When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Memandikan Bersama



Melihat kesempatan di depan matanya, Flint tanpa pikir panjang langsung menciumi bibir manis Julie. Kedua tangan Julie pun melingkar di leher Flint. Sesekali diremaslah rambut Flint ketika Flint memberikan gigitan kecil di bibir Julie.


Flint pun memutarbalik posisi. Kini Flint yang berada di atas. Flint ******* habis bibir Julie, bertempur dengan lidah Julie lalu turun ke leher Julie. Membuat cap baru di sana. Untuk saat ini tidak banyak yang bisa dia lakukan karena Julie baru saja mengeluarkan bayi dari intinya.


Dengan napas keduanya yang membara, saling balas-membalas ciuman di bibir mereka, rupanya membuat mereka tidak sadar bahwa orang tua mereka sempat kembali lalu pergi lagi ketika melihat ciuman panas mereka.


"Oekk.. oeekk.. ooekk.." Muncul suara tangisan yang terpaksa menghentikan aktivitas mereka.


Mendengar tangisan anaknya, Julie sontak menggeser tubuh Flint yang berada di atasnya lalu segera menghampiri anaknya.


"Ah Luke.. kamu jahat." eluh Flint.


Hancur hati Flint ketika anaknya sendirilah yang mengganggu pergulatan nikmatnya tadi. Kapan aku bisa mendapatkan kesempatan ini lagi? Argh.. batin Flint.


Dia pun ikut menghampiri Luke. "Kenapa?" tanya Flint.


"Dia lapar." jawab Julie.


"What??!?! Lapar? Baru 1 jam yang lalu aku beri susu." ucap Flint.


"Bisakah kamu menutup gordynnya? Aku mau menyusui Luke." pinta Julie.


"Baiklah." Flint menutup gordynnya dan Julie bersiap menyusui Luke di atas ranjangnya.


"Enak sekali ya Luke.." ucap Flint ketika melihat Luke menikmati menyusunya.


"Nangis lalu berakhir dengan menyusu." sambung Flint.


"Bukannya dulu kamu juga seperti itu?" ucap Julie.


"Aku ingin mencoba ASI." kata Flint.


"Kan sudah pernah pas bayi." ucap Julie.


"Itu kan dari mama. Dari kamu belum pernah coba." kata Flint.


"Sembarangan!" pekik Julie.


"Nanti malem yah." kata Flint.


"Eh tolong panggil suster dong minta bawakan alat pompa dan botol susu." ucap Julie mengalihkan.


"Tapi nanti malem mau ya." kata Flint.


Julie membalas dengan tatapan mata yang tajam. Flint pun tidak berani berkutik lagi, dia segera memanggil suster. Setelah Luke selesai menyusu sampai kenyang, Julie pun memompa kedua payudaranya untuk mengeluarkan ASI untuk Luke. Julie memompa sebanyak mungkin sampai memenuhi 4 botol susu berukuran 120 ml.


"Sudah tidak keluar lagi." ucap Julie.


"Baiklah, sudah sepertinya." sambung Julie.


"Sudah tidak keluar lagi?" tanya Flint.


"Iya." Julie menjawab dengan polosnya. Dia tidak tahu bahwa setelah itu Flint menerkamnya di atas ranjang.


"Apa yang kamu lakukan?!" Julie kaget ketika Flint menaiki ranjang dan menindihnya.


"Sudah tidak keluar lagi kan? Jadi jangan beralasan kalau ada ASI untuk Luke." ucap Flint.


Julie belum sempat membenarkan branya tadi dan kini Flint langsung menyantapnya. Flint menghisap bukit besar milik Julie, memainkan dengan lidahnya. Tangannya memilin-milin bukit yang yang satunya lagi. Julie selalu luluh dengan setiap sentuhan yang diberikan Flint.


Sesekali dia melenguh, meremas rambut Flint akibat dari sensasi yang dia rasakan. Sedangkan Flint asyik menyantap bagaikan singa yang kelaparan.


"Masih kenyal. Seperti dulu." ucap Flint. Flint membenarkan bra yang tadi belum sempat dilakukan oleh Julie. "Biasanya aku sehari 2x, nanti malam lagi yah." ucap Flint lalu mencium dada Julie.


"Aish yang benar saja. Apa jadinya payudaraku yang dipergunakan untuk kalian berdua." oceh Julie.


"Waktunya memandikan Luke. Ayo." kata Flint.


Flint dan Julie bersama-sama ke kamar mandi untuk memandikan Luke. Untungnya, terdapat bathtub di dalam kamar mandi tersebut. "Kamu isi bathtub dengan air hangat, aku menyiapkan peralatan mandinya Luke." ucap Julie.


Lalu Julie membawa Luke beserta peralatan mandinya ke dalam kamar mandi. "Segini cukup hangat tidak?" tanya Flint.


Julie pun memasukkan tangannya ke air. "Sudah." jawab Julie.


"Ini pertama kalinya aku memandikan bayi." ucap Julie.


"Aku juga." kata Flint.


Mereka menarik napas panjang. Kemudian Julie membuka segala pakaian yang menutupi tubuh Luke. "Flint, kamu yang pegang Luke, aku yang memandikannya." ucap Julie.


"OK." Flint pun membawa Luke ke atas bathtub. Julie bersiap untuk memandikan Luke. Sepertinya Luke senang bermain air, kaki dan tangannya tidak berhenti bergoyang sehingga membuat Julie dan Flint basah kuyup tersembur air.


"Ketahuan sekali Luke anak yang hiperaktif." ucap Julie.


"Arti namanya saja penuh semangat. Ya Luke ya?? Tidak betah diam ya? Iya?" Flint mengajak Luke berbicara.


"Sudah.. taruh dia di atas handuk yang ada di ranjang." ucap Julie.


Flint keluar dari kamar mandi terlebih dahulu dan menaruh Luke di atas handuk. Mengelap tubuh Luke yang basah. Julie menyusul keluar dari kamar mandi dan mematikan AC untuk sementara karena Luke sedang tidak memakai pakaian sehelai pun.


Julie mengoles minyak telon untuk bayi ke seluruh tubuh Luke agar membuat dia merasa lebih hangat. Namun sepertinya Luke masih ingin bermain air. Dia menangis keras saat diangkat dan dipakaikan baju oleh Julie.


"Pegang tangannya." ucap Julie. Hal itu dikarenakan Luke memberontak hebat ketika dipakaikan baju. Setelah Julie memakaikan baju, sarung tangan bayi, kaos kaki dan membedongnya, dia kembali menyalakan AC. Perlahan Luke terdiam dari tangisnya.


Flint menggendongnya, mengajaknya berkeliling ruangan, mengajak berbicara sembari menunggu Julie yang membereskan peralatan mandi Luke tadi. "Memang benar anak ini tidak suka panas." ucap Flint.


"Tapi tadi aku menjemurnya, dia terus terusan tersenyum." sambung Flint.


"Aneh anak itu. Seperti dirimu." balas Julie.


"Istirahatlah. Jangan sampai tanganmu kumat lagi." ucap Flint.


Julie tiduran di atas ranjang berbalut selimut sedangkan Flint masih asyik bermain dengan Luke yang berada di box bayi. "Jangan diajak main terus. Nanti sulit tidur." ucap Julie.


"Tapi dia tidak mau tidur daritadi. Lihat noh matanya. Masih bulat begitu." kata Flint.


"Kamu tepuk-tepuk pantatnya. Pasti dia tertidur." ucap Julie.


"Oh ya benarkah?" Flint pun mencoba trik itu dan ternyata berhasil, tidak lama kemudian Luke tertidur pulas. Flint akhirnya bisa beristirahat di samping Julie.


"Melelahkan sekali bukan?" ucap Flint.


"Dan kamu masih ingin menambah?" balas Julie.


"Kenapa tidak?" sahut Flint.


"Tunggu aku menstruasi." kata Julie.


"Baiklah. Aku dan Mijul akan senantiasa menunggumu." balas Flint.


"Sekarang aku mengerti kenapa aku menjadi anak tunggal." kata Julie.


Flint menyampingkan tubuhnya untuk menghadap Julie. "Kenapa?" tanya Flint.


"Mama papa sama-sama bekerja. Sulit untuk mengurus anak." jawab Julie.


"Kalau aku minta kamu jangan bekerja, apa kamu bersedia?" tanya Flint.


"Iya. Seorang istri harus patuh dengan suaminya, bukan?" balas Julie.


Cup. Flint mengecup kening Julie. "Thank you for everything that you gave. Aku beruntung memilikimu di hidupku." ucap Flint.


(Terima kasih atas semua yang telah kamu berikan.)


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.