
"Sebenarnya kamu sudah tertarik sama Audy ya?"
"Yang benar saja. Aku sama sekali tidak tertarik dengan siapapun."
"Baiklah kalau begitu."
"Eh cerita dong. Kenapa tiba tiba bisa menikah? Bukannya Julie tidak mau menikah dini?"
"Aku memberikan Gold Company ke papanya. Jadi masalah ekonomi mereka terpecahkan. Akhirnya dia mau menikah denganku."
"Aku kira kamu menghamilinya."
"Yang benar saja! Menyentuh saja tidak pernah!"
"Masa sih belum pernah menyentuh??"
Flint terdiam. Dia teringat momen saat Julie menginap di rumahnya.
"Tuh kan diam? Berarti pernah. Bagaimana rasanya??" kata Edgar.
"Kamu mau tahu? Sini mendekat."
Dengan polosnya Edgar pun mendekat.
"Makanya cari wanita."
"Masa aku cari wanita hanya untuk kusentuh sih?"
"Eh bukannya kamu sempat menetap di London? Memangnya tidak terbawa pengaruh dari London?"
"Tidak. Di sana aku hanya melatih masak. Tidak bergaul bebas."
"Baguslah. Bisa saja kamu stress memikirkan Kesha lalu kamu ikut ikutan deh."
"Tidaklah. Aku ada demo masak di dekat sini. Aku duluan ya."
"Eh kenapa cepat sekali?"
"Iya aku hanya mampir ke sini. Bye, Flint."
"Hati hati di jalan, Ed."
Flint melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan. Sudah 11.46.
Flint.
Aku menjemputmu.
Flint mengirim pesan untuk Julie lalu segera melajukan mobilnya ke Gold Company.
"Apa yang sudah dikerjakan hari ini?" tanya Flint yang menyambut kedatangan Julie ke dalam mobilnya.
"Ooohh. Iya kan perusahaan baru. Oh ya ini beberapa gedung dan dekor yang sudah dicarikan Calvin. Lihatlah."
"Aku lebih suka yang ini, yang ini juga bagus sih, ini aja deh."
"Yakin?"
"Iya. Kamu suka yang mana?"
"Apa saja yang kamu suka."
"He-eh."
Seperti biasa mereka makan siang bersama lalu setelah makan siang mereka mencari cincin pernikahan.
"Ini tempat yang kupesan cincin lamaran untukmu." kata Flint sesampainya di tempat itu.
"Kamu suka model cincin yang seperti apa?"
"Bagaimana yang ini?"
"Itu terlalu polos."
"Kan aku laki laki. Masa pakai cincin bermotif."
"Benar juga. Jadi kamu akan pakai cincin setiap hari?"
"Iya lah. Kan cincin pernikahan."
"Wahh ya sudah kalau begitu. Yang ini saja. Kalau aku yang ini. Gimana? Cocok ga?"
"Cocok kok."
———————————————————————
Tiba di hari dimana Flint dan Julie mengucap janji, janji yang digunakan sehidup semati, janji yang menyatukan 2 manusia yaitu janji pernikahan.
Flint yang sudah lebih dulu tiba di depan altar suci, menunggu kehadiran Julie. Pintu terbuka, Julie yang berjalan beririringan dengan Gio sebagai ayahnya, memegang setangkai bunga dan dengan gaun pengantin yang putih panjang.
"Dihadapan imam dan para saksi saya, Flintstern Young, menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa Julie Scarlette Gray yang hadir di sini mulai sekarang ini menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini.
"Dihadapan imam dan para saksi saya, Julie Scarlette Gray, menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa Flintstern Young yang hadir di sini mulai sekarang ini menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini.
Setelah mereka mengucap janji, Flint memasangkan cincin di jari manis Julie dan diikuti Julie. Mereka berciuman mesra sebagai tanda sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.