
"Kalau sudah masuk dunia bisnis, pasti akan ada orang-orang seperti itu. Orang-orang yang akan melukai keluarga Julie." jawab Key.
"Kasihan Julie. Dia sangat terpukul sekali. Oh ya, si Flint juga. Bisa-bisanya dia datang. Padahal jarak Bekasih ke sini kan membutuhkan waktu lebih dari 2 jam." kata Sara.
"Kamu kayak tidak tahu saja anakmu seperti apa. Dia akan dengan cepatnya datang ke sini kalau terjadi sesuatu pada Julie dan anaknya." jawab Key.
————————————————————
"Sudah tidak usah dipikirkan lagi. Pikirkan kesembuhan Luke saja." kata Flint sambil memegang tangan Julie dan tangan satunya lagi memegang setir mobil.
Sesampainya di rumah, Flint segera membawa Julie ke kamar. "Maaf kalau sudah merepotkan kalian malam-malam. Aku dan Julie akan ke kamar sekarang. Kalian beristirahatlah. Selamat malam." ucap Flint kepada kedua orang tuanya.
"Kamu beristirahatlah. Aku yang akan memberi obat untuk Luke." kata Flint saat sudah sampai di kamarnya.
Julie duduk di ranjang. Kedua tangannya memegangi kepalanya. Dia benar benar menyesali kejadian barusan yang dialami Luke.
"Susu Luke, di mana?" tanya Flint.
"Di kulkas bawah, biar aku saja yang mengambilnya." jawab Julie dengan tegarnya.
Julie ke bawah untuk mengambil susu dan naik lagi ke kamar. "Kata apotekernya, obat ini dicampur ke dalam susu." ucap Flint.
"Sini biar aku saja." kata Julie.
Julie pun mengambil obat di tangan Flint dan mencampurkan ke dalam susu Luke. "Kamu mandilah. Habis kamu mandi, aku mau memandikan Luke." ucap Julie.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Flint.
"Yang sakit itu Luke, bukan itu." jawab Julie.
"Umm, baiklah." kata Flint.
Tanpa basa-basi lagi, Flint segera masuk ke dalam kamar mandi sementara Julie masih menyusui Luke.
20 menit berlalu, Flint keluar dari kamar mandi. "Air mandi Luke sudah aku siapkan. Sini aku yang mandikan saja." kata Flint.
"Kamu pasti lelah kan, Flint? Lebih baik kamu beristirahat saja. Seharian ini aku hanya bengong saja." ucap Julie.
"Kamu jangan memaksakan dirimu. Nanti kalau kamu sakit juga bagaimana? Aku tahu kamu sedang lemas sekarang." kata Flint lalu mulai menggendong Luke.
"Besok kita akan menemui Kesha. Lebih baik persiapkan tenagamu untuk besok. Urusan Luke biar aku saja, hanya memandikannya saja kan?" sambung Flint.
Julie mengangguk. Flint memandikan Luke sementara Julie berbaring di atas ranjang. Tubuhnya benar-benar remuk seakan lelah bekerja seharian. Tidak lama kemudian Julie berhasil terlelap.
Setelah memandikan Luke, Flint melihat istrinya sudah tertidur nyenyak. "Mama sudah tidur.. Luke juga habis ini tidur ya.. jangan rewel. OK?" ucap Flint sambil memakaikan pakaian Luke.
"Cepat sembuh sayang.." Cup. Flint menepuk-nepuk bok*ng Luke agar dia tertidur. Sekarang Luke sudah tidur di ranjang bersama mereka.
Setelah itu Flint naik ke ranjangnya dan berbaring di samping istrinya. Flint menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu.
Cup. Dikecuplah kening istrinya itu. "Kamu harus kuat Julie. Kamu sumber kekuatanku dan Luke. Oleh karena itu, kamu harus kuat." kata Flint.
"Tidurlah yang nyenyak. Lupakan semua hal yang pernah terjadi. Penuhkan energimu untuk menghadapi hari esok." sambung Flint.
"Terima kasih sudah bertahan bersamaku sampai saat ini. Aku mencintaimu selalu, Julie." ucap Flint.
Flint pun lalu memejamkan matanya. Mereka bertiga terlelap bersama. Sampai di pagi hari, bukan alarm lagi yang membangunkan mereka. Tetapi Luke yang suka memainkan pipi mereka di pagi hari. "Eh? Anak mama sudah bangun? Luke bangun pertama lagi? Bagaimana Luke? Sudah sembuh belum? Coba sini mama liat kulitnya. Eh? Sudah tidak ada? Sudah hilang ya Luke? Berarti sudah sembuh ya Luke." tanya Julie.
"Sudah dong ma." jawab Flint.
Cup. "Good morning, sayang." ucap Flint.
"Luke juga mau dicium? Kayak mama? Iya?" kata Flint kepada Luke.
Cup. "Good morning anak papa." sambung Flint.
"Bersiap-siaplah. Kita akan ke tempat Kesha." kata Flint kepada Julie.
"Kamu mandi duluan gih. Aku mau mengambil susu untuk Luke." kata Julie.
Julie pun turun ke bawah untuk mengambil susu Luke dan kembali ke kamar. "Ini obatnya Luke diminum lagi tidak ya, Flint? Bercak kuningnya sudah tidak ada." tanya Julie.
"Minum saja. Nanti takutnya kumat lagi." jawab Flint.
"OK." Julie pun membuka tutup botol susu untuk memasukkan obat, namun baru saja tutup botol terbuka, Julie langsung menaruh botol dan berlari ke dalam kamar mandi.
"Hooeeeekkk..!!! Hoooekkk!! Hooeeekkkk!!"
Flint yang sedang bermain dengan Luke di ranjang pun spontan menghampiri Julie ke kamar mandi. "Hoeeekkkk!!"
"Cium bau susunya Luke jadi mual." jawab Julie.
"Ke rumah sakit ya?" tanya Flint.
"Tidak usah." jawab Julie.
"Kalau begitu minta Bi Nola untuk kerokin ya?" tanya Flint.
"Hooeeekkkkk!!"
"Ke rumah sakit saja deh Julie. Kamu membuatku kawatir." kata Flint.
Julie memegang dadanya, menarik napas panjang, menelan ludah.
"Ke rumah sakit ya?" tanya Flint.
"Itu kasih susunya Luke dulu. Tutupnya masih terbuka." jawab Julie mengalihkan.
Flint pun menurut, dia memasukkan obat ke dalam susu Luke dan memberikan susunya kepada Luke.
"Luke sembuh malah kamu yang sakit.. Kamu tuh tidak boleh sakit. Kalau kamu sakit, siapa yang mengurus aku dan Luke?" oceh Flint.
"Sudah deh mending kamu mandi saja sana." kata Julie.
"Kalau sakit jangan dibiarkan." ucap Flint.
"Iya bawel. Mandi sana." kata Julie.
Flint masuk ke kamar mandi lalu Julie ke bawah menemui Bi Nola.
"Bi, boleh minta tolong beliin aku testpack? Ini uangnya." kata Julie.
"Waah Nya, isi lagi?" tanya Bi Nola.
"Belum tahu nih. Sudah muntah-muntah sih. Belum menstruasi juga." jawab Julie.
"Waah.. iya Nya. Bibi beliin dulu ya." kata Bi Nola.
"Iya, terima kasih ya Bi." Julie pun kembali ke kamarnya, menemani Luke yang sedang menyusu.
"Luke.. mau punya adik tidak?"
"Nanti Luke jadi kakak. Mau kan?"
"Kalau mau, Luke mau punya adik cewek atau cowok?"
"Terus maunya punya berapa adik?"
"Mama sih pengennya jangan dulu sekarang. Soalnya mama lagi ada masalah berat nih Luke.. mama tidak mau kalau nanti berpengaruh ke dedenya di dalam." celoteh Julie kepada Luke.
Tok tok tok. "Ini Nya testpack nya. Semoga positif ya, Nya. Biar rumah semakin rame." kata Bi Nola.
"Hahahahah terima kasih ya Bi." ucap Julie.
Julie menutup pintu kamarnya dan bersamaan dengan Flint yang baru saja keluar dari kamar mandi. Julie pun menyembunyikan testpack nya ke belakang.
"Apa yang kamu pegang di belakang itu?" tanya Flint.
"Tidak. Aku mandi dulu." jawab Julie lalu berlari ke dalam kamar mandi.
Buru buru Julie membuka bungkus testpack itu. Tanpa pikir panjang, Julie mengambil gelas yang digunakan Flint untuk kumur-kumur itu menjadi wadah tempat menampung air maninya.
"Apapun hasilnya, aku harus tetap bersyukur." ucap Julie pelan.
Sambil menunggu hasil, Julie tidak bisa tenang. Dia mondar-mandir di dalam kamar mandi yang luas itu.
Kalau positif? Tidak apa-apa tapi sekarang ini aku sedang ada masalah. Kalau negatif mungkin aku dan terutama Flint akan sedih. Baiklah, apapun itu hasilnya, aku harus menerimanya. Positif atau negatif aku harus tetap bersyukur. batin Julie.
Julie pun melihat testpack nya. Ketika melihat hasil testpack nya, Julie menjerit keras.
"Ada apa Julie?" Flint menggedor-gedor pintu kamar mandi ketika mendengar Julie menjerit dari dalam.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.