
Flint segera meninggalkan ruangan beserta para awak media yang masih ingin menyampaikan pertanyaan. Sesungguhnya mengadakan konferensi pers adakah hal yang paling dibenci Flint. Mengapa? Karena para awak media sering kali memberikan pertanyaan yang tidak pantas.
Emosinya menaik ketika mendengar pertanyaan tersebut. Sudah sering dia menuntut stasiun tv yang memperkerjakan wartawan seperti itu.
Sekarang Flint sedang merebahkan tubuhnya di kursi kerjanya. Sedangkan Calvin sedang duduk bersantai di sofa empuk Flint.
"Calvin, bantu aku carikan gedung yang cocok untuk pernikahanku." perintah Flint.
"Grand Emerson saja. Keinginan kalian makan di sana masih belum terwujud kan?"
"Grand Emerson belum cukup besar untuk menampung tamuku."
"Memangnya kamu ingin mengundang berapa banyak?"
"1000 mungkin. Atau lebih."
"Buset.. siapa saja????"
"Kamu tahu rekan kerja papa di Young Building sampai sekarang itu banyak sekali. Dari luar negeri maupun dalam negeri. Lalu teman teman kita, ah banyaklah. Carikan, gedung itu akan segera didekor."
"Kamu sudah mencari wedding organizer?"
"Belum. Kamu carikan juga. Aku dan Julie baru fitting busana. Oh ya, pesankan 1 jetku ke Maldives."
"Baiklah. Ada lagi?"
"Tidak. Untuk Young Airlines, diskusikanlah bersama papa. Itu projek papa dan aku tidak bersangkutan dengan itu."
Calvin meninggalkan ruangan. Flint menyalakan komputernya dan benar saja, sesuai dugaannya, banyak artikel artikel yang menjadi trending jika itu menyangkut dirinya. Para masyarakat bersyukur bahwa kenyataannya Flint dan Calvin selamat dari kecelakaan pesawat itu. Namun tidak sedikit, para wanita merasakan sakit hati karena Flint akan segera menikah.
Flint menjadi laki laki yang diidam idamkan para wanita. Dari wanita usia muda sampai usia lanjut, sangat mengidamkan Flint. Meskipun begitu, mereka bahagia jika pada akhirnya Flint sudah menemukan orang yang tepat untuk dirinya.
Baru saja Flint ingin memanggil Julie ke ruangannya, tetapi dia sadar bahwa Julie sudah tidak bekerja di Young Building lagi. Terpoteklah hati Flint. Waktu untuk bermesraannya semakin terkikis. Mereka hanya bisa berpacaran lewat chat saja.
Flint.
Jam 12 nanti kita makan siang ya.
Julie.
Iya.
Selepas itu Flint kembali bekerja. Dia mencetuskan hal hal baru yang akan membawa Young Building lebih maju lagi. Bukan Flint kalau otaknya tidak menghasilkan ide yang cemerlang. Banyak strategi yang Flint keluarkan namun saat dia masih menuliskan strategi itu di atas kertas.
Sebagai pemimpin, tentu segala resiko harus dihadapi Flint. Selain memikirkan strategi untuk membawa Young Building lebih maju, Flint juga memikirkan resiko resiko yang akan di terima nantinya. Tak terasa, lembar kertas itu menjadi penuh dengan tulisan Flint.
Walaupun terlihat jarang bekerja, namun Flint selalu bisa mengeluarkan ide ide cemerlang. Contohnya sekarang ini, otaknya baru saja memproduksi ide cemerlang yang akan membawa Young Building semakin maju.
Eh tunggu, bukannya seharusnya aku memikirkan pernikahanku? Baiklah sekarang aku memikirkan pernikahanku. Eh tapi apa yang harus kupikirkan? Gedung sudah dicari, busana sudah cocok, dekor tinggal menunggu gedung. Mungkin Tuhan menyuruhku untuk rileks sedikit. Baiklah sekarang aku akan rileks sedikit. OH TIDAK!!! MANA BISA RILEKS! Cincin pernikahan saja belum. Mau nikah pakai apa nanti. Ah tidak!
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.