When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Cucu



"Biarin.. bwee.." Flint menjulurkan lidahnya dan segera berjalan ke lemari baju.


Flint mengambil baju dan pergi ke kamar mandi sedangkan Julie turun ke dapur, siapa tahu ada yang bisa dia kerjakan.


"Aduh nyonya naik saja ke kamar. Saya ga biasa kalo masak ada orang." ucap ART.


"Beneran nih bi? Bibi ga mau aku bantu?" tanya Julie.


"Bener, Nya. Nyonya naik ke kamar aja. Nanti kalo makanannya udah jadi, bibi panggilin."


"Yah yaudah deh bi. Aku naik ya bi."


"Iya, Nya."


Bi Nola memang selalu saja seperti itu. Dia tidak ingin pekerjaannya dikerjakan oleh orang lain. Karena dia sudah dibayar untuk bekerja. Julie akhirnya kembali naik ke kamarnya. "Eh kok naik lagi? Makanannya udah jadi?" tanya Flint sambil mengeringkan rambut.


"Belum. Bi Nola ga mau aku bantu." jawab Julie.


"Bibi mah emang kayak gitu. Dari dulu mama juga ga dibolehin ngurus pekerjaan rumah sama dia."


"Berarti kalian selalu makan buatan dia?"


"Kadang kadang kalau papa lagi ingin makan sesuatu, baru mama yang masak. Itu pun jarang."


"Aku jadi bingung sekarang harus ngapain."


"Menggambar lah. Gambarmu bagus sepertinya kamu bisa jadi desainer."


"Mana mungkin. Aku kan tidak sekolah fashion desain."


"Tapi kamu pengen tidak jadi desainer?"


Julie terdiam. Raut wajahnya menandakan dia sedang memikirkan sesuatu. Flint dengan isengnya meniup wajah Julie untuk membuyarkan lamunannya.


"Mau atau tidak?" ulang Flint.


"Hmm tidak tidak."


"Karena Gold Company?"


"Eeehh kan memang aku sudah ditakdirkan bekerja di sana."


"Kalau kamu sebenarnya ingin jadi desainer katakan saja. Gold Company tidak boleh menghalangi keinginanmu itu."


"Itu yang kamu pikirkan?"


Julie mengangguk.


Flint mendekat. "Makanya cepat berikan cucu untuk mereka. Biar cucunya yang meneruskan." ucap Flint.


Kali Ini Julie tidak bisa mengelak. Di dalam hatinya dia setuju dengan perkataan Flint. Di balik perkataannya yang mesum itu, dia berbicara hal yang masuk akal. Tapi tetap saja, maksudnya itu dia ingin bercinta.


"Nanti malam saja." jawab Julie


"Sesudah makan biar tenagaku terisi penuh." ucap Flint.


Sungguh, ada saja cara yang Flint lakukan untuk membujuk Julie agar dia mau bercinta dan anehnya lagi Julie selalu mengiyakan Flint ketika dia sedang ingin bercinta.


Tok tok tok. "Tuan.. Nyonya.. makan malam sudah siap." kata ART.


"Eeh iya Bi sebentar." jawab Julie.


"Ayo turun makan." ajak Julie kepada Flint.


Mereka keluar kamar dan turun tangga bersama.


"Jangan lupa sesudah makan kita ... hop.." Julie segera menutup mulut Flint karena takut ada yang mendengar.


"Habis makan ada apa?" tanya Sara di belakang mereka.


Jantung Julie berdegup kencang. Apa aku kepergok lagi? ucap Julie dalam hati.


"Habis makan kita mau ... hop.." Julie menutup mulut Flint sebelum Flint menghabiskan kalimatnya. "Mau sikat gigi, ma hehehe." sangkal Julie.


"Oohhh emang habis makan sikat gigi kan." ucap Sara dan berjalan mendahului mereka.


Flint menarik tangan Julie yang menutupi mulutnya. "Kok sikat gigi sih? Bukannya kita mau .. hopp.." ucap Flint.


"Kalo kamu ga sikat gigi aku ga mau. Udah diem .. sutt.." ucap Julie dan berjalan meninggalkan Flint.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.