When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Kegalauan Julie



"Ma, ayo beberes untuk makan siang." Julie mengajak Sara ke dapur. Di sana sudah ada Bi Nola yang sedang memasak.


"Ma, bi, tolong awasi babysitter itu ya selama aku tidak di rumah. Kata Flint dia sudah bekerja 6 tahun lebih tapi aku tetap saja masih was-was." kata Julie berbisik-bisik.


"Iya, Nya tenang saja." jawab Bi Nola.


"Memangnya kamu dan Flint dapat dia dari mana? Bukannya kalian tidak mau memakai babysitter?" tanya Sara.


"Iya, Flint dapat dari temannya. Awalnya tidak mau tetapi Flint menyuruh untuk pakai saja. Tolong diawasi ya, ma." kata Julie.


"Iya tenang saja." kata Sara.


———————————————————


Setelah menyantap makan siang bersama, Julie kembali ke kantor. Tapi karena dia merasa tidak banyak yang harus dilakukan, Julie pulang kembali sebelum jam 4 sore.


Dia merasa sepi saat bekerja, biasanya ada Flint yang mengerecoki dia saat bekerja, atau melihatinya dengan tatapan manis tapi tidak hari ini. Mengetahui fakta kalau Flint sedang bersama Kesha sekarang, membuat hati Julie tidak tenang.


Padahal dia sendirilah yang menginginkan itu, bahkan dia sampai menyusun rencana untuk mengalahkan Kesha dengan kesempatan ini. Tidak apa-apa, Julie. Hanya sebentar. Bahkan kurang dari 24 jam lagi Flint akan kembali. batin Julie.


Setelah pulang ke rumah, Julie pikir dia tidak akan merasa kesepian lagi, tapi ternyata tidak. Dia masih saja merasa kesepian walaupun di rumah itu dia tidak sendirian. Julie duduk termenung di ranjangnya.


Kira-kira Flint sedang apa ya di sana? Apa dia makan makanan yang dimasak Kesha? Aku benar-benar harus mengalahkan Kesha. Supaya setelah ini aku dan Flint tidak harus berpisah seperti ini. Sesungguhnya aku tidak ingin hidup terpisah dengan Flint seperti ini. Tapi karena Kesha b*rengsek. Dia kan juga wanita, kenapa dia tidak memikirkan perasaanku ketika dia ingin merebut suamiku. Lagi pula kenapa dia harus memutuskan Edgar waktu itu? Edgar laki-laki yang baik, setia lagi.


Aku melakukan semua ini dengan terpaksa. Hanya untuk mencari kelemahan dia dan mengalahkan dia dengan kelemahan yang dia punya. Tapi kenapa harus sampai Flint menginap di tempatnya segala? Walaupun hanya 1 hari, memikirkan Flint tinggal bersama dia saja membuatku hampir gila. Tenang, Julie tenang. Hanya 1 hari. Besok Flint juga kembali. 'Apa kamu bisa tidur tanpa ciuman dariku?'


Benar juga. Apa aku bisa tidur tanpa ciuman di kening dari Flint? Tanpa Flint di sisiku? Apa aku bisa?


Kamu pasti bisa, Julie. Kamu pasti bisa. Hanya 1 malam saja. Baiklah, kalau begitu aku benar-benar harus mengalahkan Kesha supaya tidak ada kejadian seperti ini lagi. Aku benar-benar harus mengalahkan Kesha agar dia tidak bisa mengambil Flint dariku. Aku benar-benar harus mengalahkan Kesha agar aku, Flint dan anakku bisa hidup bahagia.


Lihat saja Kesha, aku pastikan kamu kembali ke Paris dan tidak bisa pergi dari Paris.


Triririring.. Edgar is calling..


"Halo, ada apa Edgar?" tanya Julie.


"Aku dengar dari Audy kalau Flint sedang melakukan perjalanan bisnis. Ke mana?" kata Edgar.


"Oohh iya.. ke Bekasih untuk melakukan observasi kain yang akan dijadikan busana." ucap Julie.


"Tapi, Julie.. setiap Flint ingin melakukan perjalanan bisnis, dia pasti menemuiku atau paling tidak dia meneleponku. Tapi kali ini tidak, kenapa ya? Apa ponselnya rusak? Atau dia tidak ada pulsa?" tanya Edgar.


"Ooh.. begitu ya.." jawab Julie.


"Suaramu terdengar lesu. Ada apa?" tanya Edgar.


"Begini.. Edgar.." ucap Julie dengan terbata-bata.


"Iya, kenapa?" tanya Edgar.


"Sebenarnya Flint sedang tidak melakukan perjalanan bisnis." jawab Julie.


"Oh ya? Lalu dia ke mana?" tanya Edgar.


"Dia ke tempatnya Kesha." jawab Julie.


"Untuk apa?" tanya Edgar.


"Woahh tidak kusangka. Wanita busuk itu. Lalu kamu membiarkannya? Ini sama sekali tidak seperti dirimu, Julie. Kenapa kamu tidak melabraknya? Memarahinya? Bahkan kamu sekarang terlihat lemah." kata Edgar.


"Sebenarnya aku juga tidak membiarkan Kesha begitu saja. Aku sedikit memberikan jebakan lewat Flint. Oh ya kamu tahu? Kesha sekarang tinggal di apartemen yang aku carikan. Dan di sana sudah ku pasang alat penyadap." ucap Julie.


"Benarkah? Berarti kamu bisa tahu apa yang mereka bicarakan. Baguslah, kamu tidak boleh lemah hanya karena Kesha." kata Edgar.


"Tidak mungkin lah. Aku tidak mungkin lemah hanya karena Kesha. Lagi pula Flint hanya menginap semalam saja di tempat Kesha. Hmm, ngomong-ngomong, kamu dan Audy sudah jadi ya?" tanya Julie.


"Ah iya.. kemarin dia menerima cintaku." jawab Edgar.


"Baguslah kalau hubungan kalian menjadi baik." ucap Julie.


"Iya terima kasih. Ini semua tidak luput dari bantuanmu dan Flint." kata Edgar.


"Kamu berutang padaku, Ed. Ed, kamu pasti akan membutuhkan kamu dan Audy untuk membantuku mengalahkan Kesha." ucap Julie.


"Tenang saja. Aku dan Audy pasti akan membantumu. Beritahu saja." kata Edgar.


"Jika tentang perusahaan, kamu benar akan membantuku?" tanya Julie.


"Iya, aku akan membantumu sebisaku. Karena aku juga menentang Kesha yang sekarang menjadi gila. Tenang saja, Julie. Kamu tidak sendiri. Backing-an mu juga kuat." jawab Edgar.


"Terima kasih, Ed. Walaupun kita baru kenal, tapi solidaritasmu kepadaku seperti kita sudah kenal lama." kata Julie.


"Hahahah iya. Kamu tidak boleh terlihat lemah seperti tadi, Julie. Apalagi suaramu, suaramu juga tidak boleh terdengar lemah. Angkat kepalamu dan keluarkan suara lantangmu." ucap Edgar.


"Terima kasih, Ed." Tok tok tok. "Eh, sudah dulu ya. Ada yang mengetuk pintuku." kata Julie.


"Iya, sampai jumpa." balas Edgar.


"Eh mama." kata Julie ketika Sara membuka pintu kamarnya.


"Babysitter nya sudah pulang tadi. Bahkan dia tidak memandikan Luke." ucap Sara.


"Oh begitu. Baiklah. Nanti biar aku saja yang memandikan Luke." kata Julie.


"Apa kamu sedang ada masalah?" tanya Sara.


"Tidak, ma." jawab Julie.


"Apa kamu sakit? Kamu pulang lebih awal tadi." kata Sara.


"Tidak kok, ma. Aku baik-baik saja." ucap Julie.


"Baiklah. Kalau butuh sesuatu panggil mama saja ya." kata Sara.


"Iya ma. Terima kasih." ucap Julie.


Selepas kepergian Sara, Julie segera memandikan Luke. "Eh anak mama.. suka main air ya.. Sekarang mandinya sama mama saja ya.. Papa sedang pergi.. Tapi besok papa pulang kok.. nanti main sama papa lagi ya.." ucap Julie kepada Luke.


Ketika Julie melihat tubuh Luke tanpa pakaian, Julie merasa ada sesuatu yang aneh di tubuh Luke. Terdapat bercak kuning di sekujur tubuh Luke. "Kenapa ini?" kata Julie.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.