
"Woah hebat sekali kamu, saham Young Scarlette hanya turun 0,3%." kata Flint.
"Apa ini ulah Kesha?" tanya Edgar.
"Tentu." jawab Flint.
"Mana? Kesha bilang ingin membuat artikel tentang aku yang membunuh kameramennya. Kok tidak ada? Sudah aku refresh terus tetapi masih tidak ada." ucap Julie.
Julie dan Flint saling bertatap-tatapan. "Jangan-jangan.." mereka berucap bersamaan.
"Jangan-jangan apa?" tanya Edgar.
"Apa kamu satu pikiran denganku?" tanya Julie kepada Flint.
"Memangnya apa yang kamu pikirkan?" tanya Flint.
"Kesha akan membongkarnya di konferensi pers nanti." jawab Julie.
"Itu juga yang aku pikirkan. Jadi apa yang akan kamu lakukan?" kata Flint.
"Tidak akan melakukan apa-apa." jawab Julie.
"Hah?" ucap Flint.
"Iya." kata Julie.
"Konferensi pers akan dimulai 5 menit lagi." kata Calvin yang tiba-tiba masuk.
"Baiklah. Ayo kita ke auditorium sekarang. Ed, apa kamu akan ikut?" kata Julie.
"Ikut saja, ada Calvin yang akan menemanimu." kata Flint.
"Baiklah." jawab Edgar.
Flint, Julie, Edgar, dan Calvin berjalan bersama menuju ruang auditorium. Sebelum naik ke atas panggung, Flint meminta Calvin untuk memanggil Kesha. "Panggil Kesha, kalau dia tidak datang ke sini, dia akan tahu akibatnya." ucap Flint.
"OK." balas Calvin.
Flint dan Julie duduk di kursi yang telah disediakan di atas panggung. Seluruh media tidak henti-hentinya memotret. Trett trett treretrett ckrek!
"Selamat pagi semua.
Saya dan istri saya di sini ingin meluruskan kembali berita yang telah beredar mengenai diri saya.
Yang pertama, saya, Flintstern Young tidak memiliki wanita simpanan atau selingkuhan atau kekasih gelap dan apapun itu."
"Bagaimana tentang foto yang beredar? Bisakah Anda menjelaskannya?" kata salah satu wartawan.
"Ada orang yang lebih pantas untuk menjelaskannya." balas Flint.
Kesha pun naik ke atas panggung. "Selamat pagi semua, maaf telah meresahkan kalian semua. Sayalah orang yang berada di dalam foto itu. Saya bukan wanita simpanan seperti yang kalian maksud.
Saat itu, saya tidak sengaja jatuh dan tertangkap kamera." ucap Kesha.
"Dan orang yang memotret itu tidak lain adalah fotografer sewaan nona ini." ucap Flint.
Tret tretrettret. Ckrek! Trett tretetrett. "Apa bukti yang mendasari pernyataan Anda?" tanya salah satu wartawan.
"Mungkin nona ini akan menjawabnya." ucap Flint.
"Ya, fotografer tersebut adalah teman saya. Dan dia sekarang sudah meninggal karena kecelakaan. Dalang dari kecelakaan ini tidak lain adalah istri dari Flintstern Young." ucap Kesha.
Tret tretrettret. Ckrek! Trett tretetrett. "Hah? Istrinya Flintstern Young seorang pembunuh?"
"Itu istrinya kan yang duduk di sampingnya?"
"Tidak malu sekali menampilkan wajahnya." para wartawan bergosip.
"Apakah benar yang diucapkan nona itu? Tolong berikan tanggapan Anda." ucap salah satu wartawan.
"Apa nona ini memiliki bukti kalau saya yang membunuh teman Anda?" tanya Julie untuk Kesha.
"Mereka takut kalau teman saya akan menyebarkan foto itu. Karena beredarnya foto itu bisa menyebabkan kerugian di perusahaannya, maka dari itu mereka berusaha menghentikan teman saya." jawab Kesha.
"Yang saya tanyakan adalah, apa Anda punya bukti kalau saya yang membunuh?" tanya Julie.
Kesha terdiam.
"Ini pasti ulahmu!" ucap Kesha.
"Saya ingin bertanya pada para media. Dari mana Anda mendapatkan bahan untuk menulis artikel ini? Mungkin salah satu dari kalian tahu jawabannya, nona inilah yang sudah menyebarluaskan foto itu padahal bukannya tadi kita semua dengar kalau nona ini bilang tidak sengaja? 'Mengapa Anda menyuruh teman Anda untuk memotret foto itu padahal itu tidak disengaja.
Bukannya itu yang harus kalian tanyakan?" ucap Julie kepada media.
Para media terdiam.
"Mengapa Anda menyuruh teman Anda untuk memotret foto itu padahal itu tidak disengaja?" tanya salah satu wartawan.
Kesha terdiam.
"Tidak lain dan tidak bukan adalah ingin menjatuhkan nama suami saya, Flinstern Young. Benar begitu, nona Kesha?" ucap Julie.
Kesha masih terdiam.
"Diammu itu akan kuanggap benar. Mungkin untuk artikel, berita yang beredar di masyarakat saat ini sudah jelas kalau suami saya, Flintstern Young tidak berselingkuh dengan nona ini. Nona ini hanya ingin menjatuhkan nama suami saya.
Karena nona ini yang sudah mengeluarkan pernyataan tentang pembunuhan, silahkan tanyakan sampai kalian merasa jelas ke nona ini." ucap Julie.
"Terima kasih atas kesediaan kalian semua untuk hadir di sini. Saran saya, semoga kalian semua lebih berkualitas lagi dalam memberikan pertanyaan." ucap Flint.
Flint dan Julie pun turun dari panggung meninggalkan Kesha. Sementara para media masih mencerca Kesha dengan banyak pertanyaan.
"Apa yang mendasari pernyataan Anda kalau teman Anda meninggal karena mereka?"
"Apa Anda memiliki bukti? Tolong perlihatkan buktinya."
"Kenapa Anda ingin menjatuhkan nama mereka?"
"Tolong berikan jawaban Anda."
Kesha merasa pusing dengan pertanyaan wartawan dan sinar flash dari kamera. Dia segera keluar meninggalkan ruang auditorium. Para media juga dipersilahkan keluar oleh tim keamanan.
"Kesha?" panggil Edgar.
Kesha menengok. "Menengok rupanya. Aku pikir kamu bukan Kesha lagi." kata Edgar.
"Ada apa?" tanya Kesha.
"Lihatlah Flint. Dalam lima tahun, Flint dia sudah berhasil membawa Young Building ke peringkat 2 terbaik se-Asia, berhasil mendirikan 2 perusahaan lain, 1 rumah sakit, menikah, memiliki anak." kata Edgar.
"Lalu?" tanya Kesha.
"Lima tahun berada di Paris, bahkan kamu tidak lebih baik darinya. Apa kehidupanmu tidak bahagia saat berada di Paris?" kata Edgar.
"Bukan urusanmu." ucap Kesha.
"Tapi bukannya aku sudah bilang, pilihlah yang akan membuatmu bahagia. Kamu memilih Paris, bukannya seharusnya kamu bahagia dengan pilihanmu?" tanya Edgar.
"Aku tidak punya waktu untuk berbicara denganmu." ucap Kesha lalu melangkah pergi.
Edgar menarik tangan Kesha. "Kamu tahu Julie bukan orang yang tepat untuk menjadi lawanmu. Lagi pula Flint juga tidak akan tinggal diam, begitu juga denganku. Berhenti sajalah." ucap Edgar.
Kesha melepaskan tangan Edgar lalu melangkah pergi.
Sementara itu,
"Huh kalau tahu ada konferensi pers hari ini, aku akan make up yang cantik, menata rambutku lalu memakai baju kantor yang bagus." ucap Julie.
"Tapi kamu sudah cantik kok." kata Flint.
"Alah kamu mah selalu bilang seperti itu." ucap Julie.
"Karena memang itu yang kulihat." kata Flint.
"Hari ini aku memakai sepatu heels 5 cm." ucap Julie.
"Oh ini sepatu yang aku belikan ya?" tanya Flint.
"Iya. Jangan sampai sepatu yang kamu belikan untukku, akan mendarat sempurna di wajahmu." ucap Julie.
"OK, chill babe. Eh bagaimana ya nasib Kesha di sana?" tanya Flint.
"Tidak tahu. Tidak peduli." jawab Julie.
Calvin pun masuk ke ruangan mereka. "Konferensi pers telah berakhir. Kesha meninggalkan ruangan, para media sudah dipersilahkan keluar oleh tim keamanan." kata Calvin.
"Oh begitu. Oh ya Edgar. Mana Edgar?" tanya Flint.
"Dia sedang berbicara dengan Kesha. Aku diminta kembali terlebih dahulu." jawab Calvin.
"Oh baiklah. Istirahatlah kamu." ucap Flint.
"Baik. Aku keluar." pamit Calvin.
"Apalagi yang Edgar bicarakan ke Kesha?" tanya Flint ke Julie.
"Tidak tahu." jawab Julie.
Edgar masuk ke ruangan mereka. "Hey, kata Calvin kamu berbicara dengan Kesha? Apa yang kamu bicarakan?" tanya Flint.
"Aku memastikan apa dia masih Kesha atau bukan. Lalu aku menanyakan kehidupannya di Paris. Terakhir aku menyuruhnya berhenti." jawab Edgar.
"Kehidupannya di Paris sangat menderita. Aku yakin itu." sambung Edgar.
"Kehidupannya menderita kenapa dia seolah-olah marah kepadaku?" ucap Flint.
"Dia pasti akan melakukan hal aneh lagi kan?" tanya Julie.
"Pasti. Oh ya, datanglah ke bar Drunker malam ini. Teman SMA kita akan ngumpul di sana." ucap Edgar kepada Flint.
"Baiklah." kata Flint.
"Aku pergi, bye. Jangan lupa datang." pamit Edgar.
"Iya, hati-hati."
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.