When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Di Dalam Lift



Setelah berlama lama di dalam ruangan Flint, Julie kembali ke ruangannya karena dirasa sudah cukup waktunya untuk bersantai. Perjalanan Julie untuk mencapai ke ruangannya tidak sebentar. Itulah yang dia lakukan setiap harinya. Hmm, tidak. Dia melakukan itu setiap Flint memanggilnya. Lelah sekali bukan?


Siang itu, ada yang berbeda dalam perjalanan Julie. Dia merasa seluruh karyawan/karyawati yang berada di luar ruangan sedang melihati dirinya yang sedang berjalan. Bahkan mulut mereka terlihat sedang komat kamit membisikkan sesuatu kepada rekannya.


Julie memasuki lift. Dimana lift tersebut sudah penuh, dan terlihat orang yang di dalamnya sulit untuk bergerak. Beruntungnya Julie, dia bisa memasuki lift tanpa ada peringatan full. Karena lift tersebut sudah penuh dengan orang sebelum dirinya masuk, Julie berdiri di depan persis pintu lift itu.


Orang orang yang berada di belakangnya juga melakukan hal yang sama saat Julie berjalan melintasi lobi utama menuju lift. Orang orang sedang berbisik bisik dengan kawanannya. Ada apa hari ini? Mengapa semua orang yang kutemui selalu saja berbisik bisik? ucap Julie di dalam hatinya.


Namun sempat terdengar beberapa kalimat oleh Julie. Walaupun sudah berbisik bisik, entah kenapa kalimat yang diucapkan itu bisa sampai ke telinga Julie.


"Ini nih orang yang sedang banyak dibicarakan."


"Benarkah? ini orangnya?"


"Kira kira trik apa ya yang dia lakukan untuk menggoda Sir Flint?"


"Hebat sekali ya dia. Dia tidak hanya bisa masuk ke perusahaan ini dengan mudah, tetapi dia mendapat perlakuan khusus dari Sir Flint."


"Aku pernah melihatnya turun dari mobil bersama Sir Flint."


"Wah wah wah. Bukankah dia terlihat seperti wanita penggoda?"


Tinggg. Suara yang menandakan bahwa lift sudah sampai tujuan. Pintu lift pun terbuka dan Julie keluar dari sana. Sebenarnya, Julie bertuju ke ruangannya yang berada di lantai 11 namun saat lift sampai di lantai 8, Julie keluar. Dari kalimat kalimat yang didengar olehnya tadi mampu membuat dirinya menjadi down.


Mengapa tidak. Kalimat yang didengar olehnya merupakan kalimat buruk dan sudah pasti ditujukan untuk dirinya. Tidak salah juga banyak orang membicarakan dirinya, karena tidak ada yang tahu hubungan mereka selain Calvin di perusahaan ini.


Setibanya Julie di lantai 8, dia bingung harus berbuat apa. Karena di lantai 8 merupakan lantai kosong. Tidak ada yang bekerja di sana, karena memang banyak lantai yang sudah Flint tutup akibat kebanyakan karyawan. Dan lantai 8 merupakan salah satunya. Julie hanya berjalan lurus sejak keluar dari lift.


Suasana di lantai 8 gelap, karena tidak ada aktivitas maka listrik dipadamkan. Namun beruntungnya karena masih siang, agak sedikit terang karena cahaya matahari. Julie menemukan jendela di sisi lantai 8 itu karena model bangunan perusahaan itu selalu ada jendela di setiap pinggir lantai.


Jendela yang besar, memperlihatkan jalan lalu lintas, mobil dan motor yang berlalu lalang, sejumlah bangunan tinggi. Itulah yang sedang dilihat oleh Julie selama sekian menit sampai dia tersadar karena bunyi notifikasi dari ponselnya itu


Flint.


Aku sudah menemukan tempat yang cocok untuk kita makan siang di luar nanti.


Flint.


Bersiaplah, sebentar lagi jam makan siang.


Julie melihat pesan Flint hanya dari notifikasi, dia tidak membukanya karena yang dibutuhkan dirinya saat ini adalah bersendiri. Sampai jam makan siang pun tiba, dia masih tetap tidak memberi kabar atau sepatah 2 patah kata untuk Flint sedangkan Flint sudah berada di parkiran mobil menunggu Julie.