When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Gaun



Flint dan Julie kembali ke kamar Flint. "Mandilah. Akan kupinjamkan bajuku." kata Flint.


"Harusnya aku pulang saja biar tidak merepotkan. Lagipula rumah kita dekat."


"Cepat mandi. Aku menunggumu."


Julie pun mandi di kamar mandi yang berada di dalam kamar Flint. Sedangkan Flint sedang terbaring di ranjangnya, dia menyalakan ponselnya dan melihat berita masuk tentang dirinya.


Banyak hal yang menjadi daya tariknya seperti pesawatnya yang terbelah karena jujur saja, Flint sudah terjun dari pesawat sebelum pesawat itu menabrak permukaan bumi. Atau juga dengan tagar tagar yang bermunculan dan menjadi trending. Lalu respon masyarakat yang turut sedih dengan kehilangan sosok Flint membuat Flint sadar bahwa dia seorang yang dicintai masyarakatnya. Dan terakhir kali, Presiden pun ikut turun tangan membantu pencarian dirinya.


Tidak henti hentinya dia juga bersyukur kepada Tuhan karena selamat dari kecelakaan mengenaskan itu. Dia nyaris tidak terselamatkan apabila tidak terjun dengan paralayang. Sudah terjun dengan paralayang pun, dia masih saja kepencar dengan Calvin sehingga mereka memakan banyak waktu untuk saling mencari di tempat asing yang baru pertama kali mereka menginjakkan kaki. Tidak ada air, tidak ada makanan, setiap Flint melangkahkan kaki menelusuri jalan untuk mencari sinyal, Flint selalu saja menyumpahi tempat itu. "Tempat macam apa ini, tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada sinyal pula!"


Lucunya, setelah mendarat di kota tercinta, Flint dan Calvin mencari tempat makan di pinggiran jalan daripada pulang ke rumah masing masing. Perut mereka sudah bersenandung ria sejak tersesat di tempat yang tidak tahu namanya apa.


Tidak hanya makan, Flint juga membahas mengenai pesawatnya kepada Calvin. Sulit memang untuk membuat sebuah pesawat, bahkan walaupun sudah jadi, pesawat itu akhirnya jatuh. Sektika dia sadar mengapa papanya dulu sampai melakukan pernikahan bisnis untuk membangun bisnis di bidang pesawat namun tetap saja, kesetiaan menjadi hal utama untuk Flint.


Menurutnya, bagaimana mungkin kalau sudah mencintai tapi bisa meninggalkan cintanya demi bisnis? Melakukan pernikahan karena bisnis? Mengucap janji pernikahan karena bisnis? Stoberi mangga apel, sorry ga level!


Yang jelas, dia tidak akan mengulangi apa yang pernah dilakukan papanya untuk Young Airlines. Julie pun keluar dari kamar mandi. Kaos Flint terlihat oversized atau kebesaran di tubuh Julie.


"Sini." ucap Flint menepuk bahunya yang sudah merentangkan tangannya. Julie naik ke atas ranjang, memasukkan kaki ke dalam selimut dan menyandarkan kepala di bahu Flint.


"Sedang apa?" tanya Julie.


"Melihat berita hari ini. Sepertinya heboh sekali."


"Banyak wartawan datang ke sini. Lalu karena membuat keributan, papamu menuntut agar mereka sulit mendapatkan pekerjaan."


"Benarkah? Sangar sekali papaku."


"Julie?"


"He-em?"


"Ingin pernikahan seperti apa?"


"Hmm.. aku maunya indoor. Di dalam gedung gitu.."


"Konsepnya?"


"Hmm tidak tahu. Tapi aku pengen memakai gaun yang mekar dengan adanya lampu di gaunnya."


"Besok kita fitting ok."


"Besok? Tidak secepat itu kali, Flint. Kamu kan sedang ada masalah."


"Kata siapa itu masalahku. Itu masalah papa. Young Airlines projeknya dia. Dia mewariskan aku Young Building saja."


"Benarkah? Baiklah besok kita fitting!!!"


"Iya.. sekarang tidurlah.. Besok aku juga akan mengumumkan kita akan segera menikah." Flint mencium kening Julie.


"Good night, i love you sweetheart."


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.