When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Kewalahan



Sesampainya di kamar, Flint segera melancarkan aksinya. Baru saja pintu kamar tertutup, Flint segera melahap bibir Julie. "Sikat gigi dulu." ucap Julie.


Aksi Flint tertunda. Dia dan Julie sikat gigi bersama di kamar mandi. "Aku mau punya anak sepuluh jadi aku tinggal membuat 8 perusahaan lagi." kata Flint.


"Coba saja sana kalau kamu mau. Buat perusahaan tidak segampang buat anak." jawab Julie.


"Aku tau. Tapi nikmat dan kepuasan yang kudapat sama rasanya." ucap Flint.


Gulu gulu gulu.. byurr.. "Tapi aku tidak bisa kalau 10." jawab Julie. Dia sudah menyelesaikan sikat giginya dan keluar meninggalkan Flint.


Flint buru buru menyelesaikan menggosok giginya dan menghampiri Julie. "Kamu pasti bisa sayang, aku yakin." kata Flint.


"Tidak sampai 10."


"8."


"Pliiss..."


"Aku pengen punya banyak anak." Flint merayu rayu Julie.


"Kita lihat saja apakah aku bisa." jawab Julie.


"Kamu pasti bisa."


Segera dilumat lah bibir Julie oleh Flint. Dia merentangkan Julie di atas ranjang, membuka perlahan kain kain yang menutupi kemolekan tubuh Julie. Mulut Flint turun ke bagian leher, "Aahh.." Sebuah tanda baru muncul di sana.


Kemudian Flint bermain di bagian 2 gundukan. Mulutnya dengan asyik mengenyot, memainkan dengan lidahnya dan beberapa kali memberi gigitan kecil pada bukit Julie. Tangannya memilin milin bukit yang satu sampai membuat Julie menggelinjang hebat dibuatnya.


Setelah puas bermain, rupanya Mijul sudah tidak tahan lagi di dalam sana. Flint membuka celananya dan membiarkan Mijul bernapas lega. Tangan Flint menyelinap ke celana yang dipakai Julie. Mencari cari lubang inti Julie dan memasukan jarinya ke dalam. Memainkan jarinya di dalam lubang inti Julie. Julie mendesah sejadi jadinya. Sampai rasanya ingin menjerit sekencang mungkin. Senikmat itu. Dia selalu terbuai dengan sentuhan yang Flint berikan.


Flint membuka semua celana yang menutupi lubang milik Julie. Belum sempat Julie mengatur kembali napasnya, Flint sudah memasukkan Mijul ke dalam sana. "Aaaahhhh..."


Tangan Julie memeluk leher Flint saat Flint memaju-mundurkan Mijul secara teratur di sana, memanjakan juniornya itu. Tangan kanannya melingkar di leher Flint sedangkan tangan kirinya memegang bahu Flint.


Mijul rupanya memuntahkan cairan ke dalam inti Julie. Malam ini, Flint berhasil memuaskan Mijul dengan beberapa ronde. Sudah menjadi kebiasaan Flint dalam bercinta dengan banyaknya ronde mulai dari tiduran, menungging, duduk, bersandar di dinding, berdiri, sampai saat sudah selesai dan mereka hendak tidur, tidak sengaja Mijul bertabrakan dengan lubang inti Julie sehingga dia memasukannya lagi. Julie selalu dibuat kewalahan olehnya.


Kali ini sudah benar benar selesai. Flint dan Julie tidur berhadapan dengan posisi Flint seperti bayi yang menyusu pada ibunya. Sedangkan tangan Julie memeluk kepala Flint yang menempel di dadanya.


"Tidurlah, Flint." ucap Julie. Flint masih belum berhenti "menyusu". Mulutnya masih aktif bermain di kedua bukit Julie.


"Mmm.. baiklah.." Flint menarik paksa mulutnya yang menempel di bukit Julie. Dia sudah melepasnya dan benar benar akan tidur.


"Goodnight, wifey. I love you." ucap Flint. Kali ini tidak mengecup kening Julie, melainkan mengecup bukit sintal Julie yang sudah penuh tanda merah merah karena Flint.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.