"Omong kosong. Aku tahu pacarku tidak mungkin meninggalkanku hanya untuk sekretaris barunya."
"Baiklah kalau begitu. Tapi aku punya feeling bahwa akan terjadi sesuatu di dalam hubungan kita karena Arthur dan Jeny."
"Tidak biasanya kamu bicara soal feeling. Walaupun akan terjadi sesuatu, kita tetap harus bersama, kan?"
"Tentu. Awas saja kalau kamu meninggalkan aku lagi."