
"Apapun keadaannya, kita harus tetap bersama, OK?" kata Julie.
Flint mengangguk.
Dokter pun keluar dari ruang operasi. "Operasi berjalan dengan lancar. Janin yang sudah mati telah kami angkat. Pasien masih dalam pengaruh obat bius dan akan segera dipindahkan ke ruang inap." kata dokter.
"Baiklah." ucap Flint.
Julie dan Flint mendatangi ruang inap Kesha. Kesha berada di ruang VIP yang isinya hanya dirinya saja. Flint sengaja merelakan 1 ruang VIP untuk Kesha walaupun dia tahu Kesha tidak bisa membayar biaya rumah sakitnya.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Julie.
"Kamu masih berani menanyakan hal itu? Kamu yang membuat aku keguguran!" jawab Kesha.
"Bukannya lebih bagus kalau kamu keguguran? Kamu tidak perlu datang ke rumah sakit setiap bulannya, tidak perlu mengeluarkan uang untuk check-up per bulannya, tidak menerima gunjingan orang-orang karena kamu hamil tanpa bersuami. Bukannya itu jauh lebih bagus?" ucap Julie.
"B*rengsek! Kamu pasti sekarang merasa menang kan dariku?!" bentak Kesha.
"Bersyukurlah kamu bisa menjalani perawatan dengan kelas VIP di sini. Anak itu bukan anak Flint, tetapi dia peduli seolah-olah itu anak Flint." ucap Julie.
"Kenapa kalian menolongku? Kenapa kalian tidak membiarkan aku mati saja?! Kenapa??" bentak Kesha.
"Bukannya kamu yang meminta pertolongan kita? Lagi pula aku ingin melihatmu menjalani hidup yang menderita sampai-sampai kamu rasanya ingin mati saja." ucap Julie.
"B*rengsek! Tidak puaskah kamu melihatku sekarang? Ini semua karena dirimu!" bentak Kesha.
"Hmm Kesha, sepertinya kamu harus tahu kalau aku ini orangnya tidak gampang puas dengan hal-hal kecil." ucap Julie.
"Dasar wanita jahat. Yang sebenarnya ular itu kamu! Kamu tidak berperasaan! Bagaimana kalau kamu yang keguguran? Mulutmu tidak akan mampu mengucapkan hal-hal tadi!" bentak Kesha.
"Kalau aku di posisimu, aku akan senang. Aku akan senang kalau aku keguguran. Kenapa? Karena aku tidak ingin anakku merasakan penderitaan yang sama sepertiku. Lebih baik dia mati saja sebelum merasakan penderitaan." ucap Julie.
"Dasar b*rengsek! Beraninya mulutmu mengeluarkan kata jahat seperti itu! Anakmu keracunan saja kamu sudah merasa hancur, bagaimana kalau anakmu mati?" kata Kesha.
"Sekarang ini aku sangat ingin menamparmu. Tapi tidak kulakukan karena kamu sudah sering mendapat tamparan keras di hidupmu. Begini saja, aku dan Flint sudah tahu kalau anak yang di dalam perutmu itu bukan anak Flint, dan kita sudah memiliki buktinya. Akhiri saja permainanmu yang bodoh itu." ucap Julie.
"Hey b*rengsek! Kamu juga sudah menghilangkan nyawa anakku!" bentak Kesha.
"Aku hanya ingin melukaimu. Aku hanya menjambakmu, yang terjatuh siapa? Kamu tidak bisa menyalahkanku. Karena aku sama sekali tidak melukai anakmu, aku hanya melukai kamu. Lagi pula rahimmu tidak cukup kuat untuk menampung janin karena pil KB yang selama ini kamu konsumsi!" ucap Julie.
"Kalau kamu tidak menjambakku, aku tidak akan terjatuh! Aku tidak mungkin keguguran, bodoh!" bentak Kesha.
"Lakukanlah apa yang kamu mau. Pengacaraku sudah siap ikut ambil bagian dalam hal ini." ucap Julie.
"Kamu pikir hanya kamu yang bisa main hukum?!" kata Kesha.
"Aku sedang tidak bermain hukum padahal banyak sekali hal yang bisa membawamu ke penjara. Kamu tahu kenapa? Karena kalau melihatmu di penjara, aku tidak akan puas. Aku lebih puas kamu menderita sampai kamu ingin mati saja. Jadi itulah mengapa aku memilih untuk tidak menyeretmu ke penjara." ucap Julie.
"Lagi pula, aku juga lebih puas mengalahkanmu dengan kehebatanku sendiri, tidak dengan bantuan hukum." sambung Julie
"Lalu kamu pikir aku tidak bisa memenjarakanmu?" balas Kesha.
"Kamu pikir kamu bisa menghentikanku begitu saja?! Kamu pikir aku akan diam atas semua yang telah kamu lakukan padaku?! Menewaskan Tino dan anakku. Kamu pikir aku akan diam saja, hah?!" kata Kesha.
"Lalu kamu pikir aku akan diam saja saat kamu meracuni anakku? Kamu pikir aku akan diam saja saat kamu merebut suamiku dan perusahaannya?" balas Julie.
Flashback on.
"Oh ya, sejak kamu pergi dari apartemen itu, aku belum membuka tasmu. Apa Kesha mengambil berkas palsu itu?" tanya Julie.
"Dia mengambilnya. Saat aku pura-pura tidur di kamar, aku mengintip mengambil semua berkas palsu itu dan hanya menyisakan kertas-kertas tidak penting." jawab Flint.
"Bagus. Dia sudah mengambil umpannya." kata Julie.
Flashback off.
"Kamu ke manakan aset perusahaanku?" tanya Flint kepada Kesha.
"Kamu menanyakan itu kepadaku, memangnya kamu pikir aku akan menjawabnya?" kata Kesha.
"Dasar b*rengsek! Beraninya kau!" Flint berpura-pura ingin mencekik Kesha, sedangkan Julie berpura-pura menahannya.
"Jangan gunakan tangan hebatmu itu untuk menyakiti dia. Gunakan tangan hebatmu untuk membunuh dia secara perlahan." ucap Julie kepada Flint.
"Terserah mau kamu apakan aset perusahaan itu. Yang jelas perusahaan itu tidak akan berpindah dari tangan Flint, dan kita tidak akan hancur hanya karena aset perusahaan itu." kata Julie kepada Kesha.
"Sombong sekali kamu. Tanpa perusahaan itu, kalian tidak akan hidup makmur sekarang! Jelas suamimu sendiri yang bilang kalau aset perusahaan itu sangat penting! Dia tidak ada apa-apanya tanpa aset perusahaan itu!" ucap Kesha.
"Masa iya aku sekarang memperlihatkan ketakutanku di hadapanmu? Kamu tahu sendiri betapa takutnya seorang pengusaha ketika aset perusahaannya diambil orang. Mana mungkin aku memperlihatkan ketakutanku di hadapanmu, Kesha. Berpikirlah." balas Julie.
"Secara tidak langsung kamu sekarang sedang menunjukkan ketakutanmu, tahu?" kata Kesha.
"Cepatlah pulih. Aku tidak sabar menanti apa yang akan kamu lakukan untukku." balas Julie.
Julie dan Flint berjalan ke pintu untuk keluar. Lalu Julie berhenti dan berbalik. "Jangan lupa pikirkan untuk membayar biaya rumah sakit ini. Karena tidak ada yang gratis di dunia ini." ucap Julie dan dia benar benar pergi dari ruangan itu.
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Flint.
"Sudah kubilang, aku tidak akan bisa menentukan apa yang harus aku lakukan kalau dia tidak berbuat sesuatu. Apa yang akan aku lakukan itu bergantung dengan apa yang dia perbuat padaku." jawab Julie.
"Tapi apakah kamu tidak memiliki rencana satupun untuk berjaga-jaga saat dia melakukan sesuatu untukmu?" tanya Flint.
"Tidak. Rencana itu sia-sia. Yang dadakan lebih manjur." jawab Julie
"Gosh, aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu." kata Flint.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.