
Flint membaca pesan itu. Sungguh, dia tidak menyalahkan Julie atas apa yang baru saja terjadi.
Flint.
Tidak apa-apa. Tidurlah, besok harus kembali bekerja.
Flint akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Karena tanpa disadari, pengunjung di taman itu perlahan sudah pergi. Hanya ada 2-3 orang yang berada di taman itu. Dia juga sudah mencoba memberanikan diri untuk menceritakan setiap inchi kejadian pahit itu karena cepat atau lambat, keluarganya juga harus mengetahuinya.
Ceklek. Flint membuka pintu rumahnya. Rupanya Sara, Key dan Audy sudah berada di dalam kamarnya masing masing. Flint menghela nafas lega sedikit karena untuk malam ini dia tidak perlu menceritakannya dulu.
Dia masuk ke dalam kamarnya dan segera mandi. Kembali dilihatlah cincin cantik itu di tengah pancuran air yang mengalir membasahi tubuhnya. I can't stop loving her even though tonight I was hurt by her. (Aku tidak bisa berhenti mencintainya walaupun malam ini aku terluka olehnya). ucap Flint dalam hati sambil menggenggam erat cincin itu.
Flint menaruh cincin itu ke dalam kotaknya dan melanjutkan mandinya. Flint sering kali teringat dengan cincin itu bukan karena seberapa berat kejadian yang menimpanya tapi karena dia sedang sendirian. Manusia pada umumnya akan teringat oleh kejadian kejadian yang tidak diinginkan disaat dia sedang sendirian.
Flint menyelesaikan mandinya, mengeringkan rambutnya dan bersiap untuk tidur. Flint kini sudah membaringkan tubuhnya di ranjang king size nya. Di atas ranjang pun, Flint kembali memandangin cincin itu. Karena merasa muak dan ingin berhenti memandangi cincin itu, dia melempar cincin beserta kotaknya ke arah tempat sampah di kamarnya.
Seketika dia menyadari apa yang baru dia perbuat. Kembali diambil lah cincin itu dari tempat sampah. Dielus elus, dilap lah kotak cincin itu dengan bajunya. Kemudian dia taruh di atas meja.
Kali ini, dia benar benar ingin tidur. Walaupun menjalani hari seperti hari hari sebelumnya tapi kali itu terasa lebih melelahkan. Hari dimana dia ditolak secara halus untuk menikah. Apa karena aku belum pernah merasakan rasanya ditolak? Makanya aku sedih sekali? Ah tidak juga. Ditolak memang menyedihkan. Apa aku terlalu berlebihan? Flint berpikir.
Come on, Flint. Kamu harus tidur. Besok harus bangun pagi untuk bekerja.
Sedari tadi membaringkan tubuhnya di atas ranjang, Flint masih belum bisa tertidur. Hingga waktu menunjukkan pukul jam 2 pagi.
Ada apa denganku ini? Kenapa belum bisa tidur juga? Sedangkan beberapa jam lagi aku harus bersiap untuk bekerja.
Sulit sekali rasanya untuk tidur. Itulah yang dialami oleh Flint. Namun waktu terus berjalan, tanpa disadari akhirnya Flint terlelap dalam tidurnya.
Ya, akhirnya Flint bisa tidur juga, dengan pulas pula. Saking pulasnya, dia telat bangun sampai sampai Sara yang memasuki kamarnya dan membangunkannya.
"Habis lamaran semalam jadi lupa bangun pagi ini?" kata Sara.
"Bangunlah, ini sudah jam 6 pagi. Bukankah harus menjemput Julie?" kata Sara.
Mata Flint langsung terbuka. Dia melihat ponselnya dan benar saja jam sudah berangka 6. Flint dengan cepat mencari kontak Calvin dan langsung menjemputnya. "Calvin, jemput Julie ya pagi ini. Aku kesiangan." perintah Flint.
Tidak lupa Flint pun mengabari Julie bahwa pagi ini tidak bisa menjemputnya.
Flint.
Selamat pagi. Maaf pagi ini aku tidak bisa menjemputmu ke kantor, kamu akan dijemput oleh Calvin. Aku kesiangan.
Setelah itu Flint pun segera masuk ke kamar mandi untuk bersiap siap menuju ke kantor.
"Ada ada saja anakku ini." ucap Sara dengan menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku anak sulungnya itu.
"Flint, cepetan ya!! Kami tunggu dibawah." ucap Sara kepada Flint dan segera meninggalkan kamar Flint.
Selesai Flint mandi dan bersiap siap menuju kantor, dia memakai jam tangannya dan sambil menuruni tangga menuju meja makan. Semuanya sudah berkumpul di meja makan dan menunggu kehadiran Flint.
"Morning all, maaf aku kesiangan pagi ini hehehehe." sapa Flint.
"Flint?" kata Sara.
"Ya, Mom?"
"Kamu terlihat pucat."
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.