When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Kembali Berulah



"Itu menjadi urusanku. Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan merepotkanmu lagi. Kamu sudah cukup lelah bekerja di kantor dan pulang mengurus Luke." kata Flint.


"Tidak bisa. Aku sudah terlanjur masuk ke dalam masalah ini. Tentu ini juga menjadi urusanku." ucap Julie.


"Ayolah, Julie. Don't make everything so hard." kata Flint. (Jangan membuat semuanya menjadi rumit.)


"Aku tidak membuat ini semua menjadi rumit. Justru aku ingin membantumu, bersamamu ketika kamu sedang ada masalah. Tidak bolehkah?


Kamu tidak tahu? Kalau kamu menyuruhku untuk tidak ikut campur, aku merasa kamu sedang mengikis, mengurangi peranku sebagai istrimu." ucap Julie.


Flint menghampiri Julie. Memeluk Julie yang sedari tadi duduk di kursinya. "Maafkan aku yang selalu membawa masalah ke dalam hidupmu." ucap Flint.


———————————————————


Keesokan harinya, Edgar datang ke kantor Flint dan Julie. Di sana, Edgar memberitahu tentang kehidupan Kesha saat berada di Paris. Mulai dari orang tuanya yang meminjam uang rentenir untuk menguliahkan Kesha sampai Kesha menjual dirinya kepada seorang pengusaha untuk menaikkan taraf hidupnya.


Julie tidak terkejut lagi karena Kesha yang sering bertingkah seperti wanita murahan di hadapannya. Namun ada yang aneh di beberapa bulan belakangan ini. Mungkin sejak Kesha dipermalukan di hadapan media atau.. sejak pertemuannya di hotel, Kesha tidak pernah berbuat ulah lagi saat di kantor.


Bahkan Kesha ikut membungkukkan badannya seperti para pegawai lainnya saat Flint dan Julie datang ke kantor. Apa ini pertanda baik? Atau malah pertanda buruk. Entahlah, Julie selalu berjaga-jaga memposisikan dirinya jika sewaktu-waktu Kesha berulah, dia sudah tidak terkejut lagi.


Beda halnya dengan Edgar yang kini mulai mengalami kemajuan. Edgar mulai berani menunjukkan perhatian-perhatian kecil kepada Audy sebagai seorang pasangan walaupun sepertinya Audy masih menganggap Edgar sebagai teman kakaknya, bukan seorang laki-laki.


"Masa sih, Audy seperti itu? Dia memang orang yang cuek tapi aku tidak menyangka dia secuek ini denganmu." respon Flint ketika Edgar menceritakan semuanya.


"Apa jangan-jangan benar kalau kamu ini bukan tipenya? Dia dulu pernah bilang padaku kalau kamu ini bukan tipenya." sambung Flint.


Glek. Pupus sudah harapan Edgar. Disaat dia sudah berusaha mendekati perempuan, kini dia secara tidak langsung sudah ditolak mentah-mentah oleh perempuan yang dia sukai.


"Harusnya kamu bilang dari dulu. Pantes saja dia tidak memberikan respon baik kepadaku." ucap Edgar.


"Eh Edgar kamu jangan nyerah dong. Aku akan bantu kamu kok. Mungkin saat ini Audy sedang fokus dengan skripsinya." sahut Julie.


"Skripsi? Audy sedang skripsi? Bahkan aku saja tidak tahu kalau Audy sedang skripsi." ucap Edgar.


"Eh eh eh jangan mundur gitu aja. Kamu sudah berusaha setengah jalan loh.." kata Flint.


"Aku lelah sekali. Padahal aku sudah memberikan semua usahaku. Menjemput dan mengantar dia pulang dari kampus, makan siang atau malam bersama, membuatkan Buldak untuknya." ucap Edgar.


"Yah itu mah hal yang bisa dilakukan orang lain. Mengantar-jemput? Pak John juga bisa. Makan bersama? Seorang teman juga bisa. Membuatkan Buldak? Bi Nola juga bisa. Kamu harus melakukan hal yang hanya bisa dilakukan seorang kekasih, Ed." kata Flint.


"Seperti apa?" tanya Ed.


"Seperti membukakan pintu ketika Audy mau masuk ke dalam mobilmu, membawa Audy makan di tempat yang romantis, membuatkan Buldak dan memberikan post it kutipan seperti 'Aku membuatkan ini dengan cinta dan untuk cintaku' atau 'Aku membuatkan makanan kesukaanmu dengan harapan kamu juga akan suka padaku.' " jawab Flint dengan nada yang dramatis.


"Yang benar saja." ucap Edgar.


"Tapi benar sih Ed. Kamu harus menunjukkan sisi romantismu biar Audy tergila-gila padamu." kata Julie.


"Hmm baiklah baiklah baiklah. Akan aku usahakan. Sebentar lagi kelas Audy selesai. Aku mau menjemputnya." ucap Ed.


"Woahh bahkan kamu lebih tahu jadwal Audy daripada aku." kata Flint.


"Bye, aku pergi. Kalau Kesha berulah, beritahu padaku." ucap Ed.


"Hati-hati." ucap Julie.


"Ingat kata-kataku tadi, Ed!" kata Flint.


Edgar hanya membalas dengan melambaikan tangan.


Selepas kepergian Ed, Flint menawarkan kopi untuk Julie.


"Mau kopi?" tanya Flint.


"Mau dong!!" jawab Julie.


"Mau kopi apa?" tanya Flint.


"Mau kopi susu. Yang hangat ya." jawab Julie.


"Bikin sendiri sana. Aku mau kopi hitam pakai gula." ucap Flint.


"Hehehehehhe bikinin yaa..."


Julie dengan kesalnya pergi membuatkan kopi untuk Flint. Saat pintu terbuka, ternyata ada Kesha yang berdiri di depan pintu.


Hmm.. Berulah lagi dia. batin Julie.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua." ucap Kesha.


Julie tidak jadi membuat kopi. Dia kembali masuk ke dalam bersama Kesha.


"Ada yang ingin Kesha bicarakan kepada kita." ucap Julie lalu berjalan ke tempat duduknya.


"Surat apa itu di tanganmu? Pengunduran diri?" tanya Flint.


"Ini.." ucap Kesha lalu memberikan surat itu kepada Julie.


Ini jelas bukan surat pengunduran diri. Dari amplopnya terdapat nama rumah sakit. Julie sudah tahu apa yang terjadi sebelum membuka isi amplop itu.


"Sudah berapa minggu?" tanya Julie.


"14 minggu." jawab Kesha.


"Apakah kamu tidak malu dengan perutmu yang buncit itu?" tanya Julie.


"Untuk itu aku ke sini." ucap Kesha.


"Dia hamil, Flint." ucap Julie kepada Flint.


"Sudah 14 minggu, berarti sudah bisa melakukan tes DNA." kata Flint.


"Kamu.. meragukan anakmu sendiri?" tanya Kesha.


"Iya karena kamu ibunya." jawab Flint.


"Katakan apa yang kamu inginkan." kata Julie kepada Kesha.


"Posisimu." jawab Kesha tanpa ragu.


"Hah?" tanya Julie.


"Aku ingin posisimu. Aku ingin menjadi dirimu. Aku ingin merasakan bagaimana menjadi dirimu. Menjadi istri Flint, ibu dari anak Flint. Aku ingin merasakan hidup dalam bergelimang harta seperti dirimu." ucap Kesha.


Plakkk. Julie menampar pipi Kesha. "Kalau hidupmu menderita, tidak bahagia itu urusanmu sendiri! Jangan pernah menginginkan menjadi sepertiku! Menjadi istri Flint, menjadi ibu dari anak Flint, huh, jangan mimpi! Tunjukkan kalau anak yang kamu kandung itu adalah anak Flint, baru aku akan mundur dari posisiku!" kata Julie sambil berteriak.


"Mari kita lakukan tes DNA saja. Lagi pula, apa kamu senang kamu mengandung anakku tanpa aku pernah menyentuhmu?" kata Flint.


"Kalian tidak pernah merasakan bagaimana menjadi diriku maka dari itu kalian bisa merendahkan aku sesuka kalian. Kalian semua tidak memiliki hati!" ucap Kesha lalu keluar dari ruangan Flint.


"Tidak usah memaksa dia untuk melakukan tes DNA. Aku saja ragu apa dia benar hamil." kata Julie.


"Surat yang dia berikan, mana?" tanya Flint.


Julie lalu memberikan surat yang Kesha berikan tadi. Flint membuka surat tersebut dan matanya terbelalak.


"Surat ini seperti asli. Berani-beraninya dia memakai nama Young Hospital." ucap Flint.


"Suruh Calvin cek saja. Tidak mudah mengeceknya jika itu Young Hospital." kata Julie.


"Oh iya benar." Flint kemudian memberikan surat itu kepada Calvin dan membiarkan Calvin mengecek data di Young Hospital.


Dan hasilnya adalah surat itu asli dari Young Hospital. Hasil pemeriksaan Kesha juga benar, Calvin sudah mengeceknya berkali-kali dan itu benar. Dokter yang memeriksa Kesha juga sudah dikonfirmasi dan itu benar. Semuanya benar.


"Semuanya benar." ucap Flint kepada Julie.


Brak.. Julie yang sedang memegang pulpen pun spontan menjatuhkan pulpennya. "Tidak mungkin. Bagaimana bisa?" kata Julie.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.