When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Tegang



"Baru 4 bulan berhenti karena kurang srek dengan majikan yang kemarin." jawab babysitter.


"Oh.. begini.. saya pikir awalnya ingin memakai babysitter untuk mengurusi anak saya selagi saya kerja. Tapi ternyata suami saya tidak mengizinkan saya kerja. Maaf ya, sus.. ini untuk menggantikan ongkos sus ke sini.." kata Julie.


"Oh iya.. iya tidak apa-apa, Nya. Bahkan ini uangnya kelebihan, Nya."


"Tidak apa-apa diambil saja. Mohon maaf ya sus sekali lagi." ucap Julie.


"Iya tidak apa-apa, Nya. Kalau begitu saya permisi ya, Nya."


"Iya hati-hati ya, sus." ucap Julie.


Setelah sarapan bersama, Julie dan Flint berangkat ke kantor. "Hati-hati ya Flint, Julie.." ucap Sara.


"Iya, ma." jawab Flint.


Flint melajukan mobilnya menuju Young Scarlette, tempat di mana mereka akan bekerja. "Luke mau ikutan papa kerja juga? Iya? Iya sayang?" ucap Flint kepada Luke.


"Kamu sudah kabari Calvin kalau tidak ke Young Building?" tanya Julie.


"Sudah. Calvin nanti juga ke Young Scarlette." jawab Flint.


"Bagaimana rasanya nemiliki banyak perusahaan?" tanya Julie.


"Senang, pemasukannya semakin banyak." jawab Flint.


"Iya bahkan pemasukanmu per hari sudah bisa membeli mobil." balas Julie.


"Iya saking banyaknya. Makanya kita harus punya banyak anak biar ada pengeluaran juga." kata Flint.


Tidak mendengarkan Flint, Julie asyik berbicara dengan Luke yang sedang melihat jalanan.


Sesampainya di kantor, Flint dan Julie disambut dengan hormat oleh seluruh pegawainya termasuk Kesha. Flint dan Julie menduduki kursi pemimpin di ruangan yang sama. Jarang sekali terdapat dua meja dan kursi pemimpin di dalam ruangan yang sama.


Saking besarnya meja kerja itu, Julie bahkan meletakkan Luke di atas meja.


"Sepertinya kita harus menggabungkan dua meja ini." ucap Flint.


"Tidak usah macem-macem. Sudah benar begini." kata Julie.


"Masa sepasang pemimpin diberikan meja yang terpisah, seolah-olah ingin memisahkan kita." ucap Flint.


"Aku tidak mau dekat-dekat denganmu. Sudah kembali sana ke mejamu." usir Julie. Sementara itu, tangan Julie sudah bekerja memeriksa kertas-kertas berisi konsep dasar busana, keuangan perusahaan.


Flint akhirnya pasrah kembali ke mejanya. Tidak lama setelah Flint menduduki kursinya, masuklah Calvin ke dalam ruangan mereka membawakan berkas-berkas Young Building, Young Airlines dan Young Hospital.


"Kalian seperti sedang bermusuhan saja. Kenapa ada jarak di antara meja kalian?" tanya Calvin.


"Ya kan. Benar kan? Aku merasa seperti itu. Tapi Julie lebih ingin seperti ini." jawab Flint.


"Hahahah. Welcome back, Julie. Semoga kamu betah membantu kami." ucap Calvin.


"Terima kasih. Tapi apakah kamu ingin bekerja denganku? Aku akan memberikan gaji yang lebih tinggi." kata Julie.


"Dengan senang hati, Julie. Silahkan beri aku perintah." ucap Calvin.


"Bawakan aku CV para desainer di perusahaan ini." kata Julie.


"OK. Siap laksanakan."


"Kamu mengkhianati aku, Calvin." sahut Flint.


"Aku bekerja untuk dua pemimpin sekarang. Tentu gajiku bertambah dua kali lipat." ucap Calvin.


Calvin pun langsung berjalan keluar dari ruangan mereka dan segera melakukan tugas pertama dari Julie.


Flint mengamati Julie dari tempat duduknya. Ada yang aneh. Julie tiba-tiba ingin bekerja langsung di kantor dan di hari pertamanya dia meminta CV desainer. Apa yang dia ingin lakukan dengan CV itu sebenarnya? Apa yang ingin dia ketahui? Kenapa dia tidak memberitahu apa-apa padaku? batin Flint.


Calvin datang membawa CV desainer yang Julie pinta. "Ini CV desainer yang kamu butuhkan." ucap Calvin.


"Baiklah, terima kasih Calvin." kata Julie.


"Tidak. Kalau ada nanti aku menghubungimu." jawab Julie.


"Baiklah. ucap Calvin lalu memberikan senyuman meledek kepada Flint.


Julie langsung memeriksa kumpulan CV desainer yang diberikan Calvin.


Apa dia merasa aku kurang kompeten mengurus Young Scarlette hanya karena aku jarang ke sini? batin Flint.


"Kenapa terus menatapku?" tanya Julie.


"Tidak. Hanya saja bingung kenapa kamu membutuhkan CV desainer." jawab Flint.


"Seorang pemimpin ingin mengenal lebih dalam pegawainya apa itu salah? Lagi pula mereka yang akan membuat busana dari gambarku. Aku harus mengenal mereka." ucap Julie.


Alasan yang masuk akal. "Ohhh.. iya.. benar juga..." jawab Flint.


Mata Julie tertuju pada Kesha. "Kamu memberikan posisi apa untuk Kesha?" tanya Julie secara tiba-tiba.


"Salah satu dari lima belas desainer utama." jawab Flint.


"2018 lulus dari perguruan tinggi kesenian Paris dengan jurusan seni.


Pernah menjadi model selama 8 bulan di peragaan busana Paris." Julie membaca riwayat hidup Kesha. Dalam pembacaannya, Julie memberika penekanan pada kata "kesenian", "jurusan seni", "model".


"Kenapa kamu bisa memberikan posisi sebagai desainer utama untuknya? Padahal sepertinya dia tidak berbakat dalam membuat busana." ucap Julie.


"Kenapa tidak? Dia pernah bekerja di peragaan busana." kata Flint.


"Tapi di peragaan busana itu dia bekerja menjadi model. Bukan bekerja sebagai perancang busana. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, kenapa kamu bisa memberikan posisi tinggi itu untuk Kesha." balas Julie.


"Kenapa tidak. Dia juga berkuliah di bidang kesenian. Aku rasa ada kesinambungannya." kata Flint.


"Aku baru melihat sisi bodohmu. Kesenian itu luas, Flint. Dan kesenian itu juga tidak ada hubungannya dengan perancang busana. Memangnya selama 7 bulan ini apa yang sudah dia berikan kepada Young Scarlette? Aku tidak merasa dia pantas berada di posisi setinggi itu." ucap Julie.


Flint terdiam ketika mendengar apa yang diucapkan Julie.


"Kenapa diam? Tidak bisa menjawabnya kan?" sambung Julie.


Julie langsung memegang gagang telepon dan menekan tombol angka yang terdapat di sana. "Calvin, periksa apa yang sudah dikerjakan Kesha dari awal masuk bekerja sampai detik ini." ucap Julie. Julie memberikan perintah kedua untuk Calvin.


"Apa selama 7 bulan ini kamu menaruh curiga pada Kesha?" tanya Flint.


"Tidak selama 7 bulan. Hanya baru ini. Bahkan aku tidak hanya menaruh curiga padanya, aku juga menaruh curiga padamu." jawab Julie.


Suasana di dalam ruangan itu menjadi tegang. Pasalnya mereka tidak pernah sekali pun berdebat karena urusan kantor sampai setegang ini.


"Apa yang kamu curigakan dariku? Aku sudah menjelaskan semuanya kepadamu. Dan kamu pikir, hanya kamu saja yang curiga? Aku juga curiga dengan kamu." tanya Flint.


"Lantas, apa yang membuat kamu curiga padaku? Aku juga sudah menjelaskan semuanya kepadamu." jawab Julie.


"Tidak mungkin kamu hanya ingin mengenal para desainer dengan CV itu." balas Flint.


Julie mengambil secarik kertas yang berada di atas mejanya. "Kalau kamu mengira aku hanya mencurigai Kesha, kamu lihat? Aku juga mencatat riwayat hidup desainer lain yang menurutku tidak berhubungan dengan posisi desainer." ucap Julie sambil menunjukkan kertas yang berisi tulisan tangannya.


"Tapi untuk apa kamu melakukan ini? Kamu merasa aku tidak becus mengurus tenaga kerja di sini?" tanya Flint.


"Bukannya ini juga perusahaanku? Aku juga memiliki hak penuh atas perusahaanku. Dan juga aku.." ucap Julie terpotong ketika Calvin memasuki ruangan.


Calvin bekerja dengan cepat. Dia memberikan hasil pencarian tentang Kesha. "Berikan padaku. Kamu boleh keluar." ucap Flint.


Calvin menyadari ketegangan yang menyelimuti ruangan itu. Tanpa basa basi lagi, dia segera keluar meninggalkan ruangan.


Flint melihat beberapa lembar kertas yang dibawa Calvin. Dia begitu terkejut ketika membaca kertas itu.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.