When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Celah



"Aku tidak ingin balik ke perusahaan. Sesuai rencana, mari kita makan malam bersama."


Flint dan Julie pun makan bersama. Namun kali ini berbeda, Flint tidak reserve tempat makannya karena sangat mendadak sekali. Jarang sekali mereka makan di tempat yang ramai.


"Besok aku akan memanggilmu ke ruanganku, kita bekerja bersama, lalu kita makan siang bersama dan malamnya juga akan makan malam bersama." kata Flint.


"Baiklah. Sudah seperti itu, sampai kamu masih cemburu, hmm. Kebangetan sekali kamu." jawab Julie.


"Jelas aku tidak akan cemburu kalau kamu sudah jauh dari laki laki lain. Pastikan dirimu yang tidak cemburu."


"!!!!"


——————————————————————


"Calvin, panggil Julie ke ruanganku. Tumben jam segini dia belum tiba di ruanganku." ucap Flint.


Yaa ampun masih pagi bos. gumam Calvin.


Flint tidak bisa berhenti mondar mandir di ruangannya. Sesekali dia melirik jam yang berada di tangannya.


Tidak lama kemudian, pintu ruangan Flint terbuka dan masuklah Julie. "Hey darimana saja kamu?"


"Lift di bagianku sedang penuh. Aku pergi ke bagian lobi penuh juga. Lalu aku ke bagian customer service dan penuh juga. Ya sudah aku tungguin."


"Calvin, cari tahu mengapa bisa banyak lift yang penuh sampai orang seperti Julie pun tidak bisa masuk." ucap Flint di telepon.


"Kamu selalu saja seperti itu, berlebihan."


"Berlebihan darimananya? Aku hanya ingin tahu masalah yang ada di perusahaanku, itu saja."


"Oh begitukah?"


"Makanya kamu belum pernah jadi pemimpin sih. Coba saja kamu mau memimpin di perusahaan papumu."


"Bukan perusahaan papaku lagi. Sudah kamu ambil alih, itu artinya sudah jadi milik kamu."


"Memang milikku. Aku bisa melakukan apa saja di perusahaan itu, kan?"


"Iya."


"Termasuk kalau aku ingin memberikan kepadamu?"


"Kecuali itu. Aku tidak mau menerimanya."


"Kenapa? Kan suka suka aku mau melakukan apa terhadap perusahaan itu."


"Hmm. Flint, aku bingung deh sama kamu, bukannya kamu ingin kita selalu dekat? Kalau kamu menyuruhku bekerja di perusahaan itu, artinya kita akan berjauhan dong.."


"Wah iya ya benar juga kamu.. Oh iya tapi aku ingin segera menghidupkan kembali perusahaan itu."


"Akan kupikirkan dengan Calvin. Sudah hampir jam makan siang. Aku sudah mereserve tempat. Ayo berangkat sekarang."


"Sebentar, 5 menit lagi. Tanggung nih."


"Arghh baiklah."


Tiba tiba terdengar suara bel dari pintu ruangan Flint. Jarang sekali terdengar suara bel itu karena biasanya yang masuk hanya Calvin dan Julie itupun mereka masuk langsung masuk saja tanpa ada suara bel. Dan ternyata, yang masuk adalah Jeny.


"Untuk apa kamu kesini? Bukankah sudahku bilang jika ada apa apa kasih tahu saja ke Calvin? Kamu bekerja untuk Calvin, bukan untukku." bentak Flint.


"Kenapa harus marah seperti itu? Pelan pelan saja." ucap Julie dengan berbisik bisik.


"Maaf, Sir. Tapi saya ingin memberikan jadwal Sir hari ini." jawab Jeny.


"Kamu bisa memberikan lewat Calvin. Lagi pula kamu tidak tahu bahwa pekerjaanmu itu seharusnya diberikan padaku sejak pagi?"


"Maaf, Sir."


"Kita tidak bisa bertemu secara langsung. Sudah ada perantara yaitu Flint."


"Maaf, Sir."


"Kosongkan jadwal setelah jam kerja."


"Tidak bisa, Sir."


"Kenapa tidak?"


"Jadwal setelah jam kerja itu membahas lanjutan kemarin malam yang tertunda karena Sir pulang terlebih dahulu."


"Tidak usah dimasukkan ke dalam jadwal. Dan lagi, kamu tidak perlu berada di tengah pekerjaan kami."


"Baik."


"Kamu sudah boleh pergi."


"Baik."


Jeny pun berbalik hendak keluar dari ruangan Flint.


"Jeny. Satu lagi, jangan pernah menemuiku secara langsung lagi." perintah Flint.


"Ya, Sir. Maafkan saya." ucap Jeny.


Apakah tidak ada sedikitpun celah? gumam Jeny.