
Flint dan Julie pun sudah sampai hotel Undersea. Hotel dengan suasana yang serba biru, dipenuhi ikan yang berjalan ke sana kemari. Mereka akan menghabiskan sarapan di hotel itu. Setelah selesai menghabiskan sarapan, mereka berkeliling sebentar, menikmati pemandangan ikan dan Flint banyak memotret pemandangan di sana.
Usai puas berkeliling, mereka masuk ke kamar yang sudah mereka pesan. Kamar hotelnya pun bernuansa serba biru, mereka juga bisa melihat pemandangan ikan yang berlarian. Suasana hotelnya sangat homie, membuat mereka ingin bermanja manja di atas ranjangnya. Tidak banyak yang mereka lakukan selain nonton film series ber jam jam, dan melihat pemandangan ikan di kamarnya.
Dari pagi hingga menuju petang. Mereka seperti anak muda yang gemar menonton sampai sampai nonton marathon.
"Udah mau malem nih. Pesawatnya udah nunggu.." ucap Flint.
"Ya udah ayo berangkat.."
"Sabar aku telpon Calvin dulu ya.."
Drrrtt. Flint is calling...
"Halo Calvin! Apa kabar?"
"Baik sehat walafiat karena ada papamu yang membantuku di sini."
"Itu karena aku yang menyuruhnya. Berterima kasihlah padaku."
"Ada apa menelepon?"
"Pesankan aku hotel di Paris."
"Oh kalian mau ke Paris?"
"Iya."
"Berapa lama?"
"7 hari mungkin."
"Ah kurang lama. Masa kalian honeymoon cepat sekali."
"Sudah jangan banyak bicara. Pesankan aku hotel VVIP ya."
"Butuh transport ga?"
"Tidak usah."
"Iya nanti kubawakan bule cantik untukmu."
"No, thanks. Aku banyak kerjaan, kututup dulu."
Tutt.. "Calvin menutup telepon dariku? Berani sekali dia!"
"Sudah Julie. Ayo berangkat."
Flint dan Julie sampai di jet pribadi milik Flint. Sudah siap para pramugari di dalamnya untuk memberikan sambutan hormat kepada mereka. "Bawakan makan malam untuk kita." perintah Flint.
"Baik, Sir. Ada lagi?"
"Tidak, terima kasih."
Flint dan Julie pun masuk ke kamar. Kamar yang menjadi saksi percintaan malam pertama mereka, kamar yang menjadi saksi pula kejantanan Flint yang merenggut keperawanan Julie. "Kamu ingat kamar ini, sayang?" ucap Flint.
"Mana mungkin tidak ingat." Tanpa tersadar, tangan Flint sudah memeluk mesra tubuh Julie dari belakang. Lalu tangannya memutar tubuh Julie dan mencium bibirnya. Kemudian Flint merebahkan Julie di ranjangnya. Dia menarik kaos yang menutupi dada bidangnya dan melemparnya asal. Kembali dilahap habis bibir istrinya itu. Tangannya yang nakal, mulai bergerak ke pakaian yang menutup tubuh Julie. Mencari cari untuk melepas pakaian itu.
Baru saja tangannya ingin membuka pakaian itu..
Tok tok tok. "Sir, makan malam sudah siap." ucap salah satu pramugari di depan pintu kamarnya.
"Aargghh.. mengganggu sajaa.."
Julie hanya bisa ketawa tersembunyi melihat apa yang sedang terjadi. Flint pun berdiri hendak membuka pintu. Namun Julie menarik Flint dan memeluknya erat erat. Dia mengambil kaos yang dilempar asal oleh Flint dan memakaikannya. "Aku tidak mau tubuh ini dilihat orang lain selain aku."
"Ternyata istriku sama posesifnya denganku." ucap Flint menarik dagu Julie.
"Sana buka pintunya."
"Mau makan dulu atau bercinta dulu? Keduanya sama bagiku, sama sama makan." tambah Flint.
"Iiiihhh! Cepat buka pintunya!!! Aku lapar!!!" jawab Julie.
**Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru**.