When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Kesha Berkunjung ke Penjara



Episode sebelumnya ...


"Ssttt. Jangan keras-keras. Dia itu yang menyebabkan semua ini terjadi. Flint dan Julie masuk penjara karena dia." ucap Edgar.


"Kamu tahu dari mana?" tanya Key.


"Tentu Flint dan Julie sendiri yang menceritakan semuanya padaku." jawab Edgar.


"Baiklah, kita harus menghampiri dia!" ucap Key.


"Eh tunggu! Jangan dulu. Flint hanya menyuruh kita mengamati saja." kata Edgar.


"Lalu kita harus diam saja gitu?" tanya Key.


"Dia bekerja di Young Scarlette sebagai asisten desainer. Coba om pikirkan, kenapa asisten desainer bisa berada di Young Corporation yang merupakan pusat dari semua perusahaan?" jawab Edgar.


Key membulatkan matanya. "Akses mana yang dia gunakan untuk masuk ke gedung ini?" tanya Key.


"Mencurigakan bukan? Apalagi dia sekarang berada di lantai ruangan rapat. Sehebat apa aksesnya itu?" balas Edgar.


"Baiklah, Edgar. Kita harua memata-matai dia!" kata Key.


Episode 231 : Kesha Berkunjung ke Penjara.


Ah kenapa rapatnya lama sekali? Apa Benji tua itu sudah mendapatkan kekuasaan sepenuhnya? Mungkin.. sekarang dia sedang menertibkan kebijakan baru.. Ah baiklah.. Untuk apa aku tunggu. Lebib baik aku menyaksikan wajah ekspresi kekalahan Flint dan Julie. Hahahahah.. batin Kesha.


Kesha segera pergi dari gedung Young Corporation menuju ke tempat Flint dan Julie ditahan.


"Bapak Flint, ibu Julie, ada yang ingin bertemu dengan kalian lagi." kata salah seorang penjaga tahanan.


"Cepat sekali mereka bekerja." ucap Flint.


"Ayo, cepatlah." kata Julie.


Ternyata orang yang menemui mereka bukan keluarga mereka, melainkan Kesha si wanita busuk yang membuat mereka harus mendekam di penjara.


"Bagaimana kabar kalian? Ini masih 5 jam kalian berada di dalam penjara. Kenapa muka kalian sudah mengkerut begitu? Hahahahah..!!" kata Kesha.


"Rupanya kamu yang berkunjung ke sini." ucap Julie


"Iya, aku ke sini ingin melihat wajah kalian yang kusut itu karena kalah dariku. Hahahahah..!!" kata Kesha.


"Tertawalah sekeras mungkin. Sampai pita suaramu putus atau perut bekas operasimu sakit." ucap Flint.


"Hey aku datang ke sini mengunjungi kalian, menanyakan kabar kalian. Kenapa kalian bicara ketus sekali padaku? Kalian belum menjawab pertanyaanku. Bagaimana kabar kalian?" tanya Kesha.


"Kabar kita sungguh amat baik. Mungkin karena kita orang hebat di negara ini, kita diberikan makanan yang rasanya seperti restoran bintang lima, tempat kami dipenjara pun ada AC, ada ranjang yang empuk sama seperti hotel bintang lima." jawab Julie.


"Tapi ingatlah, di sini bukan hotel bintang lima, dan kalian bukan pengunjung tetapi kalian adalah narapidana." kata Kesha.


"Belum ada ketuk palu secara resmi kalau kita akan menerima hukuman penjara. Kita belum menghadiri persidangan, jadi kita bukan narapidana." balas Julie.


"Jadi kalian menyebut diri kalian sendiri apa? Tahanan? Hahahaha..!!" kata Kesha.


"Ya, benar. Perkataanmu benar. Kita ini sekarang adalah tahanan. Tapi tidakkah kamu takut kalau kamu yang menggantikan kita di sini? Kita berlomba saja. Siapa yang keluar dari penjara lebih cepat. Kita.. atau kamu?' balas Julie.


"Wohohohoho.. kenapa kalian optimis sekali kalau kalian akan keluar dari penjara dan aku akan dipenjara?" tanya Kesha.


"Usb. Kamu tidak ingat?" balas Julie.


"Begitu jaksa menemukan usb itu dan membuka isinya, tamat sudah riwayatmu, Kesha. Kira-kira berapa tahun hukuman yang akan dia dapat ya Julie?" kata Flint.


"Mungkin paling sedikit 25 tahun penjara. Atau.. hukuman mati?" ucap Julie.


"Wah bisa jadi. Apalagi dia tidak akan mampu membayar pengacara yang hebat!" balas Flint.


"Kita lihat saja. Siapa yang akan berakhir di penjara? Aku? Atau kalian?" kata Kesha.


"Sepertinya kamu tidak membutuhkan Flint lagi, Kesha. Bukankah sebelumnya kamu ingin mendapatkan Flint agar taraf hidupmu maju?" tanya Julie.


"Untuk apa sekarang aku membutuhkan Flint lagi? Dia sudah jatuh miskin sekarang. Sudah tidak memiliki kekuasaan, apalagi uang. Hahahaha..!!" jawab Kesha.


"Benarkah?" tanya Julie.


"Iya. Sebaiknya kamu ceraikan saja suamimu yang sudah jatuh miskin itu. Lalu ikuti caraku untuk menjadi kaya." jawab Kesha.


"Iyakah? Haruskah aku menceraikan suamiku? Lalu mencari laki-laki lain yang lebih kaya?" kata Julie. Flint pun sakit hati mendengar ucapan Julie. Hatinya tergores, ternyata istri yang dia cintai tidak mau berjuang bersama dengannya.


"Iya sebaiknya begitu." ucap Kesha.


"Tapi kamu tahu Kesha? Kesetiaan itu mahal. Tidak ada harganya. Uang bisa didapatkan dari mana saja, tapi kesetiaan? Sulit sekali untuk mendapatkannya." kata Julie.


"Terserah padamu saja. Aku sudah memberitahumu. Kamu tidak mau mengikuti ya terserah." balas Kesha lalu berdiri.


"Kamu juga harus tahu Kesha. Hidup dalam kesetiaan itu sangat membahagiakan. Lihatlah dirimu, tidak ada yang kamu setiakan, makanya kamu tidak bahagia." kata Julie.


"Ya setia saja pada suamimu itu. Setia dengannya hidup di penjara, apa kalian akan bahagia? Tidak." balas Kesha.


Kesha segera keluar dari ruangan itu dan hendak pergi meninggalkan kantor polisi. Namun ada segerombolan orang berpakaian rapi dengan jas hitam, kemeja putih dan dasi hitam menghadang Kesha.


"Anda Kesha Guerrero kan?" tanya salah satu orang tersebut.


"Kami dari Kejaksaan Kota Jacarta Distrik 11. Anda ditangkap karena kasus pembunuhan seorang fotografer beberapa pekan yang lalu. Anda diperbolehkan mencari pengacara. Silahkan ikut kami." kata seorang jaksa.


"Apa katamu? Hey! Pelakunya itu bukan aku!" kata Kesha. Seorang jaksa memborgol tangan Kesha dan membawa Kesha ke sel tahanan.


Jaksa yang sudah membawa Flint dan Julie ke sel tahanan pun membebaskan Flint dam Julie.


"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena sudah menahan kalian. Sekarang kalian dibebaskan atas kasus pembunuhan fotografer." kata Jaksa.


"Anda sudah menemukan bukti kalau bukan kita pelakunya?" tanya Flint.


"Iya, sudah. Buktinya ada di dalam sini." jawab Jaksa sambil memperlihatkan sebuah usb.


"Anda mendapatkan bukti itu dari ruang kerjaku, kan?" tanya Julie.


"Ya benar. Sekali lagi saya minta maaf sudah mencurigai kalian dan memasukkan kalian ke dalam sel tahanan." jawab Jaksa. Jaksa itu pun menundukkan kepalanya serendah mungkin sampai membuat sudut 45°.


"Baiklah. Untung saja kami belum memakai pakaian tahanan itu." ucap Flint.


"Ingat perkataanku tadi saat kamu menginterogasiku?" tanya Julie.


"Tentu saja saya ingat. Saya akan melepaska.." jawab Jaksa terpotong.


"Beruntung kamu menjadi orang yang menuntut wanita gila itu. Aku tidak akan membuatmu melepaskan jubah jaksamu. Tapi, pastikan wanita gila itu mendapat hukuman sebanyak mungkin." kata Julie.


"Baiklah. Kita akan pergi sekarang." ucap Flint.


"Karena kami sudah membawa kalian ke sini, maka kalian akan kami antar dengan beberapa mobil kawalan polisi." kata Jaksa.


"Baiklah. Oh ya, jangan lupa untuk meluruskan masalah ini pada media. Aku sudah lelah berurusan dengan media terus-menerus!" ucap Flint.


"Baiklah. Tenang saja, serahkan pada kami." kata Jaksa.


Kemudian Flint dan Julie kembali ke Young Corporation dengan kawalan 4 mobil polisi. Benar saja, banyak media yang berada di depan gedung Young Corporation.


"Hmm.. bagaimana ini?" kata Flint.


"Iya ya. Bagaimana kita melewati mereka semua? Ini kan bukan salah kita, kenapa kita harus melewati mereka semua?" sindir Julie.


"Biar kami yang menangani mereka." kata salah satu polisi.


"Perhatian. Keluar dari mobil kalian dan tahan para media." Polisi tersebut memberi perintah kepada polisi lainnya melalui HT (Handy Talky).


Semua polisi yang ditugaskan mengawal Flint dan Julie segera keluar dari mobil dan menangani para media. Para polisi memberikan jalan untuk dilewati Flint dan Julie.


Flint dan Julie keluar dan berjalan di tempat yang sudah disediakan.


Apa benar kalian membunuh seorang fotografer?


Kenapa kalian membunuh seseorang yang tidak bersalah?


Apa motif kalian untuk membunuh orang itu?


Siapa orang yang kalian suruh untuk membunuh fotografer itu?


Apa kalian tidak merasa bersalah dengan perbuatan kalian?


Berapa uang yang kalian keluarkan untuk menutup mulut polisi?


Kenapa kalian kembali ke sini? Bukannya kalian seharusnya dipenjara atas kejahatan kalian?


Apa kalian menyogok orang untuk membebaskan kalian?


Berikan tanggapan kalian.


Flint dan Julie berjalan seolah-olah mereka adalah orang tuli yang tidak bisa mendengar. Padahal mereka mendengar pertanyaan wartawan itu dengan sangat jelas.


"Bersabarlah. Media memang menyebalkan." ucap Julie.


"Hmm benar. Pekerjaan mereka sangat membuatku risih." kata Flint.


Flint dan Julie pun pergi menuju ruang pemimpin. Di sana sudah ada Key, Audy, dan Edgar. "Aku sangat merindukan tempat ini." kata Key.


"Tidak kusangka tempat ini milikku sekarang." ucap Audy.


"Hanya sementara. Jangan senang dulu." kata Key.


"Hey, tidak sopan sekali kamu dengan pemimpin baru." kata Audy.


Flint dan Julie yang sedang menguping pembicaraan mereka dikagetkan dengan pintu ruangan yang otomatis terbuka.


"Kakak!" kata Audy.


"Flint! Julie! Kalian sudah kembali?" ucap Key.


"Sepertinya kamu harus mundur, Audy." kata Edgar.


"Iya, kita sudah kembali. Terima kasih atas usaha kalian. Aku dan Julie mungkin tidak akan kembali hari ini kalau tidak ada kalian." ucap Flint.


"Hahahah bahkan Audy belum duduk di kursi pemimpin itu." ledek Key.


Audy segera berlari dan duduk di kursi pemimpin itu. "Kata siapa? Aku sudah mendudukinya." kata Audy.


"Kamu bisa menduduki kursi itu lebih lama, Audy." ucap Flint.


Mendengar ucapan kakaknya, Audy reflek langsung berdiri. "Ma.. mana mungkin.. mana mungkin aku menjadi pemimpin 4 perusahaan sekaligus." kata Audy.


"Hahahah.. kamu bisa meraih posisi pemimpin berarti kamu juga bisa menjadi pemimpin." ucap Julie.


"Mana mungkin.. tidak bisa.. sejujurnya aku juga belum tahu apa yang akan kulakukan ketika menggantikan kakak menjadi pemimpin.." kata Audy.


"Sudah.. turun saja. Aku merasa minder kalau kamu menjadi pemimpin 4 perusahaan sedangkan aku hanya chef biasa." sahut Edgar.


"Baiklah. Aku akan turun dari posisi ini. Silahkan tuan Flint untuk menduduki posisinya kembali." kata Audy.


"Terima kasih, Audy. Walaupun peranmu sangat sebentar, tapi kamu sudah berjasa besar pada Young Corporation. Bayangkan kalau Young Corporation dan isinya berpindah tangan ke orang lain? Ngomong-ngomong, apa kalian tahu siapa yang akan menggantikanku kalau tidak ada Audy?" tanya Flint.


"Direktur Benji!" Key, Audy dan Edgar mengucapkan nama itu bersamaan.


"Hahahaha kompak sekali kalian." sahut Julie.


"Direktur Benji? Direktur yang paling kubenci. Baiklah, terima kasih. Pa, kamu bisa menjemput mama. Audy, Edgar, kalian bisa pergi berkencan sekarang." kata Flint.


"Ngomong-ngomong, Flint. Kenapa kalian bisa bebas?" tanya Edgar.


"Mereka sudah menemukan pelaku yang sebenarnya.' jawab Flint.


"Siapa?' tanya Audy.


"Mantan kekasihnya pacarmu." jawab Flint.


"Mantan kekasihnya pacarnya Audy. Berarti mantan kekasih Edgar. Jangan-jangan.. wanita tadi?!" kata Key.


"Apa yang papa maksud wanita tadi?" tanya Audy.


"Tadi pacarmu mengenalkan mantan kekasihnya ke papa." jawab Key.


"Siapa dia? Kenapa aku tidak tahu apa-apa?" tanya Audy.


"Kamu tahu. Ingat sebutan wanita gila yang kamu berikan pada wanita yang mengaku hamil anak kakakmu?" kata Edgar.


"Hah? Jadi.. wanita gila itu?!??" ucap Audy.


"Iya namanya Kesha. Dia berniat mengunjungi aku dan Julie di penjara tetapi malah dia yang masuk penjara." kata Flint.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.